La Masia Jadi Tambang Emas: Barcelona Raup Lebih Rp850 Miliar dari Penjualan Lulusan Akademi Sejak 2024

La Masia Jadi Tambang Emas: Barcelona Raup Lebih Rp850 Miliar dari Penjualan Lulusan Akademi Sejak 2024
Pedro Fernandez saat masih bermain untuk Barcelona (c) Official X Barcelona

Bola.net - Barcelona membuktikan bahwa La Masia bukan sekadar pabrik talenta, melainkan juga mesin pemasukan yang sangat vital. Sejak 2024, klub asal Catalunya itu sukses mengantongi lebih dari €50 juta dari hasil penjualan pemain akademi.

Pendapatan tersebut setara sekitar Rp850 miliar dengan asumsi kurs €1 sekitar Rp17.000. Angka itu menjadi sangat signifikan di tengah upaya Barcelona menyeimbangkan neraca keuangan dan mematuhi regulasi finansial.

Ironisnya, pemasukan besar ini hadir di tengah rasa kecewa staf pelatih, terutama Hansi Flick. Barcelona baru saja harus melepas Dro Fernandez, salah satu talenta paling menjanjikan yang lahir dari La Masia dalam beberapa tahun terakhir.

Kepergian Dro ke PSG menegaskan dilema klasik Barcelona: mempertahankan bakat terbaik atau melepasnya demi stabilitas finansial. Dalam konteks ini, Blaugrana memilih jalan realistis.

1 dari 3 halaman

Dro Fernandez dan Deretan Transfer Bernilai Tinggi

Fermin Lopez merayakan gol kedua timnya dalam laga Liga Champions antara Slavia Praha vs Barcelona di Fortuna Arena, 22 Januari 2026 (c) AP Photo/Petr David Josek

Fermin Lopez merayakan gol kedua timnya dalam laga Liga Champions antara Slavia Praha vs Barcelona di Fortuna Arena, 22 Januari 2026 (c) AP Photo/Petr David Josek

Yang sangat mengecewakan bagi staf pelatih Barcelona, dan terutama Hansi Flick, klub baru-baru ini harus menyetujui kepergian Dro Fernandez. Pemain muda tersebut memilih hengkang setelah menyatakan niatnya untuk mencari tantangan baru di luar Camp Nou.

Dro akhirnya bergabung dengan PSG. Barcelona dilaporkan menerima total sekitar €8,2 juta, atau setara Rp139,4 miliar, meski klausul pelepasannya hanya €6 juta. Nilai ini memperlihatkan kemampuan klub memaksimalkan negosiasi.

Transfer tersebut menjadikan Dro sebagai pemain termahal ketiga yang dilepas Barcelona dari jalur akademi sejak 2024. Ia hanya kalah dari Chadi Riad yang pindah ke Real Betis seharga €9 juta dan Mika Faye yang ditebus Stade Rennais senilai €10,3 juta.

Kasus Dro mencerminkan realitas baru Barcelona. La Masia tetap melahirkan pemain berkualitas, tetapi tidak semuanya bisa bertahan lama di tim utama karena kebutuhan ekonomi klub.

2 dari 3 halaman

La Masia, Sumber Dana Strategis Barcelona

Pemain Arsenal, Gabriel (kanan), dan pemain Chelsea, Marc Guiu, berebut bola dalam pertandingan leg pertama semifinal Carabao Cup, Kamis (15/1/2026). (c) AP Photo/Alastair Grant

Pemain Arsenal, Gabriel (kanan), dan pemain Chelsea, Marc Guiu, berebut bola dalam pertandingan leg pertama semifinal Carabao Cup, Kamis (15/1/2026). (c) AP Photo/Alastair Grant

Namun, berkat penjualan Dro, Barcelona kini telah menghasilkan lebih dari €50 juta dari penjualan pemain muda dari La Masia sejak 2024. Secara total, dua musim terakhir memberi pemasukan sekitar €52,5 juta, atau kurang lebih Rp892,5 miliar.

Selain tiga nama teratas, Barcelona juga meraup keuntungan dari transfer Marc Guiu (€6 juta), Alex Valle (€6 juta), Unai Hernandez (€4,5 juta), Jan Virgili (€3,5 juta), hingga Estanis Pedrola (€3 juta). Setiap penjualan memperkuat kas klub.

Nama lain seperti Sergi Domínguez (€1,2 juta) dan Noah Darvich (€1 juta) turut menambah daftar kontribusi finansial akademi. Bahkan Andres Cuenca disebut berpeluang menyusul lewat negosiasi dengan klub Serie A, Como.

Belum lagi keuntungan tidak langsung melalui klausul lanjutan. Aktivasi klausul pembelian kembali Julian Araujo memberi tambahan €10 juta. Semua ini menegaskan La Masia kini menjadi salah satu fondasi ekonomi Barcelona, bukan sekadar simbol filosofi sepak bola.

Sumber: Barca Universal


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL