
Bola.net - Arsenal mendapat tantangan besar saat menghadapi PSG pada final Liga Champions akhir pekan ini. Klub asal London Utara itu memburu gelar Eropa pertama dalam sejarah mereka.
Arsenal datang dengan kepercayaan diri tinggi usai menjuarai Premier League musim ini. Namun, PSG tetap menjadi lawan berat karena berstatus juara bertahan kompetisi tersebut.
Tim asuhan Mikel Arteta akan bertemu skuad racikan Luis Enrique yang tampil dominan sepanjang musim. Pertandingan ini juga mempertemukan dua tim dengan kualitas individu dan kolektivitas yang sama-sama kuat.
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
Emmanuel Petit Ungkap 2 Celah PSG
Mantan gelandang Arsenal, Emmanuel Petit, menilai PSG hampir tidak memiliki kelemahan berarti. Meski begitu, ia melihat ada dua area yang masih bisa dimanfaatkan Arsenal.
Petit menilai posisi penjaga gawang PSG belum sepenuhnya meyakinkan meski performanya membaik dalam beberapa pekan terakhir. Ia juga menilai Marquinhos mulai kesulitan menghadapi lawan dengan kekuatan fisik tinggi.
“Ketika saya melihat lini belakang, mungkin saya akan bilang Marquinhos. Dia sudah tidak muda lagi,” ujar Petit. “Dia kesulitan ketika menghadapi lawan yang kuat.”
Menurut Petit, kualitas skuad PSG tetap sangat lengkap di semua lini permainan. Hal itu membuat Arsenal harus tampil hampir sempurna jika ingin membawa pulang trofi Liga Champions.
Arsenal Diminta Bermain Tanpa Takut
Petit meminta Arsenal tetap memainkan gaya permainan mereka sendiri pada laga final nanti. Ia menilai mentalitas menjadi faktor penting menghadapi tim sekelas PSG.
“Datang ke lapangan dan mainkan sepak bola kalian sendiri,” kata Petit. “Tidak penting siapa lawan kalian.”
Ia juga menilai Arsenal memiliki alasan kuat untuk percaya diri setelah sukses menjadi juara Premier League musim ini. Petit menilai pencapaian itu membuktikan kualitas Arsenal berada di level tertinggi.
“Premier League adalah liga tersulit di dunia dan mereka baru saja memenangkannya,” lanjut Petit. “Mereka punya kualitas untuk melukai PSG.”
Duel Taktik Arteta dan Luis Enrique
Final ini diperkirakan berjalan ketat karena kedua pelatih sama-sama mengandalkan organisasi permainan yang rapi. Arteta dan Luis Enrique juga dikenal fleksibel dalam mengubah pendekatan taktik di tengah pertandingan.
PSG punya pengalaman lebih matang di Liga Champions setelah musim lalu menang 5-0 atas Inter Milan di final. Arsenal pun membawa modal konsistensi dan perkembangan signifikan dalam tiga musim terakhir.
Pertemuan ini menjadi peluang besar bagi Arsenal untuk mencetak sejarah baru di Eropa. Jika mampu memanfaatkan kelemahan kecil PSG, klub London itu bisa membuka jalan menuju trofi Liga Champions pertama mereka.
Sumber: talkSPORT
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
AC Milan Rugi Besar: Belanja Rp10 Triliun dan Gagal ke Liga Champions
Liga Italia 27 Mei 2026, 01:19
-
Bek Ini Siap Tinggalkan Real Madrid setelah Minim Menit Bermain
Liga Spanyol 27 Mei 2026, 00:46
-
Bruno Fernandes Gak Kemana-mana! Tetap di MU Musim Depan!
Liga Inggris 26 Mei 2026, 22:07
-
Belum Menyerah, Barcelona Nego MU Sekali Lagi untuk Marcus Rashford
Liga Spanyol 26 Mei 2026, 21:56
LATEST EDITORIAL
-
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kandidat Tujuannya
Editorial 20 Mei 2026, 16:16
-
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel Arteta Masuk
Editorial 20 Mei 2026, 14:19
-
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tinggalkan Real Madrid
Editorial 19 Mei 2026, 10:00





















KOMENTAR