
Bola.net - Thomas Tuchel membuat keputusan yang cukup mengejutkan jelang Piala Dunia 2026. Manajer Timnas Inggris itu memasukkan Ivan Toney ke dalam skuad utama, meski sang striker kini bermain jauh dari hiruk-pikuk sepak bola Eropa bersama Al-Ahli di Arab Saudi.
Pilihan itu langsung memicu perdebatan karena beberapa nama yang lebih rutin tampil di Premier League justru tersisih. Dominic Calvert-Lewin, Jarrod Bowen, hingga Danny Welbeck gagal mendapat tempat untuk mendampingi Harry Kane di lini depan.
Namun, Tuchel tampaknya punya alasan yang sangat spesifik. Ia melihat Toney sebagai opsi darurat yang bisa mengubah jalannya pertandingan, terutama dalam situasi genting di fase gugur nanti.
Toney sendiri bukan wajah baru dalam skenario seperti itu. Pada Euro 2024, ia beberapa kali tampil efektif dari bangku cadangan, mulai dari memberi assist penting hingga menjadi eksekutor penalti yang tenang di bawah tekanan.
Rekor Penalti Sebagai Modal

Inggris sadar betul bahwa perjalanan menuju gelar dunia sering ditentukan lewat adu penalti. Dengan format Piala Dunia yang kini melibatkan 48 tim dan tambahan babak gugur, peluang menghadapi drama tos-tosan jelas semakin besar.
Di titik itulah nama Toney menjadi sangat menarik. Berdasarkan data Transfermarkt, ia mencetak 58 gol dari 62 penalti sepanjang karier profesionalnya. Rasio sukses 95 persen itu termasuk yang terbaik di level elite.
Angka tersebut jauh melampaui rata-rata eksekutor Premier League. Dalam tekanan turnamen besar, keberadaan pemain dengan ketenangan seperti Toney bisa jadi pembeda yang sangat penting.
Tuchel tampaknya tidak ingin mengulang trauma lama Inggris di babak adu penalti. Kehadiran Toney memberi rasa aman tambahan jika pertandingan benar-benar harus ditentukan dari titik putih.
Konsistensi Ketajaman di Liga Arab Saudi
Bermain di Saudi Pro League memang membuat sorotan terhadap Toney berkurang drastis. Meski begitu, produktivitasnya tetap terjaga.
Musim ini ia membukukan 41 gol dan 11 assist di semua kompetisi. Catatan itu rupanya terus dipantau langsung oleh staf pelatih Inggris, termasuk lewat laporan dari pelatih Al-Ahli, Matthias Jaissle.
“Saya mendapat masukan fantastis dari pelatih klubnya, Matthias Jaissle, yang dulu adalah pemain saya, mengenai perannya di sana, mengenai kemampuannya, mengenai kebugarannya. Kami bisa melihat bahwa ia masih mencetak gol demi gol," terang Tuchel mengenai Ivan Toney.
"Saya pikir ia memiliki kemampuan yang sangat spesial yang bisa membantu kami, maksudnya skenario ketika kami sedang mengejar hasil, ketika kami sedang mengejar gol, saya pikir ia bisa menjadi tambahan yang sangat berharga untuk Harry Kane," jelas Thomas Tuchel.
Selain tajam di depan gawang, Toney juga menawarkan kekuatan fisik yang berbeda dibanding penyerang Inggris lainnya. Ia nyaman bermain sebagai target man, kuat dalam duel udara, dan cukup merepotkan saat bola-bola silang mulai dikirim ke kotak penalti.
"Ia memiliki kehadiran alami di dalam kotak penalti. Ia adalah seorang penyelesai peluang alami. Ia bisa membantu kami dengan bola mati. Ia sangat kuat dan sangat baik dalam menggunakan tubuhnya. Dan jangan lupa, ia adalah eksekutor penalti kelas dunia," pungkas Thomas Tuchel.
Keseimbangan Profil Lini Depan Skuad The Three Lions
Tuchel tampaknya ingin membangun lini depan Inggris dengan karakter yang saling melengkapi. Harry Kane tetap menjadi pilihan utama, tetapi profil pelapisnya dibuat berbeda agar tim punya banyak solusi saat situasi berubah.
Ollie Watkins menawarkan kecepatan dan pergerakan agresif di belakang garis pertahanan. Tipe permainan seperti itu terbukti efektif ketika Inggris menyingkirkan Belanda pada semifinal Euro 2024.
Di sisi lain, Toney hadir dengan karakter yang lebih fisikal. Ia bisa menjadi pemantul bola, target crossing, sekaligus pemecah kebuntuan ketika permainan mulai buntu di area penalti lawan.
Pilihan Tuchel ini menunjukkan satu hal penting: ia tidak mau meninggalkan detail sekecil apa pun dalam persiapan menuju Piala Dunia. Memanggil Toney mungkin terlihat berisiko, tetapi bagi Tuchel, striker seperti itu bisa saja menjadi pembeda antara pulang lebih cepat atau melangkah menuju gelar juara.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Skuad Spanyol untuk Piala Dunia 2026: Barcelona 8, Real Madrid 0
Piala Dunia 25 Mei 2026, 18:24
LATEST UPDATE
-
Hasil Lengkap Drawing Liga Champions 2026/2027: Siapa Lawan Siapa?
Liga Champions 28 Agustus 2026, 00:33
-
Link Nonton Streaming Barcelona vs Athletic Bilbao, 28 Agustus 2026
Liga Spanyol 27 Agustus 2026, 23:55
-
Link Nonton Siaran Langsung Chelsea vs Luton Town, 28 Agustus 2026
Liga Inggris 27 Agustus 2026, 23:31
-
Jamie Carragher Terancam Bangkrut gegara Utang Pajak
Bolatainment 27 Agustus 2026, 22:12
-
Uilliam Barros Absen Bela Persib Bandung Lawan Manila Digger
Bola Indonesia 27 Agustus 2026, 21:15
-
PSSI Beri Restui Laga Persija vs Persib Digelar di Stadion Gelora Bung Karno
Bola Indonesia 27 Agustus 2026, 19:42 -
Atletico Madrid Tegaskan Sikap: Julian Alvarez Tak Akan Dijual ke Barcelona!
Liga Spanyol 27 Agustus 2026, 18:44
-
Fermin Aldeguer Resmi Jadi Pembalap Non-Italia Pertama di Tim Milik Valentino Rossi
Otomotif 27 Agustus 2026, 18:16
-
Jack Miller Tinggalkan Yamaha di MotoGP, WorldSBK Jadi Pelabuhan Berikutnya?
Otomotif 27 Agustus 2026, 17:46
LATEST EDITORIAL
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
























KOMENTAR