Menanti Debut John Herdman Bersama Skuad Garuda: Tantangan Taktik Tanpa Thom Haye

Menanti Debut John Herdman Bersama Skuad Garuda: Tantangan Taktik Tanpa Thom Haye
Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman. (c) Bola.net/Bagaskara Lazuardi

Bola.net - Pelatih anyar Timnas Indonesia, John Herdman, bersiap menjalani laga perdananya saat bertemu St Kitts dan Nevis dalam ajang FIFA Series 2026.

Arsitek tim asal Inggris ini dituntut meramu taktik yang tepat demi memberikan kesan pertama yang manis dalam tugasnya memimpin skuad Garuda. Sejak resmi menjabat pada Januari 2026, publik sepak bola tanah air sudah sangat menantikan sentuhan tangan dinginnya.

Penantian tersebut segera berakhir di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, pada Jumat (27/3/2026). Pertandingan ini memiliki arti krusial bagi Herdman guna memenangkan hati para suporter setia Indonesia.

Terlebih lagi, Indonesia baru saja melewati periode sulit setelah kegagalan di putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia saat masih ditangani pelatih sebelumnya, Patrick Kluivert.

Tantangan terbesar Herdman saat ini adalah sempitnya waktu persiapan. Selain itu, dinamika pemanggilan pemain juga terhambat karena beberapa nama terlambat bergabung akibat jadwal klub masing-masing.

1 dari 3 halaman

Komposisi Pemain Pilihan

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman (tengah) berdiskusi dengan Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza (kiri) (c) Dok. Persija Jakarta

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman (tengah) berdiskusi dengan Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza (kiri) (c) Dok. Persija Jakarta

Menilik daftar pemain yang dipanggil, John Herdman tampaknya belum melakukan perombakan besar-besaran. Dari 24 pemain yang dipastikan bergabung untuk FIFA Series 2026, komposisi tim masih terlihat cukup familiar.

Kembalinya Elkan Baggott serta masuknya nama Dony Tri Pamungkas menjadi sedikit pembeda dalam daftar tersebut. Di luar itu, mayoritas pemain yang dipanggil merupakan pilar lama yang sudah sering memperkuat tim di era Shin Tae-yong maupun Patrick Kluivert.

Keputusan mempertahankan kerangka lama menunjukkan bahwa Herdman tidak ingin mengambil risiko terlalu besar di tengah persiapan yang mepet. Ia memilih memaksimalkan potensi yang sudah ada karena minimnya kesempatan untuk membangun visi bermain dari nol.

Proses internalisasi gaya bermain baru kepada para pemain memang membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Oleh karena itu, besar kemungkinan pola permainan Jay Idzes dan kolega tidak akan mengalami perubahan ekstrem dibanding era juru taktik terdahulu.

2 dari 3 halaman

Pahami Kekuatan Lawan

Satu poin positif yang menjadi modal kuat John Herdman adalah pemahamannya terhadap kekuatan lawan. St Kitts dan Nevis bukanlah lawan yang baru bagi pelatih ini.

Saat masih menakhodai Timnas Kanada pada November 2018, Herdman pernah berhadapan dengan tim tersebut dan berhasil memetik kemenangan tipis 1-0. Pengalaman ini tentu menjadi nilai tambah dalam menyusun skema serangan.

Di atas kertas, posisi Indonesia juga jauh lebih diunggulkan. Tim Merah Putih saat ini berada di peringkat 122 FIFA, sementara St Kitts dan Nevis tertahan di urutan ke-154.

Kualitas individu pemain Indonesia pun terlihat lebih mentereng dengan banyaknya nama yang berkarier di kompetisi Eropa. Beberapa di antaranya adalah Kevin Diks (Borussia Monchengladbach), Jay Idzes (Sassuolo), Emil Audero (Cremonese), Maarten Paes (Ajax), dan Calvin Verdonk (Lille OSC).

3 dari 3 halaman

Strategi Tanpa Playmaker

Satu hal yang menjadi sorotan utama menjelang FIFA Series 2026 adalah kedalaman lini tengah. Dalam daftar skuad yang ada, John Herdman terlihat tidak memiliki opsi playmaker murni.

Thom Haye, yang biasanya menjadi otak permainan, terpaksa absen karena menjalani sanksi larangan bertanding. Di sisi lain, gelandang berpengalaman seperti Ricky Kambuaya juga tidak dimasukkan ke dalam skuad final.

Situasi ini memicu rasa penasaran mengenai bagaimana Herdman akan meramu komposisi tengah untuk meladeni St Kitts dan Nevis, khususnya dalam mencari tandem bagi Joey Pelupessy.

Meski begitu, Garuda masih memiliki beberapa alternatif. Ivar Jenner bisa menjadi salah satu opsi utama untuk mengisi kekosongan tersebut.

Pilihan lainnya adalah melakukan transformasi peran bagi pemain di posisi lain yang memiliki kemampuan sebagai gelandang. Nama-nama seperti Nathan Tjoe-A-On, Calvin Verdonk, hingga Jordi Amat muncul sebagai kandidat.

Nathan dan Calvin yang aslinya bek kiri diketahui memiliki fleksibilitas untuk bermain di tengah. Sementara itu, Jordi Amat belakangan ini juga sering diplot sebagai gelandang bertahan saat membela klubnya, Persija Jakarta.

Disadur dari: Bola.com (Radifa Arsa/Hendry Wibowo), 26 Maret 2026


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL