Final Lambang Berakhirnya Keterpurukan

Final Lambang Berakhirnya Keterpurukan

Bola.net - Beberapa tahun ini gaung dari kiprah Italia dan Perancis di kancah kompetisi Internasional baik itu Piala Dunia dan Piala Eropa sudah tidak pernah terdengar. Predikat tim besar dan tim favorit yang disandang Italia dan Perancis sudah mulai luntur di benak para penggemar bola. Hal itu tidak terlepas dari prestasi buruk yang diperoleh kedua tim itu dalam beberapa tahun terakhir. Piala Eropa tahun 2000 seakan menjadi pencapaian terbaik mereka. Waktu itu Italia dan Perancis bertemu di final dan Perancis berhasil keluar sebagai juara. Setelah itu praktis prestasi kedua tim itu begitu tenggelam. Di Piala Dunia 2002 keduanya sama-sama mengalami nasib tragis. Perancis harus tersingkir secara menyakitkan di babak penyisihan grup dengan rekor tidak pernah menang. Italia meski berhasil lolos dari babak penyisihan grup tapi harus terjegal Korea Selatan di babak 16 besar dengan kekalahan 1-2 di babak perpanjangan waktu. Piala Eropa 2004 ternyata penampilan mereka juga tidak kunjung membaik. Italia harus secara tragis tersingkir dulu di babak penyisihan grup dengan hanya tertinggal di perhitungan nilai secara home dan away. Perancis meski sedikit bernasip lebih baik dengan masih lolos ke babak 16 besar tapi akhirnya harus menyerah 0-1 melawan Yunani yang kala itu tampil begitu mengejutkan dan bahkan berhasil menjadi juara Piala Eropa 2004. Prestasi-prestasi buruk itulah yang membuat nama mereka sedikit tenggelam. Begitu juga saat Piala Dunia 2006 ini dimulai, mereka pun begitu diragukan dapat mencapai hasil maksimal. Keraguan itu sedikit terbukti dengan tertatih-tatihnya mereka di babak penyisihan grup terutama Perancis yang hanya mampu sekali menang dan dua kali imbang. Namun setelah tahap demi tahap mereka lalui, permainan mereka pun semakin meningkat dan hebatnya lagi berhasil melangkah ke babak final. Italia berhasil menampilkan permainan terbaik mereka saat lawan Jerman, padahal saat itu Jerman jauh lebih diunggulkan dari mereka. Perancis bahkan membuat publik berdecak kagum dengan penampilan impresif mereka saat menang melawan Spanyol di babak 16 besar.Jadi sangatlah tepat jika final kali ini menjadi momen penting kebangkitan Italia dan Perancis dari segala keterpurukan mereka di beberapa tahun terakhir ini. Kini keoptimisan pun berganyut dalam benak mereka masing-masing. "Kami semua sudah akan hidup dan mati bersama," kata pemain belakang Perancis Eric Abidal, sambil menjelaskan bagaimana timnya tampil luar biasa setelah meraih kemenangan melawan Portugal. "Italia akan menjadi lawan yang tangguh tapi ketika anda bisa mengalahkan Spanyol, Brazil, dan Portugal, anda bisa menengadah dan percaya kepada diri anda sendiri," kata pemain tengah Patrick Vieira.Namun pemain Perancis pun masih begitu menghormati Italia karena kebanyakan dari mereka pernah merasakan atmosfir kompetisi Liga Seri A. Seperti yang dikatakan bek Perancis Lilian Thuram terutama mengenai kekuatan rekan dia setim di Juventus."Tentu saja saya mengenal semua pemain Juventus dengan sangat baik, mereka sangat kuat. Akan menjadi pertandingan yang berat melawan Italia. Tanpa diragukan lagi mereka tim terbaik dalam turnamen tersebut," kata pemain berusia 34 tahun itu. "Sejak awal saya pikir mereka akan jauh melangkah karena mereka adalah sekelompok pemain yang sangat homogen. Anda dapat merasakan solidaritas mereka. Suatu saat ada terlalu banyak ego besar dalam tim Italia, tetapi sekarang mereka saling bekerjasama dan itu akan menjadi sangat sulit bagi kami", tambahnya.Pelatih tim Perancis, Raymond Domenech menekankan totalitas timnya di laga final ini,"Masalah sekarang adalah melakukan segala sesuatunya. Kami tidak dapat hanya berpikir tentang final. Kami harus melakukan segala sesuatunya di final agar kami tidak menyesal." Banyak yang mengharapkan dia tetap percaya pada susunan pemain seperti pada tiga pertandingan sebelumnya sebagai susunan pemain yang solid dimana Zinedine Zidane sebagai pengatur serangan dan Thierry Henry sebagai ujung tombak. Sebelum berlangsung turnamen, Domenech tidak pernah menurunkan tim sama dengan sukses tetapi kini ia sudah menemukan formasi yang baik sehingga hanya kemasukan dua gol dalam enam pertandingan. Hanya Louis Saha yang tidak bisa diturunkan di pertandingan ini.Di kubu Italia, pemain cadangan Alessandro Del Piero pun mengomentari final dan bertemunya kembali dengan mantan rekan setimnya di Juventus Zinedine Zidane. "Itu benar-benar akan merupakan pertandingan mengagumkan, tak ada yang lebih baik ketimbang Perancis lawan Italia, dengan kedua tim menurunkan beberapa pemain luarbiasa, termasuk Zizou. Pada saat ini, saya pikir tidak ada tim yang lebih pantas tampil di final selain kedua tim itu," katanya.Diapun lebih menganggap Perancis lebih difavoritkan untuk menjadi juara."Saya pikir Prancis lebih favorit karena memasuki pertandingan dalam keadaan kurang stres dibanding kami. Di Perancis tidak ada kekacauan seperti kami alami di Italia yang melibatkan klub-klub kami dan tidak ada liputan yang sama dari pers dan televisi seperti di negeri kami," kata Del Piero yang punya hubungan kurang mulus dengan media ItaliaTapi pelatih tim Italia Marcello Lippi yakin permainan tim Italia yang semakin meningkat akan membawa mereka meraih hasil yang terbaik, "Pemain saya semakin meningkat permainannya dalam lanjutan pertandingan, baik secara mental maupun fisik. Ini merupakan tim yang super. Kami memiliki semangat dan ini perlu untuk membuat keputusan pada tingkat pertandingan ini. Hal ini selalu terbukti pada pertandingan dua tim yang memiliki teknik tinggi". Pemain bertahan Italia, Alessandro Nesta, tidak turun lapangan karena menderita cedera nyeri sehingga tidak ikut dalam semua pertandiangan sistem gugur Piala Dunia. Marco Materazzi kembali dipasang di lini tengah bersama kapten Fabio Cannavaro. Pemain tengah Daniele De Rossi sudah melewati masa hukuman empat kali tidak boleh bertanding, setelah sebelumnya menerima kartu merah pada pertandingan kedua grup melawan AS. Prediksi skor 2-1 untuk kemenangan Perancis.[img=/p/fra_vs_ita.gif][/img]PERKIRAAN TIMItalia (4-3-1-2): 1-Gianluigi Buffon; 19-Gianluca Zambrotta, 23-Marco Materazzi, 5-Fabio Cannavaro, 3-Fabio Grosso; 20-Simone Perrotta, 21-Andrea Pirlo, 8-Gennaro Gattuso; 10-Francesco Totti; 9-Luca Toni, 11-Alberto Gillardino. Pelatih: Marcello Lippi Perancis (4-2-3-1): 16-Fabien Barthez; 19-Willy Sagnol, 15-Lilian Thuram, 5-William Gallas, 3-Eric Abidal; 4-Patrick Vieira, 6-Claude Makelele; 22-Franck Ribery, 10-Zinedine Zidane, 7-Florent Malouda; 12-Thierry Henry.Pelatih: Raymond Domenech Wasit: Horacio Elizondo (Argentina) Hakim garis: Dario Garcia (Argentina), Rodolfo Otero (Argentina) HEAD TO HEAD (4 pertandingan akhir)- 16-02-1994 Italia Vs Perancis 0-1 (persahabatan di Naples) - 11-06-1997 Italia Vs Perancis 2-2 (persahabatan di Paris)- 03-07-1998 Italia Vs Perancis 0-0, Perancis menang 4-3 lewat adu penalti (Piala Dunia 1998) - 02-07- 2000 Italia Vs Perancis 1-2 (Piala Eropa 2000)KONDISI TIMItaliaBerada di kondisi puncak karena permainan mereka yang semakin membaik dan berhasil mengalahkan tim unggulan Jerman di semifinal. Tidak ada masalah pemain yang berarti selain tetap absennya Nesta dan tampaknya tidak menjadi masalah karena Materazzi sebagai pengganti tetap menjalankan fungsinya dengan baik.PerancisKembali menemukan kepercayaan diri mereka setelah tampil makin solid di tiap pertandingan, ditambah dengan terus [i]on fire[/i]-nya penampilan bintang mereka Zinedine Zidane yang tampaknya akan berjuang keras agar dapat menutup karirnya dengan menjadi juara. DATA DAN FAKTA- Italia tidak mengalahkan Perancis sejak mereka bertemu di babak final turnamen 1978 ketika mereka menikmati kemenangan 2-1 pada penyisihan grup. Sejak itu, mereka sudah pernah bertemu enam kali dan Perancis menang empat kali dan dua kali seri. - Italia sudah mencetak gol sedikitnya satu kali dalam 10 pertandingan terakhir mereka di babak final Piala Dunia. Sebanyak 10 pemain Italia sudah pernah mencetak gol dalam pertandingan final itu. - Kapten tim Italia, Fabio Cannavaro, akan tampil untuk yang ke-100 kalinya dalam membela tim nasionalnya. - Sebanyak lima pemain Peracis, Fabien Barthez, William Gallas, Claude Makelele, Willy Sagnol, Lilian Thuram bermain penuh dalam enam pertandingan Perancis. (cax)

TAG TERKAIT


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL