
Bola.net - AC Milan akan menghadapi ujian berat di leg kedua play-off fase gugur Liga Champions melawan Feyenoord. Kekalahan 0-1 pada leg pertama di De Kuip, Rotterdam, menjadi catatan pahit yang harus diperbaiki oleh Rossoneri.
Pertandingan di San Siro, Rabu (19/2/2025) dini hari WIB, menjadi laga penentu nasib Milan di kompetisi elite Eropa ini. Apakah mereka bisa belajar dari kesalahan dan lolos ke babak 16 besar?
Kekalahan di leg pertama cukup mengejutkan. Walau dominan penguasaan bola dan menciptakan peluang, Milan mandul di lini depan. Kegagalan memanfaatkan peluang menjadi PR besar yang harus dibenahi. Kemenangan minimal dua gol dibutuhkan untuk lolos, sementara hasil imbang atau kalah akan membuat Milan tersingkir.
Tekanan kini ada di pundak mereka. Para pemain Milan harus tampil lebih efektif dan meminimalisir kesalahan untuk membalikkan keadaan. San Siro diharapkan menjadi benteng kokoh yang memberikan suntikan semangat bagi Rossoneri.
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
Perbaiki Ketajaman Lini Depan
Lini depan Milan yang dihuni bintang-bintang seperti Rafael Leao, Joao Felix, Christian Pulisic, dan Santiago Gimenez, tampil tumpul di leg pertama. Mereka gagal mengkonversi peluang menjadi gol. Ketajaman di depan gawang harus ditingkatkan drastis.
Efisiensi dalam memanfaatkan peluang menjadi kunci. Setiap peluang harus dimaksimalkan untuk mencetak gol. Milan harus lebih akurat dan lebih ganas dalam penyelesaian akhir.
Dilansir situs resmi UEFA, bek Milan, Fikayo Tomori, mengatakan: "Kami akan menonton ulang pertandingan itu dan memahami apa yang perlu diperbaiki, tapi kami sudah berbicara di antara kami sendiri. Kami tahu bahwa kami kalah dan penyerang mereka memainkan permainan yang bagus dan agresif."
Pertahanan yang Kokoh
Selain ketajaman di lini depan, pertahanan yang kokoh juga krusial. Gawang Milan harus tetap bersih untuk mempermudah misi membalikkan defisit satu gol. Konsentrasi dan antisipasi yang baik sangat dibutuhkan.
Mike Maignan, kiper andalan Milan, harus tampil lebih baik daripada di leg pertama. Kesalahan fatalnya di awal laga harus menjadi pelajaran berharga. Koordinasi antar pemain belakang juga perlu ditingkatkan.
Tomori menambahkan: "Kami membutuhkan sikap yang tepat dan keinginan untuk menang. Kami tahu bahwa kami tidak memainkan permainan yang kami inginkan di leg pertama, tetapi kami tahu apa yang harus dilakukan besok untuk maju ke babak 16 besar. Kami siap dan haus untuk menang."
Manfaatkan Kelemahan Feyenoord
Feyenoord sedang mengalami krisis cedera pada beberapa pemain kunci. Milan harus jeli memanfaatkan kelemahan ini. Strategi yang tepat perlu diterapkan untuk mengeksploitasi celah di pertahanan lawan.
Pemantauan dan analisis permainan Feyenoord sangat penting. Identifikasi pemain pengganti yang rawan kesalahan dan manfaatkan kelemahan mereka. Serangan terarah dan terencana akan meningkatkan peluang mencetak gol.
Atmosfer San Siro yang bergairah diharapkan bisa menjadi senjata tambahan bagi Rossoneri. Dukungan penuh dari para tifosi akan menjadi motivasi ekstra bagi para pemain Milan untuk berjuang habis-habisan.
Milan menghadapi tantangan besar, tetapi peluang masih terbuka. Dengan memperbaiki kesalahan, bermain agresif dan efektif, serta memanfaatkan kelemahan Feyenoord, mereka masih memiliki kesempatan untuk melaju ke babak 16 besar. San Siro akan menjadi saksi perjuangan mereka.
Baca Artikel-artikel Menarik Lainnya:
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Link Live Streaming AC Milan vs Feyenoord - Liga Champions/UCL
Liga Champions 18 Februari 2025, 21:45
-
Mengapa Menjuarai Liga Champions Sangat Sulit dan Tim Terbaik yang Sering Masuk Final
Liga Champions 18 Februari 2025, 18:45
-
Real Madrid: Raja Liga Champions dengan 15 Trofi yang Tak Tertandingi
Liga Champions 18 Februari 2025, 18:42
-
Sejarah Liga Champions: Dari Piala Eropa ke Era Modern 2025
Liga Champions 18 Februari 2025, 18:40
LATEST UPDATE
-
Man of the Match Milan vs Como: Nico Paz
Liga Italia 19 Februari 2026, 07:24
-
Rapor Pemain Arsenal vs Wolves: Sempat Unggul Dua Gol, Blunder Raya Jadi Petaka
Liga Inggris 19 Februari 2026, 06:57
-
Man of the Match Wolves vs Arsenal: Bukayo Saka
Liga Inggris 19 Februari 2026, 06:24
-
Man of the Match Bodo/Glimt vs Inter: Kasper Hogh
Liga Champions 19 Februari 2026, 06:13
-
Persib Bandung vs Ratchaburi, Netizen: Apresiasi untuk Tim, Nuhun, Sekarang Fokus di Liga!
Asia 19 Februari 2026, 05:48
-
Hasil Club Brugge vs Atletico Madrid: Drama 6 Gol, Tak Ada Pemenang di Belgia
Liga Champions 19 Februari 2026, 05:18
-
Hasil Wolves vs Arsenal: The Gunners Terpeleset dalam Drama Injury Time
Liga Inggris 19 Februari 2026, 05:13
-
Hasil Olympiakos vs Leverkusen: Brace Patrik Schick Bungkam Tuan Rumah
Liga Champions 19 Februari 2026, 05:10
LATEST EDITORIAL
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09
-
9 Pemain yang Tinggalkan Manchester United Musim Panas Lalu dan Nasib Mereka Sekarang
Editorial 12 Februari 2026, 22:39
-
10 Atlet dengan Bayaran Tertinggi di 2026: Ronaldo Kalahkan LeBron James dan Messi
Editorial 12 Februari 2026, 21:52
-
Jika Berpisah dengan Liverpool, Ini 5 Klub Potensial untuk Arne Slot
Editorial 11 Februari 2026, 23:48



















KOMENTAR