
Bola.net - Barcelona harus berpikir ulang setelah rangkaian kesalahan fatal Ronald Araujo dalam ajang Liga Champions kembali menghantui perjalanan mereka. Di markas Chelsea, sang kapten membuat keputusan keliru yang mengubah nasib tim secara drastis. Kejadian ini bukan lagi dianggap sebagai kesalahan tunggal, melainkan puncak dari pola yang telah berulang dalam tiga musim terakhir.
Pertanyaan besar pun mencuat: apakah Barcelona sebaiknya terus membangun proyek jangka panjang bersama Araujo, atau justru melepasnya demi menata ulang fondasi lini belakang? Situasi menjadi semakin rumit karena sang bek sekaligus pemimpin ruang ganti masih memiliki sisi positif yang tidak bisa diabaikan begitu saja.
Artikel ini mengurai secara mendalam sisi baik, buruk, dan pelik dari dilema terbesar Barcelona saat ini. Dari kualitas individual, kerentanan mental di Eropa, kondisi kontrak, hingga prospek pasar—semua dikaji untuk memahami keputusan apa yang paling masuk akal bagi masa depan klub.
Araujo dan Janji Besar yang Dulu Dibanggakan Barcelona

Sejak promosi ke tim utama, Araujo dipandang sebagai bek ideal yang sudah lama dinantikan Barcelona. Cepat, agresif, kuat dalam duel udara, dan berani mengambil risiko—atribut inilah yang membuat Xavi pernah memujinya sebagai “masa kini dan masa depan Barcelona” serta “salah satu bek tengah terbaik dunia”.
Vinicius Junior bahkan mengaku bahwa Araujo adalah pemain yang paling sulit ia lewati, menilainya “sangat bagus dan sangat kuat”. Reputasi tersebut, ditambah sikap profesional sang pemain, membuatnya masuk dalam jajaran kapten.
Kontrak Panjang dan Status sebagai Fondasi Proyek Barcelona

Pada Januari 2025, Barcelona memagari Araujo dengan kontrak hingga 2031 dan klausul rilis €1 miliar (sekitar Rp17,3 triliun). Dengan usia 26 tahun, paket gaji besar, dan komitmen jangka panjang, ia diproyeksikan sebagai pilar utama. Akan tetapi, kondisi mendadak berubah karena serangkaian performa buruk di level Eropa.
Tiga Musim di Barcelona, Tiga Luka Besar di Kompetisi Eropa

Masalah Araujo di ajang elite Eropa bukan baru muncul. Kekalahan dari Eintracht Frankfurt pada 2022 menjadi tanda pertama. Lalu melawan PSG pada 2024, ia diganjar kartu merah dalam situasi krusial. Ilkay Gundogan menegaskan pentingnya menjaga 11 pemain di lapangan, menandai kritik keras terhadap penilaian keputusan Araujo.
Puncaknya terjadi melawan Chelsea: dua kartu kuning cepat, keputusan impulsif, dan Barcelona kalah dengan tragis.
Kekalahan Barcelona di Stamford Bridge

Kesalahan Araujo melawan Chelsea memperparah narasi bahwa ia rentan panik di momen-momen krusial. Barcelona kalah 0-3, dan sang kapten kembali disalahkan sebagai pemicu kehancuran. Tiga musim terakhir menunjukkan pola yang konsisten ketika tensi pertandingan meningkat.
Menurunnya Nilai Pasar Araujo

Dua tahun lalu, Bayern Munchen bersedia membayar sekitar €100 juta (sekitar Rp1,7 triliun) untuk memboyongnya. Juventus juga pernah mengajukan tawaran. Sekarang, berdasarkan nilai pasar terbaru, ia hanya dihargai sekitar €35 juta (sekitar Rp604 miliar). Jika Barcelona menjualnya pada form saat ini, klub berada dalam posisi lemah dalam negosiasi.
Mengapa Barcelona Masih Punya Alasan untuk Mempertahankan

Secara fisik, Araujo tetap termasuk bek paling dominan di dunia. Dalam sistem garis tinggi Barcelona, kecepatannya sangat penting. Ia juga memiliki pasangan ideal dalam diri Pau Cubarsi, yang jago distribusi bola. Selain itu, usia 26 tahun membuatnya masih mungkin berkembang dan menekan impuls-impuls destruktif yang selama ini merugikan tim.
Mengapa Barcelona Perlu Serius Mempertimbangkan Penjualan Araujo

Dari PSG, Inter, hingga Chelsea, satu pola yang sama muncul: ketika tekanan memuncak, keputusan Araujo justru merugikan tim, padahal konsistensi dalam laga besar adalah syarat utama bagi klub yang ingin kembali berjaya di pentas Eropa. Dengan hadirnya Cubarsi dan perkembangan Eric Garcia, Barcelona bisa menimbang opsi regenerasi total.
Sumber: Barca Universal
Klasemen
Baca Artikel-artikel Menarik Lainnya:
- Hasil Barcelona vs Alaves: Start Buruk, Yamal dan Olmo Gemilang, Blaugrana Berbalik Menang
- Man of the Match Barcelona vs Alaves: Raphinha
- Barcelona vs Alaves: Siapa yang Paling Menonjol? Ini Rapor Pemain Blaugrana
- Barcelona vs Alaves: Kebangkitan Raphinha, Ketajaman Olmo, dan Energi Pedri Angkat Performa Blaugrana
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Man of the Match Sevilla vs Barcelona: Raphinha
Liga Spanyol 20 September 2026, 04:10
-
Hasil Sevilla vs Barcelona: Hattrick Raphinha Jaga Start Sempurna Blaugrana!
Liga Spanyol 20 September 2026, 04:00
-
Man of the Match Roma vs Inter: Lautaro Martinez
Liga Italia 20 September 2026, 01:19
-
Hasil Roma vs Inter: Comeback Nerazzurri Paksa Giallorossi Berbagi Angka
Liga Italia 20 September 2026, 00:57
-
Baru Saja Debut, Kiper Juventus Kamil Grabara Malah Alami Cedera ACL
Liga Italia 20 September 2026, 00:26
-
Link Live Streaming Sevilla vs Barcelona 20 September 2026
Liga Spanyol 19 September 2026, 23:59
-
5 Pelajaran Arsenal 0-3 Brighton: Malam Buruk The Gunners di Amex Stadium
Liga Inggris 19 September 2026, 23:35
-
Rapor Pemain Arsenal saat Kalah dari Brighton: Bruno Guimaraes dan Odegaard Melempem
Liga Inggris 19 September 2026, 23:21
-
Man of the Match Brighton vs Arsenal: Pascal Gross
Liga Italia 19 September 2026, 23:14
-
Hasil Brighton vs Arsenal: The Gunners Kalah Telak 0-3
Liga Inggris 19 September 2026, 22:55
-
Mourinho Tak Khawatir Barcelona, Real Madrid Disebut Tak Bisa Dibandingkan
Liga Spanyol 19 September 2026, 22:00
-
Tottenham Akhirnya Cetak Gol, tetapi Kalah dari Aston Villa
Liga Inggris 19 September 2026, 21:25
-
Link Live Streaming Roma vs Inter 19 September 2026
Liga Italia 19 September 2026, 21:00
-
Hasil Bhayangkara FC vs Isenmulang FC: The Guardians Menang 2-0
Bola Indonesia 19 September 2026, 20:57
-
Hasil BRI Super League: Java United Tersungkur, Persija Lanjutkan Start Sempurna
Bola Indonesia 19 September 2026, 20:55
LATEST EDITORIAL
-
Bukan Cuma Ronaldo, 3 Pemain Ini Juga Pernah Membela Real Madrid dan Inter Milan
Editorial 8 September 2026, 20:58
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33

























KOMENTAR