
Bola.net - - Liverpool melakukan salah satu comeback terhebat dalam sejarah Liga Champions. Mereka secara mengejutkan bisa mengalahkan Barcelona 4-0 pada leg kedua dan sekaligus melangkah final.
The Reds menyerah 3-0 pada pertandingan leg pertama pekan lalu di Camp Nou. Namun, mereka membuat start yang sempurna di Anfield
Divock Origi mengurangi defisit setelah pertandingan berjalan tujuh menit. Pemain Belgia itu memanfaatkan bola muntahan dari penyelamatan Marc-Andre ter Stegen atas tembakan Jordan Henderson.
Liverpool kemudian mengejutkan Barcelona dengan mencetak dua gol pada babak kedua. Pemain pengganti Georginio Wijnaldum memborong dua gol untuk menyamakan agregat gol.
Dan pasukan Jurgen Klopp akhirnya membalikkan keadaan melalui Origi. Sepak pojok cepat Trent Alexander-Arnold berhasil dikonversi pemain Belgia itu menjadi gol dan Liverpool lolos ke final dengan agregat 4-3.
Dari pertandingan leg kedua antara Liverpool kontra Barcelona, setidaknya ada lima poin penting yang terjadi. Berikut ini penjabarannya seperti dilansir The Mirror.
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
Wijnaldum Buktikan Dirinya
Wijnaldum tidak bermain bagus pada leg pertama pekan lalu. Dia bermain dengan peran yang baru di lapangan dan tidak memberikan dampak yang diinginkan di Camp Nou.
Jadi pemain asal Belanda itu dicadangkan pada pertandingan krusial di leg kedua. Jordan Henderson dan James Milner memulai di lini tengah bersama Fabinho.
Wijnaldum baru dimasukkan pada babak kedua untuk menggantikan Andrew Robertson yang cedera. Sang pemain langsung memberikan dampak yang besar.
Mantan bintang Newcastle itu mencetak gol kedua bagi Liverpool. Beberapa menit kemudian, Wijnaldum mencetak gol lagi dengan sundulan untuk menyamakan kedudukan.
Usai pertandingan, Wijnaldum mengaku sempat kesal karena dicadangkan oleh Klopp.
"Saya benar-benar marah karena manajer karena mencadangkan saya. Saya hanya mencoba membantu tim saya, (dan) saya senang bisa melakukannya dengan dua gol," katanya sambil tersenyum.
Origi Bersinar Untuk Klopp
Origi punya kebiasaan mencetak gol-gol penting belakangan ini. Gol telatnya melawan Newcastle pada akhir pekan lalu adalah contoh terbaru.
Dan, setelah mendapat kesempatan langka menjadi starter saat melawan Barcelona. Ia menunjukkan penampilan penting lainnya untuk pasukan Jurgen Klopp.
Liverpool membutuhkan gol cepat jika mereka ingin memenangkan pertandingan. Origi pun berhasil melakukannya.
Pemain asal Belgia itu berada di tempat yang tepat pada waktu yang tepat untuk mengakhiri tembakan Henderson yang diselamatkan kiper Barcelona. Ia menyambar bola muntah untuk membawa Liverpool unggul.
Cerita Origi tidak berhenti sampai di situ saja. Dia kemudian kembali mencetak gol dari sepak pojok cepat Trent Alexander-Arnold dan mengunci kemenangan untuk Liverpool.
Karma Luis Suarez
Setelah mencetak gol pembuka pada kemenangan Barcelona 3-0 pada leg pertama pekan lalu, Suarez sepertinya sudah membuat marah penggemar Liverpool dengan selebrasi golnya.
Mantan pahlawan Liverpool itu terbukti cukup menjengkelkan pada babak pertama di Anfield. Ia sering melakukan protes untuk keputusan apa pun.
Dia juga jatuh di setiap kesempatan, bahkan terlihat pura-pura cedera untuk mendapatkan keuntungan bagi timnya.
Pada akhir babak pertama, Suarez terlihat menendang kaki Andy Robertson. Pemain asal Skotlandia itu sempat mendapatkan perawatan sebelum digantikan Georginio Wijnaldum di awal babak kedua.
Suarez akhirnya mengakhiri pertandingan dengan kekalahan. Itu mungkin karma dari pemain Uruguay tersebut akibat ulahnya dalam pertandingan tersebut.
Coutinho Kesulitan saat Kembali
Philippe Coutinho juga punya status pahlawan di Anfield. Dia akhirnya kembali bermain di stadion The Reds untuk pertama kalinya setelah pergi pada musim lalu.
Coutinho tidak mampu memenuhi harapan yang tinggi di Barcelona. Namun, dia mendapat kesempatan untuk membuktikan kehebatannya saat melawan Liverpool.
Namun, pemain Brasil itu gagal membuktikannya lagi. Ia tidak memberikan dampak pada saat Lionel Messi dan Luis Suarez mengerahkan segalanya dalam menyerang.
Coutinho sudah tidak terlihat seperti pemain yang hebat di Premier League dulu. Dia kurang percaya diri untuk mengendalikan permainan.
Dia ditarik keluar setelah satu jam, bermain sangat mengecewakan, dan bahkan dicemooh oleh sebagian penggemar Liverpool.
Atmosfer Anfield
Apakah ada suasana sepakbola Liga Champions yang lebih baik dari Anfield? Rasanya tidak ada.
Para penggemar Liverpool memastikan suasana di stadion sangat meriah bahkan sebelum pertandingan dimulai. Kebisingannya semakin meningkat ketika Origi mencetak gol pembuka kurang dari 10 menit.
Penggemar The Reds mampu mempertahankan atmosfer permusuhan sepanjang pertandingan. Itu sepertinya mempengaruhi Barcelona karena mereka kerap melakukan kesalahan.
Liverpool akhirnya berhasil menghajar barcelona dan melangkah ke final. Atmosfer Anfield memegang peran kunci dalam kebangkitan Liverpool dan runtuhnya Barcelona.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Liverpool vs Barcelona, Shaqiri: Ini Gila!
Liga Champions 8 Mei 2019, 22:24
-
Liverpool Menang, Duo Madrid Turut Sumringah
Liga Champions 8 Mei 2019, 22:00
-
Ini Resep Rahasia Liverpool Kalahkan Barcelona
Liga Champions 8 Mei 2019, 21:20
-
Comeback Lawan Barcelona, Bukti Liverpool Bukan Tim Kacangan
Liga Champions 8 Mei 2019, 21:00
LATEST UPDATE
-
Marc Marquez Curhat Soal Sulitnya Lawan Alex Marquez, Harus Lupakan Status Saudara
Otomotif 8 Januari 2026, 13:21
-
Meski Cetak Dua Gol, Benjamin Sesko Dinilai Tak Layak Bela Man Utd
Liga Inggris 8 Januari 2026, 12:23
-
Jadwal Lengkap Serie A 2025/2026
Liga Italia 8 Januari 2026, 12:03
-
Kesempatan Emas Arsenal Perlebar Jarak Setelah Man City dan Villa Terpeleset
Liga Inggris 8 Januari 2026, 11:49
-
Ini Alasan Liam Rosenior Tak Pimpin Chelsea Saat Lawan Fulham
Liga Inggris 8 Januari 2026, 11:29
-
Tiga Pemain Muda Persija Siap Asah Jam Terbang di Klub Baru
Bola Indonesia 8 Januari 2026, 11:09
LATEST EDITORIAL
-
Peringkat 9 Manajer Manchester United Setelah Sir Alex Ferguson, Siapa Terbaik?
Editorial 7 Januari 2026, 13:52
-
4 Mantan Bintang Man United yang Pernah Jadi Pelatih Sementara di Old Trafford
Editorial 7 Januari 2026, 12:55
-
4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester United Musim Depan
Editorial 5 Januari 2026, 15:52
-
Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenior: Revolusi Taktik Dimulai
Editorial 5 Januari 2026, 15:25
-
7 Pemain yang Pernah Menangis Karena Jose Mourinho, Ada Cristiano Ronaldo
Editorial 5 Januari 2026, 13:58

























KOMENTAR