
Bola.net - Cristiano Ronaldo kembali menjadi pusat perdebatan setelah hasil imbang Portugal kontra RD Kongo pada laga pembuka Grup K Piala Dunia 2026. Penampilan sang kapten memunculkan pertanyaan besar mengenai perannya di tim nasional saat ini.
Cristiano Ronaldo tampil penuh selama 90 menit dalam laga yang berakhir 1-1 tersebut. Namun, kontribusinya di lini depan sangat minim dibandingkan ekspektasi yang melekat pada salah satu pemain terbaik sepanjang sejarah sepak bola.
Di usia 41 tahun, Cristiano Ronaldo masih mengejar impian terakhir yang belum pernah diraihnya, yakni trofi Piala Dunia. Akan tetapi, performa terbaru menunjukkan bahwa tantangan itu semakin berat untuk diwujudkan.
Portugal sebenarnya memiliki generasi pemain yang sangat bertalenta. Nama-nama seperti Bruno Fernandes, Bernardo Silva, Vitinha, hingga Joao Neves memberikan kualitas tinggi di hampir setiap lini permainan.
Situasi ini memunculkan pertanyaan yang semakin sering terdengar. Apakah Cristiano Ronaldo masih menjadi aset terbesar Portugal, atau justru mulai menghambat potensi tim untuk berkembang lebih jauh?
Penurunan Performa Cristiano Ronaldo Bukan Hal Baru

Penampilan kurang meyakinkan saat menghadapi RD Kongo bukan kejadian yang muncul secara tiba-tiba. Tanda-tanda penurunan performa sebenarnya sudah terlihat dalam beberapa turnamen besar terakhir.
Dalam laga tersebut, Cristiano Ronaldo hanya mencatat 25 sentuhan bola sepanjang pertandingan. Ia bahkan tidak melepaskan satu tembakan pun hingga menit ke-67.
Tiga tembakan yang akhirnya dilepaskan juga gagal mengarah ke gawang. Selain itu, ia tidak menciptakan peluang berbahaya bagi rekan-rekannya.
Catatan di turnamen besar juga memperlihatkan tren yang mengkhawatirkan. Cristiano Ronaldo kini telah menjalani 10 pertandingan beruntun di Piala Dunia dan Piala Eropa tanpa mencetak gol.
Gol terakhirnya di turnamen besar terjadi saat menghadapi Ghana pada fase grup Piala Dunia 2022. Setelah laga tersebut, kontribusi golnya menghilang meski tetap mendapatkan menit bermain yang sangat tinggi.
Jika pada masa puncak kariernya ia mampu memberi dampak lewat kecepatan, dribel, dan pergerakan tanpa bola, kondisi itu kini sudah berubah. Saat tidak mencetak gol, pengaruh Cristiano Ronaldo terhadap permainan menjadi jauh lebih terbatas.
Liga Arab Saudi Dinilai Tidak Ideal untuk Persiapan Piala Dunia

Sejak awal 2023, Cristiano Ronaldo bermain bersama Al Nassr di Arab Saudi. Kompetisi tersebut memang membantunya mempertahankan produktivitas gol dalam usia yang tidak lagi muda.
Musim 2023-2024 menjadi salah satu periode paling produktifnya bersama klub. Ia juga tetap tajam pada musim 2025-2026 dengan torehan 28 gol liga.
Namun, kualitas Liga Pro Saudi masih menjadi bahan perdebatan. Banyak pihak menilai level kompetisi tersebut belum cukup untuk mempersiapkan pemain menghadapi tekanan tertinggi di Piala Dunia.
Saat menghadapi RD Kongo, Cristiano Ronaldo kesulitan melepaskan diri dari penjagaan ketat lawan. Aliran bola dari Bruno Fernandes, Bernardo Silva, dan Vitinha juga sering terputus sebelum mencapai dirinya.
Pergerakan yang tidak lagi seaktif dulu membuat ruang geraknya semakin mudah dibaca. Akibatnya, Portugal kerap kehilangan variasi serangan ketika seluruh permainan diarahkan kepada sang kapten.
Portugal Perlu Keputusan Besar

Portugal pernah mengambil langkah berani pada Piala Dunia 2022. Saat itu, pelatih Fernando Santos mencadangkan Cristiano Ronaldo pada fase gugur.
Keputusan tersebut memang tidak bertahan lama. Namun, langkah itu memperlihatkan bahwa pergantian generasi sebenarnya sudah mulai dipertimbangkan beberapa tahun lalu.
Pelatih Roberto Martinez selama ini terus memberikan kepercayaan kepada Cristiano Ronaldo. Meski demikian, hasil di Piala Dunia 2026 dapat menjadi penentu arah baru bagi Timnas Portugal.
Pilihan alternatif sebenarnya tersedia. Goncalo Ramos pernah tampil impresif pada Piala Dunia 2022 dan mencetak lebih banyak gol dibandingkan Cristiano Ronaldo dalam turnamen tersebut.
Portugal juga memiliki opsi memainkan false nine. Bernardo Silva, Joao Felix, maupun Rafael Leao dapat mengisi peran itu untuk menciptakan pergerakan yang lebih mengalir di lini depan.
Laga berikutnya melawan Uzbekistan akan menjadi ujian penting. Jika Portugal kembali kesulitan menciptakan peluang, perdebatan mengenai peran Cristiano Ronaldo hampir pasti akan semakin menguat.
Statusnya sebagai legenda tidak akan pernah berubah. Namun, dalam sepak bola level tertinggi, keputusan yang paling sulit terkadang menjadi langkah yang paling dibutuhkan demi membuka jalan menuju kesuksesan.
Sumber: Sports Illustrated
Klasemen Piala Dunia 2026

TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Ronaldo Masuk Daftar, Ini 5 Pemain Tertua yang Tampil di Piala Dunia
Piala Dunia 18 Juni 2026, 09:54
LATEST UPDATE
-
Pertahanan MU Keropos Banget, Ini Analisis Michael Carrick
Liga Inggris 20 September 2026, 13:30
-
Soft Tenis Beregu Putra Sumbang Medali Ketiga untuk Indonesia di Asian Games 2026
Olahraga Lain-Lain 20 September 2026, 12:45
-
Jelang Derby Madrid, Jose Mourinho Sanjung Atletico Madrid
Liga Spanyol 20 September 2026, 12:26
-
Raphinha Sepakati Kontrak Baru di Barcelona, Begini Detailnya!
Liga Spanyol 20 September 2026, 09:30
-
Mantap! Seraf Naro Siregar Persembahkan Medali Pertama Indonesia di Asian Games 2026
Bola Indonesia 20 September 2026, 09:23
-
Manchester United Diprediksi Terpeleset Lagi di Kandang Fulham
Liga Inggris 20 September 2026, 09:00
-
Rodri Angkat Topi untuk Sevilla: Mereka Lawan Paling Menyusahkan untuk Barcelona Sejauh ini!
Liga Spanyol 20 September 2026, 08:30
-
Raphinha Cetak Hattrick Lagi, Hansi Flick: Gak Kaget Tuh!
Liga Spanyol 20 September 2026, 08:00
-
Roma Kena Comeback Inter, Gasperini: Hasil yang Adil!
Liga Italia 20 September 2026, 07:30
-
Comeback Lawan Roma, Chivu Puji Mental Baja Inter Milan
Liga Italia 20 September 2026, 07:00
-
Futsal Super Cup 2026: Bintang Timur Surabaya ke Final Usai Tekuk Cosmo JNE 3-1
Bola Indonesia 20 September 2026, 06:53
-
Unggul FC Malang ke Final Futsal Super Cup 2026, Singkirkan Pangsuma FC Lewat Adu Penalti
Bola Indonesia 20 September 2026, 06:42
LATEST EDITORIAL
-
Bukan Cuma Ronaldo, 3 Pemain Ini Juga Pernah Membela Real Madrid dan Inter Milan
Editorial 8 September 2026, 20:58
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
























KOMENTAR