Bola.net - CEO Bayern Munich, Karl-Heinz Rummenigge memberikan resep kepada klub Serie A agar dapat sesukses Bundesliga.
Menurutnya, kurangnya infrastruktur yang ada di klub-klub Serie A telah membuat posisi klub mengalami kesulitan. Bahkan untuk memperoleh untung, menurutnya, klub Serie A sampai harus menjual bintang mereka.
Kemudian ia mencontohkan bagaimana AC Milan harus menjual dua bintang mereka, Zlatan Ibrahimovic dan Thiago Silva ke Ligue 1 untuk bergabung bersama Paris Saint-Germain.
"Sepakbola Italia dalam kesulitan, tapi aku yakin mereka akan mampu mengelola krisis ini," kata Rummenigge.
Salah satu resep yang menurut Rummenigge menjadi salah satu kunci kesuksesan Bundesliga adalah terjangkaunya harga tiket. "Stadion Jerman selalu penuh karena kami menerapkan kebijakan sosial untuk menjaga tiket kami terjangkau bagi kaum miskin," tambahnya.
Lantas Rummenigge juga memberi contoh bagaimana Allianz Arena mampu memberikan kenyamanan kepada suporter. "Keberhasilan Allianz Arena menunjukkan kota di Italia harus memahami pentingnya stadion sepakbola modern untuk publik.
Sepakbola Italia selama beberapa tahun terakhir memang tak lepas dari problem. Dua raksasa Milan, terus mengeluh berkurangnya jumlah penonton mereka yang hadir di stadion.
Begitu pula dengan jawara Serie A, Juventus. Dalam laga perdana Liga Champions di kandang melawan Shakhtar Donestk, Juventus Arena yang biasanya penuh tampak lenggang. Usut punya usut, suporter Juventus memprotes kenaikan tiket di Juventus Arena. (sw/dzi)
Menurutnya, kurangnya infrastruktur yang ada di klub-klub Serie A telah membuat posisi klub mengalami kesulitan. Bahkan untuk memperoleh untung, menurutnya, klub Serie A sampai harus menjual bintang mereka.
Kemudian ia mencontohkan bagaimana AC Milan harus menjual dua bintang mereka, Zlatan Ibrahimovic dan Thiago Silva ke Ligue 1 untuk bergabung bersama Paris Saint-Germain.
"Sepakbola Italia dalam kesulitan, tapi aku yakin mereka akan mampu mengelola krisis ini," kata Rummenigge.
Salah satu resep yang menurut Rummenigge menjadi salah satu kunci kesuksesan Bundesliga adalah terjangkaunya harga tiket. "Stadion Jerman selalu penuh karena kami menerapkan kebijakan sosial untuk menjaga tiket kami terjangkau bagi kaum miskin," tambahnya.
Lantas Rummenigge juga memberi contoh bagaimana Allianz Arena mampu memberikan kenyamanan kepada suporter. "Keberhasilan Allianz Arena menunjukkan kota di Italia harus memahami pentingnya stadion sepakbola modern untuk publik.
Sepakbola Italia selama beberapa tahun terakhir memang tak lepas dari problem. Dua raksasa Milan, terus mengeluh berkurangnya jumlah penonton mereka yang hadir di stadion.
Begitu pula dengan jawara Serie A, Juventus. Dalam laga perdana Liga Champions di kandang melawan Shakhtar Donestk, Juventus Arena yang biasanya penuh tampak lenggang. Usut punya usut, suporter Juventus memprotes kenaikan tiket di Juventus Arena. (sw/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Carrera: Juventus Kurang Determinasi
Liga Italia 7 Oktober 2012, 23:47
-
Alasan Zeman Tak Mainkan Tiga Pilar Roma
Liga Italia 7 Oktober 2012, 22:21
-
Review: Hantam Siena, Juve Terus Perpanjang Rekor
Liga Italia 7 Oktober 2012, 21:25
-
Review: Roma Raih Clean Sheet Perdana
Liga Italia 7 Oktober 2012, 20:03
-
Preview: AC Milan vs Inter Milan, Duel Pembuktian
Liga Italia 7 Oktober 2012, 18:00
LATEST UPDATE
-
Sudah Waktunya Pensiun dari Timnas Portugal, Wahai Cristiano Ronaldo?
Piala Dunia 7 Juli 2026, 07:30
-
Link Streaming Piala Dunia 2026: Amerika Serikat vs Belgia
Piala Dunia 7 Juli 2026, 04:14
-
Man of the Match Portugal vs Spanyol: Rodri
Piala Dunia 7 Juli 2026, 04:13
-
Meksiko Kalah, tapi Masa Depannya Menjanjikan
Piala Dunia 7 Juli 2026, 01:58
-
Alasan Sandro Tonali Pakai Nomor 16 di Tottenham
Liga Inggris 7 Juli 2026, 01:04
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55

























KOMENTAR