Bola.net - Mantan bintang Premier League, Ray Parlour, menyebut Manchester United punya peluang membajak Timo Werner. Caranya adalah memberi tawaran gaji lebih tinggi dari yang disiapkan Chelsea untuk penyerang RB Leipzig itu.
Timo Werner telah menjadi bidikan banyak klub Inggris sejak awal musim 2019/2020. Liverpool dan Tottenham memantaunya sedari awal. Liverpool belakangan disebut punya peluang besar.
Namun, pandemi virus corona membuat semua langkah yang disusun The Reds kacau. Liverpool tidak punya cukup uang untuk menebus klausul pelepasan di kontrak Timo Werner senilai 52 juta pounds.
Chelsea lantas mengambil alih kendali. The Blues punya dana melimpah usai menjual Eden Hazard dan absen pada dua bursa transfer. Tim racikan Frank Lampard disebut telah mengamankan jasa Timo Werner musim depan.
Peluang Manchester United Bajak Timo Werner
Ray Parlour yakin Manchester United juga punya cukup uang untuk membeli Timo Werner. Mantan pemain Arsenal itu bahkan menilai ada satu faktor yang bisa membuat United membajak transfer penyerang berusia 24 tahun ke Chelsea.
"Manchester United punya uang dan mungkin perlu penyerang lain; Marcus Rashford bisa bermain lebih lebar jika Anda membutuhkannya untuk turun ke sisi sayap," buka Ray Parlour kepada talkSPORT.
"Saya yakin Manchester United mungkin akan membuat manuver pada menit terakhir untuk Werner. Saya pikir agen sedang mencoba untuk bekerja di pasar; itulah cara mereka bekerja, meletakkannya di sana bahwa kesepakatan hampir selesai dan memperingatkan lainnya klub sehingga mereka harus menarik jari."
Ray Parlour menyebut, hanya ada satu cara bagi United untuk bisa membajak Timo Werner. Memberikan tawaran gaji lebih besar daripada Chelsea. "Itu bisa menjadi faktor yang berbeda dari Chelsea," kata Ray Parlour.
Gaji Timo Werner di Chelsea
Frank Lampard, ditemani Petr Cech, turun gunung untuk mengamankan jasa Timo Werner. Bukan hanya itu, Chelsea juga menugaskan Antonio Rudiger untuk merayu mantan rekan satu timnya di Stuttgart itu untuk pindah ke Chelsea.
Dari sisi finansial, Chelsea memberi tawaran yang menarik bagi bomber timnas Jerman. The Blues menyiapkan kontrak jangka panjang dan gaji senilai 200 ribu pounds per pekan. United punya peluang menawarinya gaji lebih besar. Sebab, Setan Merah biasa memberi gaji besar ke pemainnya, kasus Alexis Sanchez menjadi contohnya.
Timo Werner bergabung dengan RB Leipzig sejak 2016 lalu. Pemain yang kini berusia 24 tahun tersebut telah mencetak 106 gol dari 258 laga yang dijalani bersama Die Roten Bullen.
Sumber: talkSPORT
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Ikuti Jejak MU dan Man City, Real Madrid Juga Kejar Ismael Bennacer
Liga Spanyol 7 Juni 2020, 18:48
-
Agen: Saul Niguez Pindah Klub? Itu Rumor Saja!
Liga Spanyol 7 Juni 2020, 16:20
-
Seperti De Gea, Kepa Diklaim juga Akan Bersinar di Chelsea
Liga Inggris 7 Juni 2020, 15:20
-
Pogba dan Rashford Kembali, Ighalo: MU akan Semakin Menggila!
Liga Inggris 7 Juni 2020, 15:00
LATEST UPDATE
-
Mimpi-mimpi Mitchell Baker: Bermain di Piala Dunia dan Premier League
Tim Nasional 31 Oktober 2026, 23:47
-
Kata-kata Michael Carrick Usai Manchester United Dihajar Chelsea
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:39
-
Lisandro Martinez yang Konyol!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:02
-
Halloween untuk MU: Kalah dari Chelsea, Setan Merah Ukir Rekor Terburuk Sejak 1988!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 21:47
-
Ketika Vinicius Junior Justru Dianggap Masalah bagi Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 20:19
-
Statistik Ini Jadi Bukti Nyata Bernardo Silva Ubah Permainan Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 19:45
-
Strategi Cerdas Marc Marquez Sprint Race MotoGP Malaysia 2026: Pantang Memimpin Balapan!
Otomotif 31 Oktober 2026, 19:14
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18




















KOMENTAR