Alasan Real Madrid Didepak Bayern Munchen dari Liga Champions: 2 Pemain, Salah Satunya Mbappe

Alasan Real Madrid Didepak Bayern Munchen dari Liga Champions: 2 Pemain, Salah Satunya Mbappe
Selebrasi Kylian Mbappe dalam laga Bayern Munchen vs Real Madrid di leg kedua perempat final Liga Champions 2025/2026, Kamis (16/4/2026). (c) AP Photo/Matthias Schrader

Bola.net - Kekalahan pahit harus diterima Real Madrid saat mereka tersingkir dari Liga Champions musim ini. Raksasa Spanyol itu gagal melangkah lebih jauh usai dihentikan Bayern Munchen di babak perempat final.

Hasil tersebut terasa semakin menyakitkan karena Madrid sempat difavoritkan untuk melaju jauh. Namun, performa inkonsisten membuat mereka akhirnya harus angkat koper lebih cepat.

Kekalahan agregat 6-4 dari Bayern menjadi pukulan telak bagi skuad asuhan Alvaro Arbeloa. Situasi ini memicu banyak kritik, baik dari dalam maupun luar lingkaran klub.

Salah satu suara paling keras datang dari legenda Prancis, Emmanuel Petit. Ia melontarkan kritik tajam yang langsung mengarah ke Kylian Mbappe.

Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.

1 dari 4 halaman

Petit Sentil Ego Mbappe di Ruang Ganti

Penyerang Real Madrid, Kylian Mbappe dalam sesi latihan tim jelang lawan Bayern Munchen, 15 April 2026 di leg kedua perempat final Liga Champions. (c) AP Photo/Matthias Schrader

Penyerang Real Madrid, Kylian Mbappe dalam sesi latihan tim jelang lawan Bayern Munchen, 15 April 2026 di leg kedua perempat final Liga Champions. (c) AP Photo/Matthias Schrader

Emmanuel Petit tidak menahan diri dalam mengomentari situasi yang terjadi di Real Madrid. Ia menilai kehadiran Kylian Mbappe justru membawa dampak negatif bagi keharmonisan tim.

Menurut Petit, perubahan atmosfer di ruang ganti Madrid terasa sejak kedatangan sang bintang. Ia menyebut ada peningkatan sikap individualistis yang merusak keseimbangan tim.

Kritik ini muncul di tengah tekanan besar yang sedang dihadapi Los Blancos. Kekalahan dari Bayern dianggap sebagai momen refleksi bagi klub yang terbiasa berjaya di Eropa.

"Ini bukan sepenuhnya kesalahan Mbappe. Tetapi kedatangannya memenuhi ruang ganti Real Madrid dengan keegoisan. Ini sebuah kegagalan," kritiknya pada RMC, via Goal.

2 dari 4 halaman

Madrid Dibandingkan Dengan PSG

Pemain PSG Ousmane Dembele (kanan) merayakan gol pada laga leg kedua perempat final Liga Champions antara Liverpool vs PSG di Anfield, Liverpool, Inggris, Selasa, 14 April 2026 (c) AP Photo/Jon Super

Pemain PSG Ousmane Dembele (kanan) merayakan gol pada laga leg kedua perempat final Liga Champions antara Liverpool vs PSG di Anfield, Liverpool, Inggris, Selasa, 14 April 2026 (c) AP Photo/Jon Super

Petit kemudian membandingkan situasi Real Madrid dengan PSG. Ia menilai klub Paris itu justru berkembang menjadi tim yang lebih solid setelah kepergian Mbappe.

Menurutnya, PSG kini bermain dengan kolektivitas yang jauh lebih baik. Hal ini berbanding terbalik dengan Madrid yang dinilai kehilangan keseimbangan tim.

Perubahan tersebut dianggap sebagai bukti bahwa budaya tim lebih penting daripada sekadar kehadiran bintang besar. Petit melihat PSG kini tampil lebih menyatu di lapangan.

"Waktunya benar-benar tidak menguntungkan baginya. Sejak PSG bermain sebagai sebuah tim, mereka luar biasa. Mereka semua bersatu, seperti jari-jari tangan," tuturnya.

3 dari 4 halaman

Camavinga Juga Jadi Sorotan Usai Kartu Merah Krusial

Eduardo Camavinga usai dikartu merah dalam laga Bayern Munchen vs Real Madrid di leg kedua perempat final Liga Champions 2025/2026, Kamis (16/4/2026). (c) AP Photo/Lennart Preiss

Eduardo Camavinga usai dikartu merah dalam laga Bayern Munchen vs Real Madrid di leg kedua perempat final Liga Champions 2025/2026, Kamis (16/4/2026). (c) AP Photo/Lennart Preiss

Selain Mbappe, Petit juga menyoroti peran Eduardo Camavinga dalam kekalahan Madrid. Ia menilai kartu merah yang diterima gelandang muda itu menjadi titik balik pertandingan.

Camavinga diusir keluar lapangan setelah menerima kartu kuning kedua di menit-menit akhir. Keputusan tersebut membuat Madrid kehilangan momentum untuk bangkit.

Petit menganggap pelanggaran yang dilakukan Camavinga sangat merugikan tim. Situasi itu disebutnya sebagai kesalahan fatal yang menghancurkan peluang comeback.

"Jika ada yang harus disalahkan, itu adalah Camavinga. Pelanggarannya sangat fatal. Pada saat itu dalam pertandingan (menit ke-86), kartu merah itu sangat keras, tetapi sayangnya wasit hanya menerapkan aturan. Real selalu bersembunyi di balik kinerja wasit," kritiknya.


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL