Bola.net - - Wanderley Junior melontarkan sebuah saran pada Timnas U-22 Indonesia yang bakal melakoni laga penentuan langkah mereka di ajang SEA Games 2017. Pelatih Persipura Jayapura ini meminta skuat Garuda Muda -julukan Timnas U-22- mengubah gaya bermain mereka.
Menurut Wanderley, permainan Indonesia pada laga terakhir mereka, kontra Vietnam, tak boleh terulang. Pada laga tersebut, skuat Garuda Muda dinilai tak bermain sesuai dengan jati diri mereka.
"Kemarin, saya lihat mereka tak bermain sesuai dengan kualitas yang dimiliki," ujar Wanderley, pada .
Wanderley menyebut pada pertandingan lawan Vietnam, Timnas U-22 bermain terburu-buru. Mereka nampak ingin segera membuang bola ke lini depan.
"Akhirnya, mereka banyak melepas umpan-umpan panjang, yang tidak efektif. Padahal, lawan Timor Leste, pada pertandingan sebelumnya, mereka main umpan-umpan pendek yang cepat," tuturnya.
Wanderley menyebut permainan Indonesia yang seakan tanpa visi ini bisa dimanfaatkan dengan baik oleh Vietnam. Terlebih, Vietnam memiliki permainan kolektif dan passing yang cukup bagus.
"Bisa dilihat mereka memiliki beberapa peluang emas pada pertandingan kemarin. Syukurlah tak ada yang masuk," ucap Wanderley.
"Yang pasti, hal ini wajib jadi pelajaran bagi kita," imbuhnya.
Timnas U-22 akan menghadapi laga terakhir mereka di grup B SEA Games 2017, kontra Timnas Kamboja. Pertandingan ini bakal dihelat di Stadion Shah Alam, Selangor, Malaysia, Kamis .
Pertandingan ini merupakan penentuan apakah Timnas U-22 bakal lolos ke Semifinal SEA Games atau tidak. Mereka wajib menang dengan selisih tiga gol jika ingin memastikan diri lolos otomatis. Namun, jika kurang dari itu, langkah mereka ditentukan hasil pertandingan antara Timnas Vietnam dan Timnas Thailand. Jika pada pertandingan tersebut ada salah satu tim yang kalah, Skuat Garuda Muda dipastikan lolos, berapapun skor kemenangan mereka.
Lebih lanjut, Wanderley optimistis pada pertandingan ini Garuda Muda bakal bermain lebih baik. Pasalnya, dalam pertandingan ini, mereka sudah bisa diperkuat lagi oleh Evan Dimas.
"Dengan Evan Dimas di jantung permainan, pasti bola bisa berjalan dari kaki ke kaki," tandasnya.(den/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Luis Milla: Lawan Malaysia Tak Ada Yang Spesial
Tim Nasional 24 Agustus 2017, 20:16
-
Mainkan Ryuji Lawan Kamboja, Ini Alasan Luis Milla
Tim Nasional 24 Agustus 2017, 19:40
-
Pamerkan Alat Vital, Milla Sesalkan Perilaku Marinus
Tim Nasional 24 Agustus 2017, 19:12
-
Melaju ke Semifinal, Indonesia Tantang Malaysia
Tim Nasional 24 Agustus 2017, 17:02
-
Pelatih Arema FC Yakin Timnas U-22 Lolos ke Semifinal SEA Games
Tim Nasional 24 Agustus 2017, 12:15
LATEST UPDATE
-
Man of the Match Liverpool vs Chelsea: Morgan Rogers
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 07:38
-
Man of the Match Genoa vs Juventus: Tommaso Baldanzi
Liga Italia 29 Oktober 2026, 07:25
-
Man of the Match Bologna vs Milan: Samuel Mbangula
Liga Spanyol 29 Oktober 2026, 07:06
-
Hasil Drawing Perempat Final Carabao Cup: Ini Lawan Liverpool dan Manchester City
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 06:11
-
Man of the Match Venezia vs Inter: Marcus Thuram
Liga Italia 29 Oktober 2026, 05:52
-
Hasil Liverpool vs Chelsea: The Reds Singkirkan The Blues Lewat Adu Penalti
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 05:26
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18





















KOMENTAR