Analisis: Kenapa Barcelona Memilih Anthony Gordon daripada Marcus Rashford?

Analisis: Kenapa Barcelona Memilih Anthony Gordon daripada Marcus Rashford?
Anthony Gordon bergabung dengan Barcelona. (c) AP Photo/Joan Mateu

Bola.net - Barcelona membuat gebrakan besar lebih awal menjelang dibukanya bursa transfer musim panas di Spanyol. Klub Catalan telah mencapai kesepakatan yang disebut senilai 80 juta euro untuk merekrut Anthony Gordon dari Newcastle United.

Transfer tersebut bukan hanya menjadi salah satu kesepakatan terbesar musim panas ini, tetapi juga membawa dampak langsung terhadap masa depan Marcus Rashford.

Penyerang Manchester United yang musim lalu bermain sebagai pemain pinjaman di Barcelona kini menghadapi ketidakpastian.

Keputusan Barcelona memilih Gordon dibandingkan mempermanenkan Rashford memunculkan pertanyaan besar. Apa alasan di balik pilihan tersebut, dan ke mana Rashford akan melanjutkan kariernya?

1 dari 4 halaman

Mengapa Barcelona Memilih Anthony Gordon?

Selebrasi Anthony Gordon dalam laga Qarabag vs Newcastle di Liga Champions, Kamis (19/2/2026). (c) AP Photo

Selebrasi Anthony Gordon dalam laga Qarabag vs Newcastle di Liga Champions, Kamis (19/2/2026). (c) AP Photo

Faktor ekonomi menjadi salah satu alasan utama di balik keputusan Barcelona. Gordon masih berusia 25 tahun, tiga tahun lebih muda dibandingkan Rashford yang kini berusia 28 tahun.

Dengan usia yang lebih muda, Barcelona dapat menyebarkan biaya transfer Gordon ke dalam kontrak jangka panjang. Hal itu membuat investasi klub dinilai lebih menguntungkan dibandingkan mengikat Rashford secara permanen.

Selain faktor finansial, Gordon juga dianggap lebih sesuai dengan kebutuhan tim asuhan Hansi Flick. Winger asal Inggris tersebut dikenal mampu bermain dengan intensitas tinggi, baik saat menguasai bola maupun ketika melakukan tekanan tanpa bola.

Minat terhadap Gordon sebenarnya cukup besar. Selain Barcelona, Bayern Munchen juga sempat memantau situasinya sebelum sang pemain akhirnya memilih bergabung ke Camp Nou.

2 dari 4 halaman

Perbedaan Gaya Bermain Gordon dan Rashford

Pemain Barcelona, Marcus Rashford, merayakan gol keempat timnya dalam pertandingan Liga Champions kontra Copenhagen, Kamis (29/1/2026) dini hari WIB. (c) AP Photo/Joan Monfort

Pemain Barcelona, Marcus Rashford, merayakan gol keempat timnya dalam pertandingan Liga Champions kontra Copenhagen, Kamis (29/1/2026) dini hari WIB. (c) AP Photo/Joan Monfort

Secara statistik, Rashford sebenarnya menjalani musim yang cukup produktif bersama Barcelona. Ia mencatatkan 13 gol dan 10 assist di La Liga dan Liga Champions.

Meski begitu, kontribusi tersebut tidak sepenuhnya mencerminkan pengaruhnya dalam sistem permainan Barcelona.

Rashford hanya mencatat 23 kali menjadi starter di dua kompetisi tersebut, bahkan lebih sedikit dibandingkan Raphinha yang beberapa kali harus menepi karena cedera.

Barcelona sangat mengandalkan tekanan agresif dari lini depan. Dalam dua musim terakhir, Raphinha menjadi salah satu pemain terbaik tim dalam memaksa lawan kehilangan bola di area tinggi.

Saat cedera menimpa Raphinha dan Pedri sepanjang musim 2025/2026, kemampuan pressing Barcelona mengalami penurunan. Rashford dinilai kesulitan memberikan intensitas yang sama, terutama dalam situasi tanpa bola.

Penurunan daya ledak yang dahulu menjadi ciri khasnya juga terlihat saat menyerang. Rashford lebih sering meminta bola ke kaki dibandingkan melakukan pergerakan agresif ke ruang kosong di belakang garis pertahanan lawan.

3 dari 4 halaman

Keunggulan Anthony Gordon yang Dicari Barcelona

Gordon menawarkan profil pemain yang berbeda. Ia dikenal lebih eksplosif, agresif dalam melakukan sprint, dan memiliki variasi pergerakan tanpa bola yang lebih banyak.

Kemampuannya dalam membuka ruang membuatnya nyaman bermain melebar untuk meregangkan pertahanan lawan maupun bergerak lebih dekat dengan penyerang tengah. Selain itu, Gordon juga dikenal sebagai dribbler yang berani mengambil risiko dalam situasi satu lawan satu.

Dari sisi kreativitas, pemain Newcastle tersebut juga dianggap lebih efektif dalam mengirimkan umpan silang dan menciptakan peluang. Energinya saat bertahan menjadi nilai tambah yang sangat dihargai oleh staf pelatih Barcelona.

Meski demikian, Gordon dan Rashford sama-sama masih memiliki kelemahan dalam penyelesaian akhir. Dalam dua musim terakhir Premier League, Gordon hanya mampu mengonversi 10 dari 29 peluang besar yang didapatkannya.

Tak hanya itu, performanya di Liga Champions musim ini cukup menjanjikan. Gordon berhasil mencetak gol dari 10 dari 14 peluang besar yang ia peroleh, catatan yang diyakini Barcelona bisa terus meningkat di masa depan.

4 dari 4 halaman

Ke Mana Marcus Rashford Akan Berlabuh?

Meski masa depannya di Barcelona kini tampak suram, Rashford masih memiliki sejumlah opsi. Kendala terbesar bagi banyak klub kemungkinan adalah gajinya yang tinggi.

Kendati demikian, jika Rashford bersedia menerima pemotongan gaji seperti saat bergabung ke Barcelona, peluang untuk menemukan klub baru akan semakin terbuka. Apalagi Manchester United juga disebut tidak menutup kemungkinan untuk kembali meminjamkannya.

Aston Villa menjadi salah satu kandidat yang masuk akal. Setelah memastikan tiket Liga Champions, tim asuhan Unai Emery membutuhkan kedalaman skuad yang lebih baik di lini depan.

Rashford sebelumnya sempat menunjukkan performa impresif saat menghadapi PSG di Liga Champions. Karakteristiknya sebagai pembawa bola yang mampu menyerang ruang juga cocok dengan pendekatan taktik Emery.


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL