
Bola.net - Bintang Timnas Prancis dan PSG, Kylian Mbappe, buka-bukaan. Ia mengatakan kalau rekan setimnya tidak memberi dukungan usai gagal mengeksekusi penalti yang membuat Les Blues tersingkir dari ajang Euro 2020.
Prancis datang dengan status yang berat: juara Piala Dunia 2018. Dengan skuat lengkap di setiap sektor, publik sangat berharap pasukan Didier Deschamps mampu menunjukkan performa terbaik di pentas tersebut.
Masuk ke dalam grup neraka sama sekali tidak membantu. Seperti yang diketahui, Prancis ada di Grup F dengan negara-negara adidaya seperti Portugal dan Jerman. Untungnya, mereka mampu lolos ke fase gugur.
Namun di luar dugaan, Prancis cuma bisa melaju sampai babak 16 besar saja. Mereka diprediksi bisa melewati hadangan dari Swiss, tapi kenyataannya harus bertekuk lutut setelah kalah lewat drama adu penalti.
Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.
Dianggap Sebagai Masalah
Drama adu penalti di pertandingan tersebut sebenarnya berjalan sangat mulus buat Prancis. Empat eksekutornya, Paul Pogba, Olivier Giroud, Marcus Thuram, dan Presnel Kimpembe mampu melaksanakan tugasnya dengan baik.
Berhubung para algojo Swiss juga melakukan tugasnya dengan baik, adu penalti pun berlanjut hingga ke penendang kelima. Mbappe gagal mencetak gol, sementara Admir Mehmedi bisa melakukannya. Jadilah Prancis tersingkir dari Euro 2020.
Tiga bulan berselang, barulah Mbappe bisa menceritakan apa yang terjadi setelah pertandingan berakhir. "Saya akan selalu bermain buat timnas saya secara gratis. Di atas semuanya, saya tidak pernah ingin menjadi masalah," ujarnya kepada L'Equipe.
"Tapi dari momen di mana saya merasa mulai menjadi masalah dan orang-orang merasa saya adalah masalah... saya menerima pesan, bahwa ego saya yang membuat kami kalah, bahwa saya terlalu menginginkan ruang, dan bahwa tanpa saya, kami mungkin menang."
"Hal terpenting adalah Timnas Prancis dan apabila Timnas Prancis lebih senang tanpa kehadiran saya, [saya akan pergi]," lanjutnya.
Tidak Mendapatkan Dukungan
Mbappe kurang merasakan adanya dukungan dari rekan-rekan setimnya usai gagal mengeksekusi penalti. Tetapi, penyerang berusia 22 tahun tersebut tidak terlalu memikirkannya. Toh, sejak awal, dia tidak pernah meminta hal semacam itu.
"Saya sepakat, saya mungkin bisa [mendapatkan dukungan yang lebih di lapangan]. Tapi saya tak pernah memintanya, itu bukan hal yang sama. Tentu saja, rasanya akan menyenangkan. Tapi saya tidak pernah meminta dukungan atas sesuatu yang kacaukan."
"Anda tidak bisa melihat hal-hal dengan cara yang sinis: Pada momen yang panas, semuanya kecewa karena tereliminasi. Di ruang ganti, para pemain datang menemui saya."
"Yang membuat saya terkejut, lagi-lagi, adalah ketika dipanggil monyet karena penalti. Itulah mengapa saya menginginkan dukungan, bukan karena saya mengambil penalti ke arah kiri dan [Yann] Sommer menghentikannya," pungkasnya.
(L'Equipe - via Goal International)
Baca Juga:
- Kylian Mbappe Diklaim Alami Kemunduran Performa dalam 3 Tahun Terakhir, Sepakat?
- Kylian Mbappe: Kalau Pindah, Saya Hanya akan ke Real Madrid
- Bantah Mata Duitan, Kylian Mbappe: Saya Sudah Minta Pindah dari Bulan Juli!
- Messi + Mbappe + Neymar: 13 Tembakan, Semuanya Melenceng!
- Ngeri! Real Madrid Sanggup Duetkan Kylian Mbappe dan Erling Haaland di 2022
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Pengakuan Mbappe Soal Giroud: Nggak Ada Masalah
Piala Dunia 5 Oktober 2021, 22:54
-
Turun Gunung, Zinedine Zidane Bakal Latih PSG?
Liga Eropa Lain 5 Oktober 2021, 21:04
-
Cihuy! Perez Beri Kode Madrid Bakal Segera Tuntaskan Transfer Mbappe
Liga Spanyol 5 Oktober 2021, 19:29
-
Kritikan untuk Neymar: Dia Hebat, tapi Anak Nakal yang Manja
Liga Eropa Lain 5 Oktober 2021, 13:58
-
Bukan Cuma Mbappe, Messi dan 3 Pemain Ini Juga Pernah Menentang Klubnya
Liga Inggris 5 Oktober 2021, 13:56
LATEST UPDATE
-
Daftar Pelatih yang Sudah Dipecat pada Musim 2025/2026
Liga Inggris 5 Januari 2026, 18:15
-
Terungkap, Ini Ketegangan di Balik Layar Sebelum Man Utd Pecat Ruben Amorim
Liga Inggris 5 Januari 2026, 18:01
-
Usai Pecat Ruben Amorim, MU Tidak Buru-buru Cari Manajer Baru?
Liga Inggris 5 Januari 2026, 17:55
-
Rekam Jejak Ruben Amorim Dipecat Man United: Hanya 24 Kemenangan dari 63 Laga
Liga Inggris 5 Januari 2026, 17:45
-
Pernyataan Lengkap Manchester United Soal Pemecatan Ruben Amorim
Liga Inggris 5 Januari 2026, 17:39
-
Ruben Amorim Dipecat, Siapa Pelatih Man United Sekarang?
Liga Inggris 5 Januari 2026, 17:33
-
Perubahan Gaya Main Liverpool di Era Arne Slot Jadi Bumerang di Anfield
Liga Inggris 5 Januari 2026, 17:27
-
Daftar Pemain Voli Putri Jakarta Electric PLN Mobile di Proliga 2026
Voli 5 Januari 2026, 17:14
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester United Musim Depan
Editorial 5 Januari 2026, 15:52
-
Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenior: Revolusi Taktik Dimulai
Editorial 5 Januari 2026, 15:25
-
7 Pemain yang Pernah Menangis Karena Jose Mourinho, Ada Cristiano Ronaldo
Editorial 5 Januari 2026, 13:58
-
3 Kandidat Pengganti Enzo Maresca di Chelsea
Editorial 1 Januari 2026, 13:40



















KOMENTAR