Drama 50 Panggilan Telepon Thomas Tuchel: Mendengar Semangat dari 26 Pemain Terpilih Timnas Inggris

Drama 50 Panggilan Telepon Thomas Tuchel: Mendengar Semangat dari 26 Pemain Terpilih Timnas Inggris
Pelatih Inggris, Thomas Tuchel, bertepuk tangan saat pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2026 Grup K melawan Albania, Minggu (16/11/2025). (c) AP Photo/Vlasov Sulaj

Bola.net - Dunia musim panas ini. Ada pemain senior yang dicoret, bintang Premier League yang ditinggalkan, hingga nama kejutan yang tiba-tiba kembali dipanggil.

Pelatih asal Jerman itu bahkan melakukan sekitar 50 panggilan telepon sebelum akhirnya menetapkan 26 pemain pilihannya. Beberapa percakapan berjalan mulus, tetapi ada pula yang memicu kekecewaan besar.

Keputusan paling kontroversial datang dari pencoretan Harry Maguire, Phil Foden, dan Cole Palmer. Di sisi lain, Ivan Toney justru mendapat tempat meski sempat dianggap tidak mungkin bermain lagi di era Tuchel.

1 dari 5 halaman

Harry Maguire Kecewa Berat Usai Dicoret

Bek Manchester United, Harry Maguire (c) MUFC Official

Bek Manchester United, Harry Maguire (c) MUFC Official

Salah satu reaksi paling keras datang dari Harry Maguire. Bek Manchester United itu mengaku “terkejut dan hancur” setelah mengetahui dirinya tidak masuk skuad Inggris untuk Piala Dunia.

Komentar tersebut bahkan mendapat sorotan langsung dari Tuchel. Sang pelatih menilai reaksi Maguire sebenarnya tidak perlu diumbar ke publik.

Situasi semakin ramai setelah ibu Maguire, Zoe, ikut menyuarakan kekecewaannya lewat media sosial. Ia menyebut keputusan itu “memuakkan”, sehingga polemik pencoretan Maguire berubah menjadi isu besar di Inggris.

Meski demikian, Tuchel menegaskan keputusan itu dibuat dengan pertimbangan matang. Pengalaman besar Maguire di turnamen internasional memang dianggap penting, tetapi staf pelatih Inggris juga melihat adanya sisi negatif dari pemain yang sudah terlalu lama membawa beban turnamen sebelumnya.

Selain itu, absennya Maguire membuat Inggris membutuhkan pemain lain yang kuat dalam duel bola mati. Faktor tersebut menjadi salah satu alasan penting di balik pemanggilan Ivan Toney.

2 dari 5 halaman

Ivan Toney Jadi Kejutan Besar Thomas Tuchel

Selebrais Ivan Toney usai membobol gawang Al-Nassr (c) Al-Ahli Official

Selebrais Ivan Toney usai membobol gawang Al-Nassr (c) Al-Ahli Official

Nama Ivan Toney menjadi kejutan terbesar dalam skuad Inggris kali ini. Sebab, hubungan striker Al Ahli itu dengan Tuchel sempat memburuk setelah laga uji coba pada Juni 2025.

Saat itu, Toney hanya bermain dua menit dalam dua pertandingan. Tuchel juga mengkritik kualitas latihan dan komitmen sang striker selama pemusatan latihan.

Karena itu, banyak pihak menganggap karier internasional Toney di bawah Tuchel sudah berakhir. Namun situasi perlahan berubah dalam satu tahun terakhir.

Asisten Tuchel, Justin Cochrane, sempat memantau langsung performa Toney di Arab Saudi dan memberikan laporan positif. Anthony Barry juga mengenal Toney dengan baik sejak masa peminjaman sang pemain di Wigan Athletic pada 2017.

Dalam beberapa pekan terakhir, komunikasi Tuchel dan Toney kembali terjalin. Sang striker bahkan mulai dianggap cocok untuk berbagai skenario pertandingan di Piala Dunia.

“Apakah dia pemain yang Anda inginkan untuk menyambut bola liar di kotak penalti? Ya, tentu saja,” kata Tuchel.

3 dari 5 halaman

Phil Foden dan Cole Palmer Jadi Korban Besar

Ekspresi Cole Palmer di laga Manchester City vs Chelsea, Senin (05/01/2026). (c) AP Photo/Dave Thompson

Ekspresi Cole Palmer di laga Manchester City vs Chelsea, Senin (05/01/2026). (c) AP Photo/Dave Thompson

Selain Maguire, keputusan lain yang memancing perdebatan adalah pencoretan Phil Foden dan Cole Palmer. Dua nama itu sebelumnya hampir selalu dianggap pasti masuk skuad Inggris.

Meski begitu, performa keduanya musim ini dianggap tidak cukup meyakinkan. Foden bahkan mengakui dirinya tidak tampil dalam level terbaik selama satu hingga dua tahun terakhir.

Sementara itu, Palmer mengalami musim sulit bersama Chelsea. Cedera pangkal paha membuatnya absen dalam 15 pertandingan antara Agustus hingga November.

Ketika kembali bermain, situasi Chelsea juga sedang tidak stabil akibat pergantian pelatih. Palmer akhirnya gagal menunjukkan pengaruh besar seperti musim sebelumnya.

Menurut laporan internal yang beredar di sekitar timnas Inggris, Tuchel kini lebih mengutamakan pemain eksplosif di lini serang. Ia ingin para penyerangnya mampu bekerja agresif di area final ketimbang hanya mengandalkan kualitas teknis.

Karena itu, pemain seperti Bukayo Saka, Marcus Rashford, dan Anthony Gordon lebih sesuai dengan pendekatan yang sedang dibangun Tuchel.

4 dari 5 halaman

Trent Alexander-Arnold dan Morgan Gibbs-White Juga Tersingkir

Bek kanan Real Madrid, Trent Alexander-Arnold dalam laga Liga Champions melawan Benfica, 26 Februari 2026 lalu. (c) AP Photo/Manu Fernandez

Bek kanan Real Madrid, Trent Alexander-Arnold dalam laga Liga Champions melawan Benfica, 26 Februari 2026 lalu. (c) AP Photo/Manu Fernandez

Trent Alexander-Arnold juga kembali menjadi korban keputusan kontroversial Tuchel. Bek kanan Real Madrid itu tidak masuk skuad meski terus mendapat dukungan publik Inggris.

Morgan Gibbs-White pun mengalami nasib serupa. Gelandang Nottingham Forest tersebut tampil impresif pada paruh kedua musim dan menjadi salah satu pemain Inggris paling produktif di Premier League.

Meski begitu, sumber dekat pemain menyebut Gibbs-White sebenarnya sudah merasa peluangnya sangat kecil. Minimnya komunikasi dengan Tuchel dalam beberapa pekan terakhir membuatnya tidak terlalu berharap dipanggil.

Danny Welbeck dan Adam Wharton juga termasuk nama yang nyaris masuk skuad, tetapi akhirnya tersingkir di menit-menit akhir seleksi.

Sementara itu, Alex Scott menjadi salah satu pemain yang hampir lolos. Gelandang Bournemouth tersebut akhirnya dipanggil untuk mengikuti kamp latihan pra-Piala Dunia di Florida bersama Rio Ngumoha, Josh King, dan Ethan Nwaneri.

5 dari 5 halaman

Tuchel Prioritaskan Keharmonisan Tim

Di balik semua keputusan kontroversial itu, Tuchel ternyata memiliki fokus besar terhadap suasana ruang ganti. Ia ingin Inggris datang ke Piala Dunia dengan grup yang benar-benar solid.

Menurut Tuchel, keharmonisan tim menjadi faktor vital karena Inggris bisa berada di Amerika Utara hingga tujuh pekan apabila berhasil mencapai final pada 19 Juli mendatang.

“Itu tentang membangun persaudaraan, membangun antusiasme, dan energi tertentu,” ujar Tuchel.

“Ketika saya melihat reaksi 26 pemain dalam tiga hari terakhir setelah menerima telepon dari saya, saya merasa semangat itu ada.”

Tuchel juga banyak melibatkan kepala psikologi FA, Rich Hampson, dalam proses seleksi. Staf pelatih Inggris terus memantau perilaku pemain, komunikasi di dalam grup, hingga sikap mereka ketika tidak bermain.

Pendekatan itu terlihat jelas dari cara Tuchel dan stafnya mengamati detail-detail kecil selama pemusatan latihan. Mereka ingin memastikan seluruh pemain benar-benar bergerak ke arah yang sama.


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL