
Bola.net - Pelatih Italia, Gennaro Gattuso, menunjukkan sikap tegas menjelang laga final playoff Piala Dunia melawan Bosnia. Ia menepis kekhawatiran soal tekanan suporter lawan di Stadion Zenica pada Rabu (1/4/2026) dini hari WIB. Baginya, atmosfer stadion tidak akan mengubah hasil pertandingan secara langsung.
Gattuso menegaskan bahwa mentalitas pemain jauh lebih penting daripada kondisi di luar lapangan. Ia mengingatkan bahwa keberadaan ribuan pendukung tuan rumah bukanlah ancaman teknis bagi timnya. Fokus utama Gli Azzurri tetap pada skema permainan yang telah disiapkan.
Eks gelandang bertenaga ini bahkan melontarkan kalimat ikonik untuk membakar semangat anak asuhnya. Ia menyatakan tidak pernah merasa terancam oleh sorakan penonton selama karier sepak bolanya. Pernyataan ini menjadi sinyal bahwa Italia siap menghadapi tekanan mental apa pun.
"Suporter tidak mencetak gol. Hal itu tidak pernah terjadi pada saya," tegas Gattuso kepada awak media.
Kondisi Lapangan Bukan Alasan

Selain atmosfer stadion, masalah cuaca dan kualitas rumput juga menjadi sorotan tajam. Hujan deras dan salju di Bosnia sempat memaksa Italia mengubah jadwal latihan mereka. Timnas Italia akhirnya memilih tetap berlatih di Florence sebelum terbang menuju Zenica.
Namun, Gattuso menolak menjadikan buruknya kondisi lapangan sebagai dalih jika timnya tampil buruk. Menurutnya, kondisi lapangan yang buruk akan dirasakan oleh kedua tim yang bertanding. Alhasil, tidak ada pihak yang benar-benar diuntungkan oleh situasi tersebut.
Ia menilai bahwa terlalu memikirkan hal teknis di luar strategi adalah tanda kelemahan. Baginya, lapangan di Zenica saat ini masih dalam kondisi yang cukup layak. Kalaupun nantinya memburuk, timnya harus tetap mampu beradaptasi dengan cepat.
"Jika kita mulai memikirkan lapangan atau tribun, itu lemah," ungkap pelatih berusia 48 tahun tersebut.
Lebih Suka Solid daripada Main Cantik

Sejak menggantikan Luciano Spalletti, Gattuso membawa perubahan gaya main yang cukup kontras. Ia mengakui Italia saat ini mungkin tidak bermain seindah atau seofensif sebelumnya. Namun, ia lebih memilih tim yang solid dan sulit ditembus lawan.
Gattuso berkaca pada evaluasi performa saat Italia menghadapi Irlandia Utara di semifinal. Ia secara jantan mengakui adanya kesalahan taktis yang sempat terjadi di laga tersebut. Meski begitu, ia melihat perkembangan pesat dalam organisasi pertahanan timnya.
Dahulu, Italia dianggap terlalu rapuh dan mudah memberikan peluang bagi pemain lawan. Sekarang, Gli Azzurri tampil lebih kolektif dan berani menderita saat ditekan. Hal ini dianggap sebagai fondasi penting untuk meraih tiket ke putaran final.
"Mungkin kita tidak bermain sepak bola ultra-ofensif. Mungkin kita kurang brilian. Tapi saat ini saya lebih memilih tim yang solid. Tim yang lebih sedikit siap menderita, meski itu berarti tidak terlalu cantik," terangnya.
"Tujuh bulan lalu kita bukan tim ini. Saat ini saya lebih suka tim yang solid, meski kurang indah dipandang," jelas Gattuso.
Misi Mengembalikan Kejayaan 2006
Gattuso membawa misi berat untuk meloloskan Italia ke Piala Dunia sejak absen tahun 2014. Sebagai bagian dari skuad juara dunia 2006, ia paham betul resep meraih kesuksesan. Ia ingin menularkan semangat juang dan agresivitas kepada para pemain muda.
Ia membantah anggapan bahwa para pemain Italia saat ini tidak memiliki rasa bangga. Sebaliknya, ia melihat komitmen luar biasa dari skuadnya dalam setiap sesi latihan. Baginya, ambisi untuk menang terlihat jelas di mata setiap pemain yang ia pimpin.
Kegagalan melaju ke putaran final tentu akan menjadi pukulan telak bagi publik sepak bola Italia. Gattuso pun sadar bahwa tanggung jawab terbesar ada di pundaknya sebagai pelatih kepala. Namun, ia enggan berandai-andai soal hasil buruk sebelum peluit akhir dibunyikan.
"Kami jadi juara bukan karena paling kuat, tapi karena kemampuan untuk mau menderita," pungkasnya.
"Orang bilang tidak ada kebanggaan di tim ini. Tapi saya melihatnya setiap hari. Saya sangat berharap kita mencapai tujuan ini," tutupnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Duel Bosnia dan Herzegovina vs Italia Tayang Jam Berapa dan di TV Mana?
Piala Dunia 31 Maret 2026, 16:31
LATEST UPDATE
-
3 Pemimpin Real Madrid yang Bisa Jadi Tumpuan Utama di Era Mourinho
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 08:18
-
Manchester United, Bruno Fernandes, dan Sebuah Tawaran dari Galatasaray
Liga Inggris 18 Agustus 2026, 07:33
-
Inter Milan Siapkan Tawaran Baru untuk Gelandang Liverpool
Liga Inggris 18 Agustus 2026, 07:27
-
Manchester United dan Para Rival yang Bisa Jegal Arsenal di Premier League 2026-27
Liga Inggris 18 Agustus 2026, 07:19
-
Inter Milan Bangkit Ketika Semua Mengira Mereka Sudah Mati
Liga Italia 18 Agustus 2026, 06:37
-
Juventus Dapat Kiper Tottenham, Luciano Spalletti: Saya Sangat Mengenalnya
Liga Italia 18 Agustus 2026, 06:32
-
Kylian Mbappe dan Refleksi Level yang Ingin Dilihat Real Madrid Sepanjang Musim
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 06:27
-
Rafael Leao Ditawarkan ke Roma, AC Milan Pasang Harga Anyar
Liga Italia 18 Agustus 2026, 05:55
-
RB Leipzig Ingin Pulangkan Nkunku dari AC Milan
Liga Italia 18 Agustus 2026, 05:49
-
Federico Valverde Bukan Toni Kroos, Mourinho Harus Ubah Perannya di Real Madrid
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 05:43
-
Belum Menyerah! Inter Milan Nego Liverpool Lagi untuk Curtis Jones
Liga Italia 17 Agustus 2026, 23:59
-
Dewata Challenge Series 2026: Eliano Reijnders Siap Bermain Lawan Bali United
Bola Indonesia 17 Agustus 2026, 23:36
-
Klub Saudi Pro League Bermiant Pada Pedro Neto, Chelsea Tergoda Jual?
Liga Inggris 17 Agustus 2026, 23:30
-
Real Madrid Siap Lepas Eduardo Camavinga ke MU, Minta Harga Segini
Liga Spanyol 17 Agustus 2026, 23:00
-
Michael Carrick Pelatih Bagus, Tapi Tidak Akan Sanggup Bawa MU Juara!
Liga Inggris 17 Agustus 2026, 22:34
LATEST EDITORIAL
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59























KOMENTAR