
Bola.net - Julen Lopetegui menjadi pusat perhatian setelah terlibat konfrontasi panas dengan pelatih Kanada, Jesse Marsch, seusai laga Grup B Piala Dunia 2026 di Stadion Toronto. Ketegangan terjadi sesaat setelah Qatar dihajar Kanada dengan skor telak 0-6.
Kekalahan ini menjadi pukulan besar bagi Qatar yang harus bermain dengan sembilan orang selama 30 menit terakhir pertandingan. Dua kartu merah untuk Homam Ahmed dan Assim Madibo membuat situasi makin sulit bagi tim asuhan Julen Lopetegui.
Meski skor akhir sudah sangat mencolok, drama belum berakhir setelah peluit panjang berbunyi. Julen Lopetegui terlihat melontarkan komentar kepada Marsch yang langsung memicu respons emosional dari pelatih Kanada tersebut.
Alasan Julen Lopetegui Marah kepada Jesse Marsch

Menurut laporan DAZN Futbol, Julen Lopetegui kesal dengan keputusan Kanada yang tetap menyerang agresif pada menit ke-99. Bahkan kiper Kanada, Maxime Crepeau, ikut naik jauh ke area pertahanan Qatar demi mencari gol ketujuh.
Situasi itu dianggap Lopetegui tidak menghormati lawan yang sudah kehilangan dua pemain. Qatar dalam kondisi tertekan dan praktis tak mampu memberikan perlawanan pada fase akhir pertandingan.
Marsch memilih tidak membuka isi percakapan mereka kepada media. “Saya tidak akan membuang sedetik pun untuk membicarakan itu,” ujar Marsch.
Julen Lopetegui juga enggan memperpanjang polemik tersebut. “Itu urusan antara dia dan saya,” kata mantan pelatih Real Madrid itu.
Cedera Ismael Kone Memanaskan Suasana

Ketegangan di lapangan sebenarnya sudah muncul sebelum insiden antarpelatih. Gelandang Kanada, Ismael Kone, mengalami cedera patah kaki yang parah setelah tekel dari Madibo.
Cedera tersebut diperkirakan membuat pemain milik Sassuolo itu absen hingga 12 bulan. Kehilangan Kone menjadi kabar buruk besar bagi Kanada meski mereka meraih kemenangan perdana di turnamen musim panas ini.
Madibo terlihat terpukul setelah insiden itu terjadi. Ia akhirnya menerima kartu merah usai pelanggaran keras yang berujung cedera serius.
Marsch mengakui tekel tersebut kemungkinan tidak disengaja. Namun, ia tidak memahami reaksi bangku cadangan Qatar yang sempat memprotes keputusan wasit.
“Saya tidak berpikir dia berniat melakukan tekel mengerikan seperti itu,” ujar Marsch. “Namun, saya tidak mengerti reaksi seluruh bangku cadangan mereka yang mencoba memulai keributan soal kartu merah, padahal pelanggaran jelas terjadi dan membuat kaki pemain patah.”
Keributan Berlanjut Setelah Laga
Tempers flare between Canada and Qatar after the final whistle, leading to a player scuffle to conclude a dramatic match
— CTV News (@CTVNews) June 19, 2026
LIVE UPDATES: https://t.co/Hb9FJ14WLh pic.twitter.com/0z5Vqmf50Z
Setelah pertandingan berakhir, pemain Kanada dan Qatar sempat terlibat dorong-dorongan. Emosi kedua kubu memuncak akibat tensi tinggi sepanjang laga.
Meski begitu, ada gestur sportif dari Madibo setelah laga. Ia mendatangi ruang ganti Kanada untuk meminta maaf langsung kepada Kone.
Marsch mengonfirmasi permintaan maaf tersebut diterima dengan baik oleh timnya. Kone bahkan memberi tahu rekan-rekannya bahwa Madibo datang dengan niat tulus.
Pada akhirnya, duel panas ini bukan hanya soal skor 6-0. Julen Lopetegui merasa Qatar diperlakukan tanpa belas kasihan di momen ketika timnya sudah berada di titik terendah.
Sumber: GiveMeSport
Klasemen Piala Dunia 2026
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Skenario Kelolosan Kanada ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
Piala Dunia 19 Juni 2026, 23:38
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Selandia Baru vs Mesir 22 Juni 2026
Piala Dunia 19 Juni 2026, 22:53
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Uruguay vs Cape Verde 22 Juni 2026
Piala Dunia 19 Juni 2026, 22:38
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Belgia vs Iran 22 Juni 2026
Piala Dunia 19 Juni 2026, 21:55
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Spanyol vs Arab Saudi 21 Juni 2026
Piala Dunia 19 Juni 2026, 21:15
LATEST UPDATE
-
Raphinha Sepakati Kontrak Baru di Barcelona, Begini Detailnya!
Liga Spanyol 20 September 2026, 09:30
-
Mantap! Seraf Naro Siregar Persembahkan Medali Pertama Indonesia di Asian Games 2026
Bola Indonesia 20 September 2026, 09:23
-
Manchester United Diprediksi Terpeleset Lagi di Kandang Fulham
Liga Inggris 20 September 2026, 09:00
-
Rodri Angkat Topi untuk Sevilla: Mereka Lawan Paling Menyusahkan untuk Barcelona Sejauh ini!
Liga Spanyol 20 September 2026, 08:30
-
Raphinha Cetak Hattrick Lagi, Hansi Flick: Gak Kaget Tuh!
Liga Spanyol 20 September 2026, 08:00
-
Roma Kena Comeback Inter, Gasperini: Hasil yang Adil!
Liga Italia 20 September 2026, 07:30
-
Comeback Lawan Roma, Chivu Puji Mental Baja Inter Milan
Liga Italia 20 September 2026, 07:00
-
Futsal Super Cup 2026: Bintang Timur Surabaya ke Final Usai Tekuk Cosmo JNE 3-1
Bola Indonesia 20 September 2026, 06:53
-
Unggul FC Malang ke Final Futsal Super Cup 2026, Singkirkan Pangsuma FC Lewat Adu Penalti
Bola Indonesia 20 September 2026, 06:42
-
Kalah 3-0 di Kandang Brighton, Arsenal Memang Bermain di Bawah Standard!
Liga Inggris 20 September 2026, 06:30
-
Dipermalukan Brighton, Mikel Arteta: Ini Pelajaran Berharga Bagi Arsenal!
Liga Inggris 20 September 2026, 06:00
-
Rapor Pemain Barcelona saat Comeback Lawan Sevilla: Raphina Maut, Yamal Ngeri!
Liga Spanyol 20 September 2026, 05:45
-
Ada Baleba, Michael Carrick Bawa 23 Pemain MU ke Kandang Fulham
Liga Inggris 20 September 2026, 05:30
LATEST EDITORIAL
-
Bukan Cuma Ronaldo, 3 Pemain Ini Juga Pernah Membela Real Madrid dan Inter Milan
Editorial 8 September 2026, 20:58
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33

























KOMENTAR