
Bola.net - Thomas Cup atau Piala Thomas dan Uber Cup atau Piala Uber, merupakan turnamen bulu tangkis beregu putra dan putri tertua dan bergengsi di dunia. Dua ajang badminton ini merupakan turnamen yang dibawahi langsung oleh BWF (Federasi Bulu Tangkis Dunia).
Thomas Cup dan Uber Cup sama-sama merupakan turnamen bulu tangkis yang digelar tiap dua tahun sekali. Turnamen ini pun dinilai sebagai salah satu turnamen yang terbesar dan paling prestisius jika dilihat dari para pemain bernama besar yang turun lapangan.
Pada 2024, Thomas Cup bakal menggelar turnamen edisi ke-33, sementara Uber Cup bakal menggelar turnamen edisi ke-30. Turnamen tahun ini bakal digelar di Chengdu High-tech Zone Sports Center Gymnasium, Chengdu, China, 28 April-5 Mei 2024.
Para pebulu tangkis Indonesia pun akan berjuang membawa pulang Piala Thomas dan Piala Uber ke Tanah Air. Nah, ingin tahu sejarah Thomas Cup dan Uber Cup yang merupakan salah satu turnamen bulu tangkis beregu bergengsi? Simak ulasannya berikut ini yuk, Bolaneters!
Sejarah Thomas Cup atau Piala Thomas

Thomas Cup atau Piala Thomas dicetuskan oleh Sir George Alan Thomas pada 1939. Ia adalah mantan Presiden IBF (International Badminton Federation), yakni federasi yang kini berubah menjadi BWF (Badminton World Federation).
Thomas Cup pertama diadakan di Preston, Inggris, pada 1949. Saat itu hanya tiga negara yang berpartisipasi, yakni Malaya (kini Malaysia), Denmark, dan Amerika Serikat. Malaya keluar sebagai juara pertama setelah mengalahkan Denmark di final dengan skor 8-1.
Sejarah Uber Cup atau Piala Uber

Uber Cup atau Piala Uber dicetuskan oleh Betty Uber, seorang aktivis bulu tangkis Inggris. Ia mencetuskan turnamen ini usai terinspirasi oleh Thomas Cup karena ingin menciptakan ajang kompetisi untuk pemain putri.
Uber Cup pertama diadakan di Lancashire, Inggris, pada tahun 1957. Sebanyak 11 negara berpartisipasi, dan Amerika Serikat keluar sebagai juara pertama setelah mengalahkan Denmark di final dengan skor 6-1.
Pelaksanaan Thomas Cup dan Uber Cup

Awalnya, Thomas Cup diadakan setiap tiga tahun sekali. Namun, sejak 1982, turnamen ini diadakan tiap dua tahun sekali. Formatnya juga berubah. Awalnya, hanya 8 tim yang berlaga, tapi kini lebih dari 30 tim dari berbagai negara di seluruh dunia bersaing untuk memperebutkan gelar juara.
Awalnya, Uber Cup juga diadakan setiap tiga tahun sekali. Namun, sejak 1984, turnamen ini diadakan tiap dua tahun sekali, mengikuti format Thomas Cup. Juga seperti Thomas Cup, kini lebih dari 30 tim dari berbagai negara di seluruh dunia bersaing untuk memperebutkan gelar juara di ajang ini.
Prestasi Indonesia di Thomas Cup dan Uber Cup

Indonesia memiliki sejarah panjang dan gemilang dalam Thomas Cup. Tim Indonesia diketahui mengoleksi 14 gelar juara, dan sejauh ini terbanyak dalam sejarah. Kemenangan terakhir diraih Indonesia pada tahun 2020 di Aarhus, Denmark, setelah mengalahkan China 3-0. Indonesia juga terhitung 29 kali menembus babak final.
Tim Indonesia juga cukup moncer di Uber Cup, meraih 3 gelar juara. Prestasi ini menjadikan Indonesia sebagai negara tersukses ketiga setelah China (16) dan Jepang (6). Namun, Indonesia belum juara lagi sejak 1996, dan terakhir kali masuk final pada 2008, ketika kalah dari China dengan skor 0-3. Indonesia terhitung 26 kali menembus final.
Daftar Juara Thomas Cup dan Uber Cup

Daftar Juara Thomas Cup:
- Indonesia: 14 (1958, 1961, 1964, 1970, 1973, 1976, 1979, 1984, 1994, 1996, 1998, 2000, 2002, 2020)
- China: 10 (1982, 1986, 1988, 1990, 2004, 2006, 2008, 2010, 2012, 2018)
- Malaysia: 5 (1949, 1952, 1955, 1967, 1992)
- Denmark: 1 (2016)
- Jepang: 1 (2014)
- India: 1 (2022)
Daftar Juara Uber Cup:
- China: 15 (1984, 1986, 1988, 1990, 1992, 1998, 2000, 2002, 2004, 2006, 2008, 2012, 2014, 2016, 2020)
- Jepang: 6 (1966, 1969, 1972, 1978, 1981, 2018)
- Indonesia: 3 (1975, 1994, 1996)
- Amerika Serikat: 3 (1957, 1960, 1963)
- Korea Selatan: 2 (2010, 2022)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Daftar Pemain Indonesia di Thomas Cup dan Uber Cup 2024
Bulu Tangkis 28 April 2024, 14:41
-
Sejarah Thomas dan Uber Cup, Turnamen Bulu Tangkis Beregu Dunia
Bulu Tangkis 28 April 2024, 14:41
-
Hasil Thomas Cup 2024: Indonesia Kalahkan Inggris 5-0
Bulu Tangkis 27 April 2024, 21:03
LATEST UPDATE
-
Klaim Sensasional Eks Arsenal: Mikel Arteta Bakal ke Barcelona
Liga Inggris 20 Februari 2026, 01:34
-
Kiper Tottenham Terbuka Gabung Inter pada Bursa Transfer Musim Panas
Liga Italia 20 Februari 2026, 00:34
-
6 Pemain Juventus Tak Masuk Rencana Luciano Spalletti Musim Depan
Liga Italia 20 Februari 2026, 00:23
-
Bukayo Saka Resmi Perpanjang Kontrak Jangka Panjang Bersama Arsenal
Liga Inggris 19 Februari 2026, 23:24
-
Dusan Vlahovic Ingin ke Barcelona, Siap Isi Pos Robert Lewandowski
Liga Italia 19 Februari 2026, 22:17
-
Manchester United Bidik Bek Barcelona, Bersaing dengan Inter
Liga Inggris 19 Februari 2026, 22:09
-
Jadwal Pekan ke-22 BRI Super League 2025/2026: Semua Laga Dimulai Pukul 20.30 WIB
Bola Indonesia 19 Februari 2026, 21:15
-
Arsenal Tergelincir di Markas Wolves, Peluang Juara Premier League Terancam
Liga Inggris 19 Februari 2026, 21:14
-
Jadwal Lengkap BRI Super League 2025/2026
Bola Indonesia 19 Februari 2026, 21:10
-
Arne Slot Ungkap Kondisi Alexander Isak, Masuki Tahap Akhir Rehabilitasi
Liga Inggris 19 Februari 2026, 20:44
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09
-
9 Pemain yang Tinggalkan Manchester United Musim Panas Lalu dan Nasib Mereka Sekarang
Editorial 12 Februari 2026, 22:39
























KOMENTAR