
Kesalahan krusial Eduardo tersebut berhasil dimanfaatkan gelandang Inter asal Ghana, Sulley Muntari dengan mencetak gol kemenangan tiga menit memasuki perpanjangan waktu babak pertama.
Dari kemenangan tersebut Inter kini telah mengemas 18 poin, tertinggal 1 poin dari Lazio di puncak, dan unggul satu poin dari rival sekotanya AC Milan, yang akan menjamu Juventus pada Sabtu (30/10) malam nanti.
Sisi Rafael Benitez juga mengalami kerugian pada pertandingan ini di mana mereka harus kehilangan kiper Julio Cesar dan gelandang Esteban Cambiasso karena cedera.
Walaupun begitu Benitez mengatakan dia lebih bahagia atas kemenangan ini dibanding hasil imbang di kandang saat melawan Sampdoria minggu lalu.
"Itu adalah permainan yang berbeda saat melawan Sampdoria, mereka adalah tim yang sulit dan bermain baik," katanya.
"Karakter permainan kami kembali terlihat, memang benar bahwa (Samuel) Eto'o melewatkan beberapa kesempatan mudah, tetapi setelah istirahat kami menciptakan lima atau enam lebih."
Pelatih Genoa, Gian Piero Gasperini mengatakan timnya semestinya layak mendapatkan hasil lebih.
"Saya sangat kecewa dengan hasilnya dan untuk para penggemar, seharusnya pertandingan berakhir dengan hasil berbeda karena kami tidak pantas kalah," katanya.
"Kami bermain baik dan menciptakan banyak peluang."
"Kami membagi-bagikan bola terlalu banyak, kami bermain dengan organisasi pertahanan dan kami menyerang balik dengan cepat."
"Pada akhirnya kami bermain lebih secara fisik, setidaknya kami bisa menahan seri."
"Saya kecewa kami harus kehilangan poin penting, tapi kami bermain dengan semangat besar."
Pertandingan kedua tim memang berlangsung seru, di mana keduanya saling melancarkan serangan. Beberapa peluang emas banyak tercipta namun sayang tidak berbuah gol, seperti tendangan Luca Toni yang berhasil dibaca Cesar dan juga bola matang yang tidak mampu dimanfaatkan Eto'o yang sudah berada beberapa meter saja di depan gawang Genoa.
Satu-satunya gol tercipta lahir dari tendangan spekulasi Muntari dari jarak jauh. Bola yang semestinya sudah dalam penguasaan Eduardo terpental ke samping dan akhirnya masuk ke gawang. Kesalahan fatal Eduardo ini persis seperti yang dilakukan kiper Inggris Robert Green pada Piala Dunia Afrika Selatan lalu. (AFP/jef)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Bangganya Mikel Arteta dengan Pertahanan Arsenal
Liga Champions 16 April 2026, 10:12
-
Harry Kane, Mesin Gol dan Penghancur Real Madrid
Liga Champions 16 April 2026, 10:03
-
Real Madrid Menuju Musim Tanpa Trofi
Liga Champions 16 April 2026, 09:45
LATEST EDITORIAL
-
6 Top Skor Sepanjang Masa Liga Champions
Editorial 15 April 2026, 20:59
-
10 Kegagalan Juara Paling Tragis di Premier League, Arsenal 2025/2026 Menyusul?
Editorial 14 April 2026, 18:00
-
5 Calon Klub Baru Andy Robertson Setelah Tinggalkan Liverpool
Editorial 13 April 2026, 22:39















KOMENTAR