Samsudin merupakan lulusan Akademi Militer Bandung Jurusan Teknik (Zeni) pada tahun 1959. Setelah lulus, ia bergabung dengan kesatuan tempur RPKAD (sekarang Kopassus). Ia memiliki karier yang unik karena sebagai prajurit komando, ia diizinkan memiliki dua korps. Bahkan setelah menjadi panglima Kodam X/Lambung Mangkurat di Kalimantan Tengah, Samsudin menjadi komandan Pusat Kesenjataan Infanteri (Pussenif) pada periode 1985-1987.
Selama karier militernya, Samsudin juga mengikuti berbagai pendidikan militer. Ia pernah mengikuti pendidikan di Atekad Bandung pada tahun 1959, Sesarcab Zeni, Komando, SSKAD, dan Seskogab.
Berikut ini adalah riwayat jabatan Samsudin: Danton Yonzikon 13 Caduad (1959-1961), Danton Yonzipur 1/Dhira Dharma (1961-1963), Danki Yonzikon 13 (1963-1966), Danden Parako (1966-1968), Waasops Puspassus (1968-1969), Waaslitbang Puspassus (1969-1970), Waaspers Puspassus (1970), Dangrup 1/Kopassandha (1970-1975), Asops Kasdam XVII/Cenderawasih (1975-1978), Danrem 172/Praja Wira Yakti (1978-1981), Kasdam XVII/Cenderawasih (1981-1982), Pangdam X/Lambung Mangkurat (1982-1985), Danpussenif (1985-1987).
Samsudin adalah sosok yang berpengalaman dan berkompeten dalam bidang militer. Ia telah memberikan kontribusi yang besar dalam menjaga keamanan dan pertahanan negara. Saat ini, Samsudin tetap aktif dalam berbagai kegiatan sebagai anggota Komnas HAM.