5 Jalan Paling Mudah ke Final Liga Champions, Arsenal Masuk Daftar

5 Jalan Paling Mudah ke Final Liga Champions, Arsenal Masuk Daftar
Pemain Arsenal merayakan gol yang dicetak Viktor Gyokeres dalam pertandingan Premier League melawan Fulham, Sabtu (2/5/2026) malam WIB. (c) AP Photo/Kin Cheung

Bola.net - Liga Champions selalu dikenal sebagai kompetisi paling berat di level klub Eropa. Namun, tidak semua perjalanan menuju final berjalan dengan tingkat kesulitan yang sama.

Beberapa tim justru mendapat jalur yang relatif lebih mudah karena hasil undian yang menguntungkan. Situasi ini sering memicu perdebatan soal keberuntungan dalam sepak bola.

Arsenal menjadi salah satu sorotan pada musim 2025-26 karena berhasil mencapai final setelah 20 tahun. Meski begitu, banyak yang menilai perjalanan mereka tidak terlalu berat.

Di sisi lain, ada beberapa tim dalam sejarah yang juga menikmati jalur serupa. Mereka mampu melaju jauh tanpa menghadapi lawan terkuat secara konsisten.

Berikut lima perjalanan menuju final Liga Champions yang dianggap paling mudah dalam sejarah kompetisi.

Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.

1 dari 5 halaman

5. Porto (2003-04)

Porto mencuri perhatian dunia saat menjuarai Liga Champions 2003-04. Saat itu, Jose Mourinho mulai membangun reputasinya sebagai pelatih elite.

Namun, perjalanan mereka menuju final tidak sepenuhnya menghadapi rintangan berat. Mereka sempat finis kedua di fase grup sebelum menghadapi Manchester United.

Setelah lolos dari laga dramatis di Old Trafford, jalur Porto menjadi lebih ringan. Mereka kemudian menghadapi Lyon, Deportivo La Coruna, dan Monaco di final.

Kemenangan 3-0 atas Monaco menjadi penutup perjalanan luar biasa tersebut. Banyak yang menilai mereka mendapat keuntungan dari eliminasi tim besar lebih awal.

2 dari 5 halaman

4. Bayern Munchen (2019-20)

Starting XI Bayern Munchen saat melawan PSG di leg pertama semifinal Liga Champions, 29 April 2026 dini hari WIB. (c) AP Photo/Aurelien Morissard

Starting XI Bayern Munchen saat melawan PSG di leg pertama semifinal Liga Champions, 29 April 2026 dini hari WIB. (c) AP Photo/Aurelien Morissard

Bayern Munchen meraih gelar Liga Champions pada musim 2019-20 dengan dominasi besar. Namun, jalur mereka menuju final dianggap relatif mudah.

Di fase grup, mereka mencetak banyak gol melawan Tottenham dan Red Star Belgrade. Selisih gol mereka sangat dominan sejak awal.

Pada fase gugur, Chelsea menjadi lawan yang tidak terlalu memberi perlawanan berarti. Bayern menang dengan agregat besar tanpa banyak kesulitan.

Turnamen kemudian berubah format akibat pandemi, yang semakin menguntungkan mereka. Kemenangan besar atas Barcelona menjadi momen paling ikonik.

3 dari 5 halaman

3. Real Madrid (2015-16)

Starting XI Real Madrid saat melawan Real Betis di lanjutan La Liga, 25 April 2026. (c) AP Photo/Jose Breton

Starting XI Real Madrid saat melawan Real Betis di lanjutan La Liga, 25 April 2026. (c) AP Photo/Jose Breton

Real Madrid memenangkan Liga Champions 2015-16 dengan performa solid. Namun, beberapa pihak menilai jalur mereka cukup menguntungkan.

Mereka lolos dari grup yang berisi PSG, Shakhtar Donetsk, dan Malmo tanpa kekalahan. Hasil ini memberi fondasi kuat sejak awal.

Di fase gugur, mereka menghadapi Roma dan Wolfsburg sebelum bertemu Manchester City. Banyak lawan dianggap belum mencapai level tertinggi.

Atletico Madrid justru menghadapi lawan lebih berat sebelum kalah di final. Situasi ini memunculkan perdebatan tentang tingkat kesulitan Madrid.

4 dari 5 halaman

2. Arsenal (2025-26)

Pemain Arsenal merayakan kemenangan atas Fulham dalam pertandingan Premier League, Sabtu (2/5/2026) malam WIB. (c) AP Photo/Kin Cheung

Pemain Arsenal merayakan kemenangan atas Fulham dalam pertandingan Premier League, Sabtu (2/5/2026) malam WIB. (c) AP Photo/Kin Cheung

Arsenal mencatat sejarah dengan mencapai final Liga Champions 2025-26. Namun, perjalanan mereka dianggap cukup bersahabat oleh sebagian pengamat.

Fase grup memberi keuntungan besar dengan penempatan jalur yang relatif stabil. Mereka juga mendapat beberapa hasil undian yang menguntungkan.

Di fase gugur, Arsenal menghadapi Bayer Leverkusen, Sporting, dan Atletico Madrid. Beberapa lawan mengalami penurunan performa atau kejutan dari tim lain.

Belum ada juara bertahan yang mereka hadapi di fase knockout. Meski begitu, pencapaian Arsenal tetap mendapat apresiasi tinggi dari publik.

5 dari 5 halaman

1. Manchester United (2010-11)

Selebrasi pemain Manchester United merayakan gol Matheus Cunha ke gawang Liverpool, 3 Mei 2026. (c) AP Photo/Dave Thompson

Selebrasi pemain Manchester United merayakan gol Matheus Cunha ke gawang Liverpool, 3 Mei 2026. (c) AP Photo/Dave Thompson

Manchester United menjalani perjalanan ke final Liga Champions 2010-11 dengan relatif mulus. Mereka tampil dominan sejak fase awal kompetisi.

Di fase grup, mereka menghadapi lawan seperti Valencia, Rangers, dan Bursaspor. Mereka lolos tanpa kekalahan yang berarti.

Pada fase gugur, Chelsea dan Schalke menjadi rintangan utama. Namun, performa kedua lawan dinilai tidak maksimal saat itu.

United akhirnya melaju ke final sebelum dikalahkan Barcelona. Meski begitu, perjalanan mereka tetap dianggap salah satu yang paling ringan di era modern.

Sumber: Planet Football


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL