Bola.net - Era MotoGP 800cc telah berakhir. Tahun ini kapasitas mesin motor kelas MotoGP akan menjadi 1000cc. Pada tes pra musim kelas MotoGP yang dilaksanakan di Sepang dua minggu yang lalu, Casey Stoner terlihat masih terlihat tidak tersentuh oleh pembalap lain. Pada saat itu, ia mencetak waktu 1:59 menit.
Memasuki sesi tes pra musim kedua kelas MotoGP yang masih akan berlangsung di Sepang, Stoner akan diposisikan sebagai patokan oleh pebalap lain. Bahkan mungkin ia akan dijadikan target untuk dikalahkan. Menurut Stoner ada beberapa faktor yang ia yakin akan menjadi kelebihan dari 1000cc dibanding 800cc. Menurutnya performa motor 1000cc lebih stabil saat akan memasuki tikungan, di dalam tikungan, dan saat hendak keluar tikungan.
"Aku pikir perubahannya tidak terlalu radikal antara 800cc ke 1000cc. Perubahan yang aku rasakan cukup signifikan adalah kestabilan saat pengereman. Bagian belakang motor juga tidak mudah terangkat saat melakukan pengereman. Jadi aku dapat menekan rem dengan lebih keras untuk sedikit memperpendek jarak pengereman. Tentunya perubahan ini ditunjang dengan rangka yang telah diubah sedemikian rupa. Berat motor terasa sama dan cara motor bereaksi juga hampir mirip," tutur Stoner.
Walaupun regulasi mengharuskan penambahan bobot seberat 4 kilogram untuk motor dengan 4 silinder berkonfigurasi V, Stoner tidak merasa hal tersebut merupakan hambatan yang berarti.
"Aku merasa motor hanya berbeda sedikit dalam masalah pengendaliannya. Aku masih merasa ini sangat mirip dengan 800cc. Satu-satunya hal yang berbeda menurutku hanya dari segi rangka. Saat akan keluar tikungan, maka aku dapat mentransfer tenaga motor dengan lebih baik, mendapatkan torsi yang lebih tinggi, aku juga dapat mengontrol mesin dengan lebih baik karena mesin tidak terlalu berteriak tinggi. Aku memang merasakan motor ini memiliki lebih banyak traksi."
Saat ditanya apakah motor 1000cc ini karakternya lebih lembut dari mesin 800cc, Stoner menjawab, " Tidak. Aku pikir rasanya tidak berbeda jauh. Pada motor 800cc Anda memang akan memiliki corner speed yang lebih tinggi. Pada motor 1000cc, jika Anda mengendarainya pada sirkuit yang pendek dengan perbandingan gigi yang rapat, bagian depan motor pasti akan terus terangkat. Maka dari itu bukaan selongsong gas juga harus diperhatikan, tapi bukan berarti gaya berkendara juga harus diubah. Dengan motor ini pasti aku akan memaksimalkan potensi torsinya." (ary/kny)
Memasuki sesi tes pra musim kedua kelas MotoGP yang masih akan berlangsung di Sepang, Stoner akan diposisikan sebagai patokan oleh pebalap lain. Bahkan mungkin ia akan dijadikan target untuk dikalahkan. Menurut Stoner ada beberapa faktor yang ia yakin akan menjadi kelebihan dari 1000cc dibanding 800cc. Menurutnya performa motor 1000cc lebih stabil saat akan memasuki tikungan, di dalam tikungan, dan saat hendak keluar tikungan.
"Aku pikir perubahannya tidak terlalu radikal antara 800cc ke 1000cc. Perubahan yang aku rasakan cukup signifikan adalah kestabilan saat pengereman. Bagian belakang motor juga tidak mudah terangkat saat melakukan pengereman. Jadi aku dapat menekan rem dengan lebih keras untuk sedikit memperpendek jarak pengereman. Tentunya perubahan ini ditunjang dengan rangka yang telah diubah sedemikian rupa. Berat motor terasa sama dan cara motor bereaksi juga hampir mirip," tutur Stoner.
Walaupun regulasi mengharuskan penambahan bobot seberat 4 kilogram untuk motor dengan 4 silinder berkonfigurasi V, Stoner tidak merasa hal tersebut merupakan hambatan yang berarti.
"Aku merasa motor hanya berbeda sedikit dalam masalah pengendaliannya. Aku masih merasa ini sangat mirip dengan 800cc. Satu-satunya hal yang berbeda menurutku hanya dari segi rangka. Saat akan keluar tikungan, maka aku dapat mentransfer tenaga motor dengan lebih baik, mendapatkan torsi yang lebih tinggi, aku juga dapat mengontrol mesin dengan lebih baik karena mesin tidak terlalu berteriak tinggi. Aku memang merasakan motor ini memiliki lebih banyak traksi."
Saat ditanya apakah motor 1000cc ini karakternya lebih lembut dari mesin 800cc, Stoner menjawab, " Tidak. Aku pikir rasanya tidak berbeda jauh. Pada motor 800cc Anda memang akan memiliki corner speed yang lebih tinggi. Pada motor 1000cc, jika Anda mengendarainya pada sirkuit yang pendek dengan perbandingan gigi yang rapat, bagian depan motor pasti akan terus terangkat. Maka dari itu bukaan selongsong gas juga harus diperhatikan, tapi bukan berarti gaya berkendara juga harus diubah. Dengan motor ini pasti aku akan memaksimalkan potensi torsinya." (ary/kny)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Daftar 16 Sponsor Persib Bandung di Musim 2026/2027
Bola Indonesia 25 Agustus 2026, 17:42
-
Detail Jersey Persib 2026/2027: Dari Biru Penuh Makna hingga Third yang Berani
Bola Indonesia 25 Agustus 2026, 16:46
-
Gustavo Almeida Berpeluang jadi Top Skor BRI Super League 2026/2027
Bola Indonesia 25 Agustus 2026, 16:42
-
PSS Sleman Belum Terkalahkan di Laga Pramusim
Bola Indonesia 25 Agustus 2026, 15:59
-
Cole Palmer Kembali Bangkit, Awali Musim Baru dengan Gol dan Assist
Liga Inggris 25 Agustus 2026, 14:00
-
Gabriel Martinelli Dekati Pintu Keluar Arsenal, Al Hilal Siapkan Tawaran Besar
Liga Inggris 25 Agustus 2026, 13:00
LATEST EDITORIAL
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
















KOMENTAR