
Bola.net - Aturan hydration break alias water break menjadi salah satu topik yang paling banyak dibicarakan sepanjang fase grup Piala Dunia 2026. Kebijakan tersebut diterapkan di seluruh pertandingan, terlepas dari kondisi cuaca maupun stadion yang digunakan.
Dalam pelaksanaannya, setiap laga dijadwalkan berhenti selama tiga menit sekali di setiap babak. Meski dimaksudkan untuk memberikan perlakuan yang sama kepada seluruh peserta, aturan itu memicu beragam reaksi dari pemain, pelatih, hingga suporter.
Pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel, menjadi salah satu sosok yang secara terbuka menyampaikan pandangannya. Menjelang laga Grup L melawan Ghana, ia mengungkapkan kekhawatirannya terhadap dampak aturan tersebut terhadap jalannya pertandingan.
Tuchel Nilai Hydration Break Mengubah Karakter Pertandingan

Pada Piala Dunia tahun ini, seluruh 104 pertandingan dijadwalkan memiliki satu kali penghentian permainan selama tiga menit di setiap babak. Pengecualian terjadi pada laga Prancis melawan Irak ketika jeda tersebut dibatalkan setelah pertandingan sempat tertunda dua jam akibat badai petir di Philadelphia.
Aturan tersebut beberapa kali mendapat respons negatif dari suporter selama fase grup. Sejumlah kritik juga muncul karena jeda itu dianggap menyerupai tambahan waktu komersial yang menguntungkan siaran televisi.
Tuchel mengaku awalnya tidak memperkirakan dampak aturan tersebut akan begitu besar terhadap jalannya pertandingan.
"Saya pikir itu menginterupsi dan mengubah identitas pertandingan sepak bola jauh lebih besar daripada yang saya bayangkan," kata Tuchel.
"Tentu saya pernah mengalami hydration break sebelumnya ketika cuaca benar-benar sangat panas dan memang dibutuhkan, tetapi durasinya lebih singkat."
Menurut Tuchel, perbedaan utama terletak pada penerapan yang kini berlaku untuk semua tim dan hampir seluruh pertandingan.
Momentum Pertandingan Dinilai Sulit Terbangun

Tuchel menilai penghentian permainan yang terjadwal membuat pertandingan terasa terbagi menjadi beberapa bagian yang berbeda. Kondisi tersebut, menurutnya, memengaruhi ritme alami yang biasanya berkembang sepanjang laga.
"Sekarang itu menjadi soal keadilan bagi setiap tim. Kini pertandingan hampir terbagi menjadi empat kuarter dan itu mengubah karakter pertandingan lebih dari yang saya kira," lanjut Tuchel.
Sebagai pelatih, ia mengakui jeda tersebut memberikan kesempatan untuk berkomunikasi langsung dengan para pemain. Namun secara keseluruhan, ia lebih menyukai pertandingan yang berlangsung terus tanpa gangguan.
"Saya suka sebagai pelatih bisa memiliki pengaruh dan mengumpulkan tim saya bersama-sama, tetapi secara keseluruhan saya menyukai sepak bola ketika dimainkan terus dalam satu babak."
"Hal itu membangun momentum, itu bagian dari permainan."
Momentum Juga Bagian dari Persaingan
Tuchel menambahkan bahwa mempertahankan momentum merupakan bagian penting dari persaingan di atas lapangan. Meski memahami alasan keadilan di balik kebijakan tersebut, ia merasa karakter khas sepak bola justru berkurang karena adanya penghentian permainan yang rutin.
"Sulit membangun momentum dan sulit mempertahankan momentum. Itulah pertarungan di lapangan di antara para pemain, yang berlangsung dalam periode waktu yang lebih panjang," Tuchel menambahkan.
"Hal itu menambah karakter permainan yang indah ini. Aturan tersebut justru menguranginya. Tetapi dari sudut pandang keadilan, tentu masuk akal jika semua orang mendapatkannya."
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Live Streaming Inggris vs Ghana di Piala Dunia 2026, Rabu 24 Juni 2026
Piala Dunia 23 Juni 2026, 23:00
LATEST UPDATE
-
Pemain Juventus Muak, Luciano Spalletti Dianggap Terlalu Banyak Bicara!
Liga Italia 30 Oktober 2026, 22:58
-
Dominic Calvert-Lewin Diincar MU, Leeds: Maaf, Gak Dulu!
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 22:57
-
Hitung Mundur Menuju 1000 Gol Cristiano Ronaldo, Kurang Berapa?
Piala Dunia 30 Oktober 2026, 22:20
-
Youri Tielemans Lega Michael Carrick Selamat dari Pemecatan di MU
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 22:07
-
Tidak Takut, Michael Carrick Justru Tidak Sabar MU Hadapi Chelsea
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 21:46
-
Prediksi BRI Super League: PSM vs Madura United 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:10
-
Prediksi BRI Super League: Persik vs Persita 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:05
-
Prediksi BRI Super League: Arema FC vs Bali United 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:00
-
Prediksi BRI Super League: Dewa United vs Persija 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 19:55
-
Tempat Menonton Persebaya vs Persijap di BRI Super League, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 18:05
-
Nova Arianto Semringah Lihat Amar Brkic Bersinar di Borneo FC
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 18:00
-
Link Streaming Persebaya vs Persijap, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 17:59
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18

























KOMENTAR