Bola.net - - Mantan pelatih Real Madrid, Fabio Capello turut menyuarakan pendapatnya soal kesulitan Los Blancos sepanjang musim ini. Pelatih kawakan itu yakin Madrid kesulitan karena banyak tim lawan yang tidak lagi gentar menghadapi mereka setelah ditinggal sang megabintang, Cristiano Ronaldo.
Musim 2018/19 ini berjalan begitu buruk untuk Madrid. Sergio Ramos dkk. tampaknya bakal menutup musim tanpa trofi mayor seiring penampilan buruk di La Liga, dan tersingkir dari Liga Champions serta Copa del Rey. Kepergian Ronaldo disinyalir telah jadi salah satu alasan kuat di balik keterpurukan Madrid.
Sebab itu, di sisa musim ini Madrid kembali berharap pada Zinedine Zidane untuk mengamankan peringkat kedua klasemen akhir La Liga, serta berusaha menganalisis kekurangan skuat. Pembangunan besar-besaran bakal dimulai Madrid untuk kembali kompetitif musim depan.
Menyebut kepergian Ronaldo sebagai penyebab kegagalan Madrid terkesan klise, tetapi Capello yakin itulah yang benar terjadi. Baca komentar selengkapnya di bawah ini ya, Bolaneters!
Memulai dari 0-0
Capello selalu mengatakan bahwa Madrid beserta Barca merupakan dua tim istimewa di La Liga. Karena terlalu kuat, kedua tim ini terbilang memulai laga dengan keunggulan 1-0, yang berarti tim lawan harus berbuat ekstra untuk mengalahkan mereka.
Biarpun demikian, faktor keunggulan itu tidak lagi tampak pada Madrid musim ini. Capello yakin Madrid kesulitan karena mereka kehilangan faktor penentu itu.
"Saya selalu berkata, bahwa Real Madrid dan Barcelona memulai laga dengan kemenangan 1-0, dan jika anda ingin mengalahkan mereka maka anda harus mencetak setidaknya dua gol," tutur Capello di World Soccer Congress via Marca.
"Tahun ini, Madrid kehilangan 1-0 itu, dan memulai laga 0-0 seperti tim-tim lainnya, dan karena itulah mereka menghadapi begitu banyak kesulitan."
Dulu Takut Ronaldo
Lebih lanjut, Capello menyebut jika ingin melihat betapa besarnya dampak yang diberikan Ronaldo, melihat Juventus musim ini sudah cukup menjelaskan segalanya. Tim yang bermain bersama Ronaldo sudah membuat tim lawan ketakutan bahkan sebelum laga dimulai, hal inilah yang hilang dari Madrid.
"Sekarang kita bisa melihat apa yang terjadi di Juventus bersama Cristiano [Ronaldo], sebab dengan dia, bek-bek lawan sangat takut sebelum pertandingan dimulai, dan sekarang itu tidak lagi terjadi [di Madrid]," tutup Capello.
Terlepas dari kegagalan Madrid tanpa Ronaldo, bagaimanapun masa-masa ini bakal dialami Madrid cepat atau lambat. Mengalaminya saat ini dapat dikatakan cukup baik, sebab dengan demikian Madrid siap memulai membangun skuat lebih awal lagi.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Ayah Mbappe Jadi Mual Anaknya Terus Dikaitkan Dengan Madrid
Liga Eropa Lain 14 April 2019, 21:31
-
Data dan Fakta La Liga: Leganes vs Real Madrid
Liga Spanyol 14 April 2019, 17:00
-
Prediksi Leganes vs Real Madrid 16 April 2019
Liga Spanyol 14 April 2019, 16:47
-
Lucas Vasquez Harap-Harap Cemas dengan Kedatangan Pogba dan Hazard
Liga Spanyol 14 April 2019, 08:15
-
Real Madrid Terus Mengamati The New Mbappe
Liga Spanyol 14 April 2019, 04:30
LATEST UPDATE
-
Neco Williams Masuk Radar Transfer MU, Disiapkan untuk Saingi Luke Shaw
Liga Inggris 11 Juli 2026, 22:12
-
Gelandang Afrika Selatan Jayden Adams Meninggal Dunia
Piala Dunia 11 Juli 2026, 21:08
-
Jalan Menuju AS Roma untuk Alejandro Garnacho
Liga Italia 11 Juli 2026, 19:31
-
Alasan Romantis Sandy Walsh Pilih Nomor Punggung 6 di Persib
Bola Indonesia 11 Juli 2026, 17:49
-
Momen Emas Ole Romeny untuk Bangkit Bersama Fortuna Sittard
Piala Dunia 11 Juli 2026, 17:35
-
Jose Mourinho Blokir Kepindahan Federico Valverde ke Manchester United
Liga Spanyol 11 Juli 2026, 17:00
-
Mau Kalahkan Norwegia, Inggris Harus Bisa 'Matikan' Erling Haaland
Piala Dunia 11 Juli 2026, 14:00
-
Gelandang Timnas Prancis Ini Gantikan Ederson di Manchester United?
Liga Inggris 11 Juli 2026, 13:00
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55
























KOMENTAR