Drenthe juga pernah membela tim nasional Belanda U-21 sebanyak 17 kali antara tahun 2006 dan 2008, dan menjadi bagian dari tim yang memenangkan Kejuaraan Eropa 2007. Setelah itu, ia hanya tampil satu kali untuk tim nasional Belanda B, dan satu kali untuk tim nasional senior.
Dalam karier klubnya, Drenthe memulai sebagai pemain muda di Feyenoord sebelum pindah ke Excelsior. Setelah dua tahun bermain di Excelsior, ia kembali ke Feyenoord dan berhasil naik ke tim utama pada musim 2005-2006. Ia membuat debut di Eredivisie melawan Vitesse dan tampil dalam tiga pertandingan sepanjang musim tersebut. Pada musim berikutnya, Feyenoord menerima tawaran sebesar €14 juta dari Real Madrid setelah Drenthe mengancam akan membawa klub ke pengadilan jika tidak diperbolehkan pindah.
Di Real Madrid, Drenthe membuat debut resminya sebagai pemain tengah dalam pertandingan leg kedua Spanish Supercup melawan Sevilla. Ia mencetak gol penyama kedudukan 1-1 dari jarak 40 yard, dengan bola mengenai mistar dan melintasi garis gawang. Namun, Real Madrid kalah 3-5 secara agregat. Drenthe tampil reguler di musim debutnya di Madrid, baik sebagai gelandang sayap kiri maupun kanan, namun kemudian jarang mendapatkan kesempatan setelah perkembangan Marcelo, bahkan beberapa kali tidak masuk dalam daftar 18 pemain oleh pelatih Bernd Schuster. Pada suatu waktu, Drenthe juga mengalami masalah disiplin dan dikeluarkan dari tim nasional Belanda U-21. Meskipun begitu, ia tetap menjadi pemain yang menarik perhatian dengan kecepatan dan keterampilannya di lapangan.