Bola.net - Kabar duka menyelimuti dunia sepak bola Ekuador. Mario Pineida, bek Barcelona SC yang juga pernah memperkuat Timnas Ekuador, dilaporkan tewas ditembak dalam sebuah insiden penyerangan bersenjata.
Polisi Ekuador mengonfirmasi bahwa Pineida meninggal dunia pada Rabu waktu setempat, di tengah meningkatnya eskalasi kekerasan di negara Amerika Selatan tersebut.
Selain Pineida, satu orang lain yang belum diidentifikasi juga dilaporkan tewas dalam insiden yang sama, sementara satu korban lainnya mengalami luka tembak dan masih menjalani perawatan.
Kabar Terbaru Penembakan Pineida

Kementerian Dalam Negeri Ekuador membenarkan kematian Pineida, namun belum memberikan rincian lebih lanjut terkait motif maupun kronologi kejadian.
Barcelona SC, klub yang dibela Pineida, menyampaikan pernyataan resmi yang mengungkapkan duka mendalam. Klub menegaskan bahwa seluruh elemen tim dan suporter merasa kehilangan atas kepergian pemain berusia 33 tahun tersebut.
Menurut laporan media lokal, peristiwa penembakan terjadi di kawasan Samanes, wilayah utara Kota Guayaquil. Kota pelabuhan yang terletak sekitar 265 kilometer di barat daya ibu kota Quito itu belakangan dikenal sebagai salah satu titik dengan tingkat kriminalitas tertinggi di Ekuador.
Karier Sepak Bola Pineida
Mario Pineida tercatat pernah tampil delapan kali bersama tim nasional Ekuador. Meski tidak terlibat dalam skuad yang sedang berjuang di kualifikasi Piala Dunia 2026, Pineida sempat memperkuat La Tri di ajang Copa América 2017 dan 2021.
Penampilan terakhirnya bersama timnas terjadi pada Copa América 2021, saat ia masuk sebagai pemain pengganti dalam laga fase grup melawan Brasil.
Dalam karier profesionalnya, Pineida memulai perjalanan bersama Independiente del Valle pada periode 2010 hingga 2015. Ia kemudian bergabung dengan Barcelona SC pada 2016 dan turut berperan membawa klub tersebut meraih dua gelar juara liga domestik.
Pada 2022, Pineida sempat merasakan pengalaman bermain di Brasil bersama Fluminense, meski hanya dalam waktu singkat.
Keamanan di Ekuador Jadi Sorotan
Tragedi yang menimpa Pineida kembali menyoroti situasi keamanan di Ekuador. Berdasarkan data Observatorium Kejahatan Terorganisasi Ekuador, negara tersebut diprediksi mencatat tahun paling berdarah dalam sejarah dengan lebih dari 9.000 kasus pembunuhan.
Angka itu melonjak signifikan dibandingkan 7.063 kematian akibat kekerasan pada tahun lalu dan rekor sebelumnya sebanyak 8.248 kasus pada 2023.
Presiden Ekuador, Daniel Noboa, sebelumnya telah berjanji untuk memperketat perang melawan organisasi kriminal yang semakin agresif, terutama kelompok yang memiliki keterkaitan dengan kartel narkoba internasional.
Kasus Pesepakbola Tewas di Ekuador
Kasus Pineida juga menambah daftar panjang tragedi yang menimpa insan sepak bola di Ekuador. Pada November lalu, seorang pesepak bola berusia 16 tahun dari Independiente del Valle meninggal dunia akibat peluru nyasar, juga di Guayaquil.
Dua bulan sebelumnya, Maicol Valencia dan Leandro Yépez dari Exapromo Costa, serta Jonathan Gonzalez dari klub 22 de Junio, tewas akibat luka tembak dalam insiden terpisah.
Meninggalnya Mario Pineida tidak hanya menjadi kehilangan besar bagi Barcelona de Guayaquil dan sepak bola Ekuador, tetapi juga menjadi cerminan seriusnya krisis keamanan yang masih membayangi negara tersebut.
Sumber: AP
Jangan Lewatkan!
- Cole Palmer Patenkan Nama dan Selebrasi Ikonik, Bintang Chelsea Siap Ekspansi ke Bisnis Parfum hingga Fashion
- Aksi Unik Erling Haaland Jelang Natal: Dari Mesin Gol Man City Jadi Santa Claus
- Pesona Magui Corceiro, Pacar Cantik Lando Norris Juara F1 2025: Sempat Lama Kencani Joao Felix
- Wanita yang Palsukan Kehamilan demi Peras Son Heung-min Akhirnya Dijatuhi Hukuman Penjara
- Bastian Schweinsteiger dan Ana Ivanovic: Kisah Cinta Ikonik yang Berakhir di Meja Perceraian
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Bek Barcelona SC Mario Pineida Tewas Ditembak di Ekuador
Bolatainment 19 Desember 2025, 15:55
-
Waduh! Punya Senjata Ilegal, Karim Adeyemi Kena Penalti Rp8,7 Miliar
Bolatainment 18 November 2025, 12:50
LATEST UPDATE
-
Tempat Menonton Galatasaray vs Juventus: Live Streaming Liga Champions di Vidio
Liga Champions 17 Februari 2026, 21:34
-
Live Streaming Dortmund vs Atalanta - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 17 Februari 2026, 20:00
-
Live Streaming Monaco vs PSG - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 17 Februari 2026, 20:00
-
Live Streaming Benfica vs Real Madrid - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 17 Februari 2026, 20:00
-
Jadwal Persib vs Ratchaburi Rabu 18 Februari 2026, Siaran Langsung RCTI dan GTV
Bola Indonesia 17 Februari 2026, 19:55
-
Jadwal Siaran Langsung Liga Champions di SCTV Malam Ini, 18 Februari 2026
Liga Champions 17 Februari 2026, 17:57
-
Live Streaming Galatasaray vs Juventus - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 17 Februari 2026, 17:45
-
Jadwal Liga Champions Pekan Ini Live di SCTV dan MOJI, 18-19 Februari 2026
Liga Champions 17 Februari 2026, 17:33
-
Olympiacos dan Leverkusen Bukan Lawan yang Asing
Liga Champions 17 Februari 2026, 17:00
-
Club Brugge yang Kuat di Kandang, Atletico Madrid yang Berpengalaman di Fase Gugur
Liga Champions 17 Februari 2026, 16:29
-
Inter Milan Punya Nama Besar, tapi Bodo/Glimt Bukan Sekadar Penggembira
Liga Champions 17 Februari 2026, 16:01
-
Rekor Buruk Qarabag FK, Performa Stabil Newcastle
Liga Champions 17 Februari 2026, 15:34
LATEST EDITORIAL
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09
-
9 Pemain yang Tinggalkan Manchester United Musim Panas Lalu dan Nasib Mereka Sekarang
Editorial 12 Februari 2026, 22:39
-
10 Atlet dengan Bayaran Tertinggi di 2026: Ronaldo Kalahkan LeBron James dan Messi
Editorial 12 Februari 2026, 21:52
-
Jika Berpisah dengan Liverpool, Ini 5 Klub Potensial untuk Arne Slot
Editorial 11 Februari 2026, 23:48

























KOMENTAR