
Dimaz Muharri tampil gemilang. Bukan hanya pengatur serangan yang baik, Dimaz juga berperan aktif melepaskan tembakan. Beberapa steal Dimaz, penting untuk produktivitas CLS. Di awal-awal laga, CLS melesat 9-0.
Masalah mendera saat Stadium memutuskan menggantikan Fanny Budianto dengan Oei Abraham Yoel Trisakti. Point Guard pindahan dari Aspac itu membuat Stadium sempat menyusul hingga 9-6. Merio Ferdiyansyah yang kali ini bukan starter, tampil gesit dan mencetak delapan angka. Kuarter pertama diakhiri dengan keunggulan CLS Knights 16-10.
Merio masih berjaya di kuarter kedua. Tembakan dan penetrasi Merio adalah satu-satunya masalah terbesar yang dihadapi CLS Knights. Merio mampu menambah tujuh poin di kuarter kedua. Sementara para pemain lain tidak memberi kontribusi seheboh Merio.
Permainan CLS Knights lebih merata. Tony Agus memang mencetak enam poin dan terbanyak di kuarter kedua. Namun akumulasi dari para pemain lainnya mampu membawa CLS Knights tetap menguasai laga dan unggul 17-10 di kuarter kedua.
Serangan gencar Stadium muncul di kuarter ketiga. Merio tentu saja masih berjaya. Tetapi kali ini Stadium mendapat sokongan poin yang lebih merata. Di antaranya dari Anton Sujarwo yang juga mengandalkan tembakan dan penetrasi, serta Daniel Iskandar yang menerima bola dan beroperasi di paint area. Stadium unggul tipis 22-20 di kuarter ketiga.
Stadium sebenarnya memiliki momentum untuk mengejar poin yang hanya terpaut tiga angka. Namun, Abraham Yoel melakukan pelanggaran tidak perlu hingga membuat CLS Knights mendapat hadiah tembakan bebas dan memperlebar jarak.
Tampil spektakuler dengan 30 poin, tidak lantas membuat Merio menghantarkan kemenangan bagi timnya. Pada kubu CLS Knights, Dimaz Muharri tampil nyaman dengan 10 poin 8 rebound. Namun penampilan terbaik kembali disuguhkan Dian Heriyadi dengan 15 poin.
"Saya minta para big man untuk berbuat lebih. Karena kami mengandalkan kemampuan mereka. Dian sangat improve. Tapi, saya tahu dia masih bisa lebih baik dari sekarang," ujar Eduard Santos Vergeire, head coach CLS Knights.
Keberhasilan ini jelas memuaskan CLS Knights. Membuat mereka segera fokus menatap laga berikutnya. "Para pemain sangat enjoy. Saya minta tim main rileks dan terus menjaga gairah bermain. Itu yang paling dibutuhkan. Melawan Bimasakti di pertandingan berikutnya akan sangat berat. Bimasakti akan mati-matian melawan kami," tambah Eduard. (nbl/kny)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Ketenangan Buat CLS Knights Kalahkan Stadium
Basket 13 Maret 2013, 22:00
-
Dominan Sejak Awal, Aspac Bekuk NSH GMC
Basket 13 Maret 2013, 20:10
-
Tiga Poin Hari Suharsono Menangkan Pacific Caesar
Basket 13 Maret 2013, 18:45
-
Hilang Fokus, Sritex Dragons Tunduk dari Merah Putih Predators
Basket 13 Maret 2013, 18:30
-
Beri Perlawanan Ketat, Pacific Kalah 60-68 dari Stadium
Basket 11 Maret 2013, 21:40
LATEST UPDATE
-
Prediksi Como vs Bologna 10 Januari 2026
Liga Italia 10 Januari 2026, 05:00
-
6 Rekor Mustahil yang Bisa Dihancurkan Cristiano Ronaldo Tahun 2026
Asia 10 Januari 2026, 04:30
-
Prediksi Charlton vs Chelsea 11 Januari 2026
Liga Inggris 10 Januari 2026, 03:00
-
Prediksi Roma vs Sassuolo 11 Januari 2026
Liga Italia 10 Januari 2026, 00:00
-
Prediksi Man City vs Exeter City 10 Januari 2026
Liga Inggris 9 Januari 2026, 22:00
-
Transformasi Sisi Kanan Real Madrid: Valverde dan Rodrygo Menggila!
Liga Spanyol 9 Januari 2026, 21:56
LATEST EDITORIAL
-
8 Mantan Anak Buah Ole Gunnar Solskjaer yang Masih Bertahan di Manchester United
Editorial 9 Januari 2026, 11:22
-
Peringkat 9 Manajer Manchester United Setelah Sir Alex Ferguson, Siapa Terbaik?
Editorial 7 Januari 2026, 13:52
-
4 Mantan Bintang Man United yang Pernah Jadi Pelatih Sementara di Old Trafford
Editorial 7 Januari 2026, 12:55
-
4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester United Musim Depan
Editorial 5 Januari 2026, 15:52























KOMENTAR