4 Alasan Bayern Munchen Bisa Kalahkan Real Madrid Lagi di Liga Champions

4 Alasan Bayern Munchen Bisa Kalahkan Real Madrid Lagi di Liga Champions
Pemain Bayern Munchen, Michael Olise (ketiga dari kanan), merayakan gol bersama rekan setimnya dalam pertandingan Bundesliga melawan St. Pauli, Sabtu (11/4/2026). (c) Christian Charisius/dpa via AP

Bola.net - Pertemuan antara Bayern Munchen dan Real Madrid di perempat final Liga Champions selalu menghadirkan tensi tinggi. Duel dua raksasa ini bahkan layak disebut sebagai final yang datang terlalu cepat.

Bayern kini berada di posisi menguntungkan jelang leg kedua di Allianz Arena, Kamis (16/4/2026) dini hari WIB. Mereka membawa keunggulan agregat setelah menang 2-1 di Santiago Bernabeu.

Dua gol dari Luis Diaz dan Harry Kane memastikan kemenangan penting tersebut. Sementara Madrid hanya mampu membalas lewat Kylian Mbappe.

Hasil itu memberikan kepercayaan diri besar bagi pasukan Vincent Kompany. Dengan performa stabil sepanjang musim, Bayern punya peluang besar untuk melangkah lebih jauh.

Berikut empat alasan mengapa Bayern diyakini mampu kembali mengalahkan Madrid dan mengamankan tiket semifinal.

Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.

1 dari 5 halaman

1. Bayern Sulit Dibendung

Para pemain Bayern menyapa penggemar setelah laga leg pertama perempat final Liga Champions antara Real Madrid vs Bayern Munchen di Santiago Bernabeu, 8 April 2026 (c) AP Photo/Jose Breton

Para pemain Bayern menyapa penggemar setelah laga leg pertama perempat final Liga Champions antara Real Madrid vs Bayern Munchen di Santiago Bernabeu, 8 April 2026 (c) AP Photo/Jose Breton

Bayern menunjukkan konsistensi luar biasa sepanjang musim ini. Dari 45 pertandingan kompetitif yang telah dijalani, mereka selalu berhasil mencetak gol.

Ketajaman tersebut juga terlihat di Liga Champions. Bayern mampu mencetak minimal tiga gol dalam enam dari 11 pertandingan mereka di kompetisi ini.

Total 34 gol yang mereka bukukan hanya kalah dari Paris Saint-Germain. Catatan itu menunjukkan betapa berbahayanya lini serang mereka.

Peran Kane sangat krusial dalam produktivitas tersebut. Penyerang Inggris itu sudah mencetak 11 gol di Eropa musim ini dan menjadi tumpuan utama tim.

2 dari 5 halaman

2. Mental Baja yang Konsisten

Selebrasi penyerang Bayern Munchen, Harry Kane usai mencetak gol ke gawang Real Madrid di leg pertama perempat final Liga Champions, 9 April 2026. (c) AP Photo/Jose Breton

Selebrasi penyerang Bayern Munchen, Harry Kane usai mencetak gol ke gawang Real Madrid di leg pertama perempat final Liga Champions, 9 April 2026. (c) AP Photo/Jose Breton

Bayern musim ini tampil jauh lebih solid dibanding musim musim sebelumnya. Mereka hanya menelan dua kekalahan dan empat hasil imbang di semua kompetisi.

Konsistensi itu menjadi modal penting saat menghadapi laga besar. Tim ini tidak lagi mudah goyah dalam situasi tekanan tinggi.

Meski tetap menghormati kekuatan Madrid, Kompany menyebut lawannya sebagai tim terbaik dalam sejarah Liga Champions. Namun di sisi lain, Madrid terlihat lebih rentan musim ini.

Kemenangan di Bernabeu menjadi bukti nyata kekuatan Bayern. Ditambah rekor kandang yang impresif melawan klub Spanyol, kepercayaan diri mereka semakin meningkat.

3 dari 5 halaman

3. Serangan Tanpa Henti

Selebrasi Michael Olise dalam laga Atalanta vs Bayern Munchen di leg pertama 16 besar Liga Champions 2025/2026, Rabu (11/3/2026). (c) AP Photo/Luca Bruno

Selebrasi Michael Olise dalam laga Atalanta vs Bayern Munchen di leg pertama 16 besar Liga Champions 2025/2026, Rabu (11/3/2026). (c) AP Photo/Luca Bruno

Bayern tidak hanya bergantung pada satu pemain dalam mencetak gol. Banyak pemain mampu memberikan kontribusi signifikan di lini depan.

Michael Olise menjadi salah satu kreator utama dengan delapan assist. Ia bahkan unggul dari Vinicius Junior dalam hal tersebut.

Selain itu, Diaz, Serge Gnabry, dan Nicolas Jackson juga aktif menyumbang gol dan assist. Kedalaman skuad membuat Bayern sulit diprediksi.

Kehadiran Jamal Musiala menambah variasi serangan. Meski mungkin turun dari bangku cadangan, ia tetap punya kemampuan menentukan hasil pertandingan.

4 dari 5 halaman

4. Pertahanan yang Solid

Kylian Mbappe dilanggar oleh Jonathan Tah dalam laga leg pertama perempat final Liga Champions antara Real Madrid vs Bayern Munchen di Santiago Bernabeu, 8 April 2026 (c) AP Photo/Bernat Armangue

Kylian Mbappe dilanggar oleh Jonathan Tah dalam laga leg pertama perempat final Liga Champions antara Real Madrid vs Bayern Munchen di Santiago Bernabeu, 8 April 2026 (c) AP Photo/Bernat Armangue

Meski tidak selalu mencatat clean sheet, lini belakang Bayern tetap tampil efektif. Mereka baru kebobolan 11 gol di Liga Champions musim ini.

Catatan tersebut menempatkan mereka sebagai salah satu pertahanan terbaik di kompetisi. Hanya Arsenal yang memiliki rekor lebih baik.

Di bawah mistar, Manuel Neuer memberikan stabilitas dan pengalaman. Ia bahkan tampil gemilang pada leg pertama melawan Madrid.

Di lini belakang, kombinasi pemain seperti Jonathan Tah dan Dayot Upamecano membuat pertahanan semakin kokoh. Struktur ini menjadi fondasi kuat untuk membawa Bayern melangkah ke semifinal.

Sumber: Bundesliga

5 dari 5 halaman

Klasemen Liga Champions 2025/2026


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL