
Bola.net - Kiprah timnas Qatar sudah berakhir di Piala Dunia 2022 sejak babak fase grup. The Maroon gagal bersaing di Grup A dengan tim-tim Belanda, Senegal, dan Ekuador dengan duduk di posisi paling buncit.
Qatar menjadi tim tuan rumah dengan hasil mengecewakan tanpa meraih satu kemenangan pun. Atas prestasi mengenaskan tersebut, mengundang perhatian dari sejumlah para pengamat termasuk dari Sergi Angulo Lerin, asisten pelatih dari klub Qatar Al Shamal.
Menurut Lerin, The Maroon harus memberi respon terkait hasil mengecewakan selama gelaran Piala Dunia 2022. Pria berusia 33 tahun menilai, Federasi Sepak Bola Qatar (QFA) fokus menciptakan tim yang layak tampil di pentas dunia dengan tahap mengembangkan kompetisi domestik.
"Tujuannya adalah untuk mengembangkan liga, mereka ingin menaikkan level sedikit lebih tinggi, untuk menjadi titik transfer antara liga besar dan kecil," katanya kepada Reuters.
Beri Saran ke QFA
Sergi Lerin sebelumnya bekerja di Swedia dan Prancis, lalu sempat membesut Espanyol dan dia pindah ke Qatar untuk mengambil peran sebagai asisten pelatih dan analis di Al Shamal.
Menurut pria asal Spanyol itu, QFA harus membenahi kompetisi domestik agar bisa mendatangkan pemain-pemain kelas atas untuk mau bermain di Liga Qatar. Terlebih dengan dukungan finansial serta infrastruktur yang mutakhir, harusnya federasi mampu memperbaiki tersebut.
"Mereka [QFA] punya uang, mereka punya struktur, mereka punya segalanya, mereka bisa melakukannya," kata Lerin.
Belum Perlihatkan Potensi Terbaik
Setelah menghabiskan 18 bulan bekerja di sana sebelum Piala Dunia, Lerin mengatakan timnas Qatar tidak mencapai potensinya di turnamen tersebut, meskipun persiapan selama 12 tahun tidak mengeluarkan biaya.
Dia mengatakan para pelatih dari seluruh 12 tim liga domestik berbagi informasi dan menganalisis permainan untuk membantu The Maroon mempersiapkan pertandingan grup Piala Dunia mereka melawan Ekuador, Senegal dan Belanda, yang semuanya kalah.
"Level Qatar yang telah kita lihat di Piala Dunia bukanlah level yang sebenarnya. Ketika proyek ini dimulai, mereka berada di peringkat 102 dunia, sekarang mereka berada di peringkat 50 dan mereka adalah juara Asia, kita tidak bisa melupakan itu."
Jangan lupa saksikan Piala Dunia 2022 di SCTV, Indosiar, MOJI, Mentari TV, Nex Parabola dan live streaming di Vidio. Dan ikuti terus berita terbaru Piala Dunia 2022 hanya di Bola.net.
Sumber: Reuters
Penulis: Yoga Radyan
Baca Juga:
- Walid Regragui Yakin Tim Afrika Bisa Raih Gelar Piala Dunia
- Lionel Messi, Pemain dengan Rekor Penampilan Terbanyak dalam Sejarah Piala Dunia
- 5 Pemain Langganan Man of the Match Piala Dunia 2022: Tinggal Mbappe vs Messi!
- 5 Alasan Argentina Bisa Juara Piala Dunia 2022: Prancis Sedang Pincang!
- FA Bakal Pertahankan Gareth Southgate Sebagai Manajer Timnas Inggris
- Bos Baru Spanyol Coba Bujuk Sergio Busquets Tunda Pensiun
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Hasil Babak Pertama Final Piala Dunia 2022 Argentina vs Prancis: Skor 2-0
Piala Dunia 18 Desember 2022, 22:56
-
Walid Regragui Yakin Tim Afrika Bisa Raih Gelar Piala Dunia
Piala Dunia 18 Desember 2022, 22:55
-
Lionel Messi, Pemain dengan Rekor Penampilan Terbanyak dalam Sejarah Piala Dunia
Piala Dunia 18 Desember 2022, 21:50
-
Final Piala Dunia 2022: Lionel Messi vs Kylian Mbappe untuk yang Terbaik!
Piala Dunia 18 Desember 2022, 21:30
-
Closing Ceremony Piala Dunia 2022: Mulai Hayya Hayya Hingga Light The Sky, Seru!
Piala Dunia 18 Desember 2022, 21:23
LATEST UPDATE
-
Semifinal FA Cup: Chelsea vs Leeds, Man City vs Southampton, Main Kapan?
Liga Inggris 6 April 2026, 02:19
-
Prediksi BRI Super League: Bali United vs PSBS 6 April 2026
Bola Indonesia 5 April 2026, 22:43
-
Prediksi BRI Super League: Persik vs Persijap 6 April 2026
Bola Indonesia 5 April 2026, 22:38
LATEST EDITORIAL
-
4 Kandidat Pengganti Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 3 April 2026, 14:32
-
Italia Cari Pelatih Baru: 7 Kandidat Pengganti Gennaro Gattuso
Editorial 3 April 2026, 14:14
-
3 Bintang Manchester United yang Absen di Piala Dunia 2026
Editorial 2 April 2026, 10:41
-
Starting XI Pemain Termahal yang Absen di Piala Dunia 2026
Editorial 2 April 2026, 10:13




















KOMENTAR