
Bola.net - Liverpool secara resmi mengakhiri masa kerja Arne Slot setelah dua musim menangani klub. Keputusan tersebut disampaikan direktur olahraga Richard Hughes kepada pelatih asal Belanda itu pada Sabtu pagi.
Pemecatan tersebut cukup mengejutkan mengingat Slot masih yakin akan tetap menangani Liverpool musim depan. Namun, setelah melakukan evaluasi menyeluruh pascamusim, petinggi klub memutuskan perubahan diperlukan demi masa depan tim.
Meski berhasil mengamankan tiket Liga Champions, Liverpool menutup musim 2025/2026 dengan finis di posisi kelima Premier League dan hanya mengumpulkan 60 poin, capaian terburuk mereka dalam satu dekade terakhir.
Slot Tidak Menyangka Akan Dipecat

Sebelum akhir musim, Slot masih menunjukkan keyakinan penuh bahwa dirinya akan tetap berada di Anfield. Bahkan, ia terlibat aktif dalam pembahasan pramusim dan rencana perekrutan pemain untuk musim berikutnya.
Salah satu rencana yang tengah dipersiapkan adalah kedatangan Etienne Reijnen, mantan asistennya di Feyenoord. Reijnen bahkan sudah berpamitan dengan klub Belanda tersebut karena mengira akan segera bergabung dengan Liverpool.
Slot juga masih berbicara dengan para pemain mengenai program musim panas dan persiapan menghadapi musim baru. Karena itu, keputusan yang disampaikan Hughes pada Sabtu pagi menjadi pukulan besar bagi dirinya.
Dalam surat terbuka yang diterbitkan beberapa hari setelah pemecatannya, Slot tetap menyampaikan kebanggaannya terhadap apa yang telah dicapai bersama Liverpool.
"Saya meninggalkan klub ini dengan keyakinan penuh terhadap masa depannya. Para pemain telah membangun fondasi yang kuat dan generasi baru siap menulis kisah mereka sendiri," tulis Slot.
Ia juga menegaskan bahwa perubahan merupakan bagian dari sepak bola dan percaya Liverpool akan terus membuat para pendukungnya bangga.
Dukungan Penuh yang Perlahan Menghilang

Pada sebagian besar musim, petinggi Liverpool sebenarnya masih mendukung Slot. Ketika tim mengalami periode buruk dengan sembilan kekalahan dalam 12 pertandingan antara September hingga November, klub tetap menyatakan kepercayaan penuh kepadanya.
Dukungan itu kembali ditegaskan pada April setelah Liverpool tersingkir dari FA Cup dan Liga Champions. Saat itu, manajemen menilai ada banyak faktor yang memengaruhi performa tim.
Kematian tragis Diogo Jota dan saudaranya Andre Silva dalam kecelakaan mobil pada musim panas sebelumnya menjadi salah satu alasan yang dipertimbangkan. Petinggi Fenway Sports Group disebut sangat menghargai kepemimpinan Slot dalam situasi sulit tersebut.
Selain itu, badai cedera juga menghantam skuad. Alexander Isak, rekrutan termahal klub, melewatkan hampir empat bulan karena patah kaki. Hugo Ekitike mengalami cedera tendon Achilles, sementara Giovanni Leoni, Conor Bradley, Alisson, Jeremie Frimpong, dan Wataru Endo juga sempat absen panjang.
Namun, seiring berjalannya waktu, kepercayaan tersebut mulai memudar. Liverpool gagal menunjukkan tanda-tanda perbaikan yang meyakinkan pada fase akhir musim.
Performa Tim dan Gaya Bermain Jadi Sorotan

Bukan konflik dengan Mohamed Salah yang menjadi penyebab utama pemecatan Slot. Meski hubungan keduanya sempat memanas sepanjang musim, petinggi klub tetap mendukung cara Slot menangani situasi tersebut.
Faktor yang lebih menentukan adalah ketidakmampuan Liverpool menemukan solusi atas berbagai masalah yang terus muncul di lapangan. Performa tim dinilai semakin lambat, kurang agresif, dan kehilangan identitas permainan.
Keluhan Slot mengenai lawan yang sering menerapkan blok pertahanan rendah juga mulai membuat frustrasi banyak pihak. Sebagian suporter bahkan menganggap gaya bermain Liverpool menjadi membosankan.
Situasi mencapai titik yang mengkhawatirkan menjelang akhir musim. Setelah sempat berpeluang finis di posisi ketiga, Liverpool hanya meraih dua poin dari empat laga terakhir.
Kekalahan dari Manchester United, hasil imbang melawan Chelsea, serta kegagalan mengalahkan Brentford memicu gelombang ketidakpuasan di Anfield. Bahkan, Slot mendapat cemoohan dari pendukung sendiri saat mengganti Rio Ngumoha dalam laga kontra Chelsea.
Data statistik juga memperkuat kekhawatiran tersebut. Liverpool kebobolan 53 gol di Premier League, rekor terburuk mereka dalam format 38 pertandingan. Mereka hanya mencetak 63 gol dan menelan 20 kekalahan di semua kompetisi, jumlah terbanyak sejak musim 1992/1993.
Andoni Iraola Jadi Kandidat Utama Pengganti
Kini perhatian Liverpool beralih ke pencarian pelatih baru. Nama yang berada di posisi terdepan adalah Andoni Iraola.
Pelatih asal Spanyol itu baru saja mengakhiri masa kerjanya bersama Bournemouth setelah tiga musim yang impresif. Di bawah arahannya, Bournemouth berhasil finis di posisi ke-12, ke-9, dan ke-6 Premier League, sekaligus meraih tiket kompetisi Eropa untuk pertama kalinya dalam sejarah klub.
Richard Hughes memiliki hubungan dekat dengan Iraola karena ia yang merekrut pelatih berusia 43 tahun tersebut ke Bournemouth pada 2023.
Iraola dinilai cocok dengan arah baru yang ingin ditempuh Liverpool. Klub menginginkan sepak bola yang lebih agresif, lebih menekan lawan, dan dimainkan dengan intensitas tinggi.
TAG TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Daftar Lengkap 26 Pemain Timnas Ekuador di Piala Dunia 2026
Piala Dunia 1 Juni 2026, 20:41
-
RESMI: Persija Berpisah dengan Allano Lima
Bola Indonesia 1 Juni 2026, 20:40
-
Daftar Lengkap Skuad 48 Negara di Piala Dunia 2026
Piala Dunia 1 Juni 2026, 20:20
-
Jadwal Piala Dunia 2026 Hari Ini
Piala Dunia 1 Juni 2026, 20:11
-
Jadwal Lengkap Piala Dunia 2026
Piala Dunia 1 Juni 2026, 20:03
LATEST EDITORIAL
-
5 Pemain yang Pernah Berseragam PSG dan Arsenal, Ada Mikel Arteta
Editorial 29 Mei 2026, 14:23
-
3 Alasan Chelsea Sebaiknya Jual Enzo Fernandez Musim Panas Ini
Editorial 28 Mei 2026, 14:04





















KOMENTAR