Di Usia 18 Tahun Seperti Lamine Yamal, Apakah Lionel Messi Sudah Juara Liga Champions?

Di Usia 18 Tahun Seperti Lamine Yamal, Apakah Lionel Messi Sudah Juara Liga Champions?
Selebrasi Lamine Yamal dalam laga Barcelona vs Celta Vigo di La Liga 2025/2026, Kamis (23/4/2026). (c) AP Photo/Joan Monfort

Bola.net - Langkah Barcelona resmi terhenti di babak perempat final Liga Champions musim 2025/2026. Hasil pahit ini memastikan harapan Lamine Yamal meraih trofi Eropa pertamanya kembali tertunda.

Kekalahan tersebut memicu perbandingan statistik antara dirinya dengan sang legenda, Lionel Messi. Pasalnya, Messi sudah merasakan manisnya gelar juara tersebut saat masih berusia sangat belia.

Yamal kini sudah menjadi pilar paling krusial bagi skuad Blaugrana di berbagai kompetisi. Namun, koleksi gelarnya sejauh ini baru mencakup kompetisi domestik seperti La Liga dan Copa del Rey.

Sementara itu, Messi di usia yang sama telah menancapkan kuku di panggung tertinggi Benua Biru. Perbedaan sejarah antara kedua talenta hebat ini kini kembali menjadi perbincangan hangat publik.

1 dari 3 halaman

Kandas di Tangan Atletico Madrid

Reaksi kecewa Lamine Yamal usai Barcelona kalah 0-2 melawan Atletico Madrid di leg pertama perempat final Liga Champions, 9 April 2026 di Camp Nou. (c) AP Photo/Joan Monfort

Reaksi kecewa Lamine Yamal usai Barcelona kalah 0-2 melawan Atletico Madrid di leg pertama perempat final Liga Champions, 9 April 2026 di Camp Nou. (c) AP Photo/Joan Monfort

Atletico Madrid tampil begitu solid dalam dua leg babak perempat final musim ini. Mereka sukses mengejutkan publik Camp Nou dengan kemenangan telak dua gol tanpa balas.

Barcelona mencoba membalas saat bertamu ke markas Atletico di Estadio Metropolitano demi mengejar ketertinggalan. Skuad Blaugrana hanya mampu menang tipis dengan skor 2-1 di hadapan pendukung lawan.

Hasil tersebut tidak cukup untuk membawa Barcelona melangkah lebih jauh ke babak semifinal. Mereka harus pulang dengan tangan hampa meski sudah memberikan perlawanan yang sangat sengit di lapangan.

Kegagalan ini memastikan trofi Si Kuping Besar tetap menjauh dari genggaman wonderkid asal Spanyol itu. Ia harus bersabar setidaknya hingga musim 2026/2027 untuk kembali mencoba peruntungannya meraih gelar juara.

2 dari 3 halaman

Lamine Yamal vs Lionel Messi di Usia 18 Tahun

Pemain Barcelona Lamine Yamal terlihat kecewa setelah laga leg pertama perempat final Liga Champions antara Barcelona vs Atletico Madrid di Barcelona, Spanyol, Rabu, 8 April 2026 (c) AP Photo/Joan Monfort

Pemain Barcelona Lamine Yamal terlihat kecewa setelah laga leg pertama perempat final Liga Champions antara Barcelona vs Atletico Madrid di Barcelona, Spanyol, Rabu, 8 April 2026 (c) AP Photo/Joan Monfort

Lamine Yamal akan genap berusia 19 tahun dalam tiga bulan mendatang tanpa gelar juara Eropa. Catatan ini berbanding terbalik dengan torehan gemilang yang pernah diukir oleh Lionel Messi.

La Pulga sudah mengangkat trofi Liga Champions pertamanya saat masih berusia 18 tahun 10 bulan. Gelar tersebut diraih Messi saat Barcelona mengalahkan Arsenal pada partai final tahun 2006 silam.

Meski tidak bermain di laga puncak, Messi terlibat aktif dalam enam laga selama kompetisi berlangsung. Ia sempat mencatatkan satu gol ke gawang Panathinaikos saat masih berada di babak penyisihan grup.

Pencapaian bersejarah itu membuat Messi jauh lebih unggul dalam urusan trofi kolektif di level internasional. Lamine Yamal kini masih harus berjuang keras untuk bisa mengejar bayang-bayang kesuksesan sang idola.

3 dari 3 halaman

Statistik Individu di Pentas Liga Champions

Walau belum juara, statistik individu Lamine Yamal sebenarnya sangat mengesankan bagi pemain seusianya. Ia sudah mencatat total 33 pertandingan di kompetisi Liga Champions bersama Barcelona.

Yamal sukses membukukan 11 gol serta menyumbangkan 10 assist dari tiga edisi berbeda. Angka ini bahkan melampaui jumlah penampilan Messi saat pertama kali mencicipi gelar juara Eropa.

Sebagai perbandingan, Messi baru mengoleksi gelar keduanya di usia 22 tahun setelah menumbangkan Manchester United. Saat itu, ia tampil sangat dominan dengan mencetak sembilan gol dalam satu musim penuh.

Lamine Yamal kini memiliki tantangan besar untuk membuktikan diri sebagai suksesor sejati di masa depan. Target terdekatnya adalah membantu Barcelona kembali bersaing di level tertinggi Eropa pada musim depan.


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL