Khvicha Kvaratskhelia, Motor Permainan PSG yang Bisa Jadi Penentu di Final Liga Champions

Khvicha Kvaratskhelia, Motor Permainan PSG yang Bisa Jadi Penentu di Final Liga Champions
Pemain PSG Khvicha Kvaratskhelia merayakan gol yang dicetaknya pada laga leg pertama perempat final Liga Champions antara PSG vs Liverpool di Paris, Rabu, 8 April 2026 (c) AP Photo/Thibault Camus

Bola.net - Khvicha Kvaratskhelia kembali menjadi pusat perhatian jelang final Liga Champions musim 2025/2026. Winger asal Georgia itu tampil konsisten bersama PSG sepanjang fase gugur dan membawa timnya selangkah lagi menuju sejarah.

Khvicha Kvaratskhelia tidak hanya menghadirkan kreativitas di lini depan. Pemain berusia 25 tahun tersebut juga berkembang menjadi sosok komplet berkat disiplin bertahan yang diterapkan pelatih Luis Enrique.

Georgia memang gagal tampil di Piala Dunia 2026. Namun, absennya negara itu di turnamen terbesar sepak bola dunia tidak mengurangi cahaya Khvicha Kvaratskhelia di level elite Eropa.

Musim ini, Khvicha Kvaratskhelia menjadi motor utama permainan PSG di Liga Champions. Catatan gol, assist, hingga kontribusi tanpa bola membuatnya dianggap sebagai salah satu pemain paling menentukan di kompetisi tersebut.

Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.

1 dari 4 halaman

Dari Napoli Menuju Paris

Pemain PSG, Khvicha Kvaratskhelia (tengah), merayakan gol pada laga Ligue 1 Prancis antara PSG vs Rennes, Sabtu, 6 Desember 2025 (c) AP Photo/Thibault Camus

Pemain PSG, Khvicha Kvaratskhelia (tengah), merayakan gol pada laga Ligue 1 Prancis antara PSG vs Rennes, Sabtu, 6 Desember 2025 (c) AP Photo/Thibault Camus

Khvicha Kvaratskhelia mulai mencuri perhatian ketika memperkuat Napoli pada 2022. Ia langsung berkembang menjadi pemimpin teknis tim dan membantu klub Italia itu kembali berjaya di Serie A.

Selama dua setengah musim di Napoli, Khvicha Kvaratskhelia mencatat 21 gol dan 17 assist dari permainan terbuka di liga. Ia juga membukukan 196 dribel sukses, jumlah tertinggi di Serie A pada periode tersebut.

Performa itu membuat PSG bergerak cepat pada Januari 2025. Klub asal Paris tersebut menjadikan Khvicha Kvaratskhelia sebagai bagian penting proyek mereka di Eropa.

Luis Enrique langsung memahami kualitas yang dimiliki sang pemain. “Dia memiliki kemampuan satu lawan satu yang luar biasa dan bisa bermain di tengah atau sebagai nomor sembilan,” ujar Enrique.

2 dari 4 halaman

Raja Fase Gugur Liga Champions

Khvicha Kvaratskhelia vs Jonathan Tah berebut bola di laga leg kedua semifinal Liga Champions antara Bayern Munchen vs PSG, 7 Mei 2026. (c) AP Photo/Martin Meissner

Khvicha Kvaratskhelia vs Jonathan Tah berebut bola di laga leg kedua semifinal Liga Champions antara Bayern Munchen vs PSG, 7 Mei 2026. (c) AP Photo/Martin Meissner

Khvicha Kvaratskhelia tampil luar biasa sepanjang Liga Champions 2025/2026. Ia sejajar dengan Harry Kane dan Kylian Mbappe sebagai pemain dengan keterlibatan gol terbanyak, yakni 16 kontribusi.

Pemain Georgia itu juga mencatat rekor baru di kompetisi tersebut. Khvicha Kvaratskhelia menjadi pemain pertama yang mencetak gol atau assist dalam tujuh laga fase gugur beruntun di satu musim Liga Champions.

Kontribusi terbaiknya hadir ketika PSG menghadapi Bayern Munchen di semifinal. Dalam proses gol pembuka, ia memperlihatkan kombinasi kecepatan, kecerdasan, dan ketenangan di bawah tekanan.

Serangan dimulai dari operan vertikal Willian Pacho menuju Khvicha Kvaratskhelia. Dalam situasi membelakangi gawang, ia melepas umpan satu sentuhan kepada Fabian Ruiz sebelum langsung berlari meninggalkan kawalan lawan.

Dalam hitungan detik, Khvicha Kvaratskhelia membawa bola lebih dari 60 meter menuju area berbahaya. Ia kemudian mengirim cut-back akurat yang diselesaikan Ousmane Dembele menjadi gol.

3 dari 4 halaman

Berkembang Jadi Pemain Kompleks

Pemain PSG Khvicha Kvaratskhelia merangsek maju sebelum mencetak gol pada laga leg pertama perempat final Liga Champions antara PSG vs Liverpool di Paris, Rabu, 8 April 2026 (c) AP Photo/Aurelien Morissard

Pemain PSG Khvicha Kvaratskhelia merangsek maju sebelum mencetak gol pada laga leg pertama perempat final Liga Champions antara PSG vs Liverpool di Paris, Rabu, 8 April 2026 (c) AP Photo/Aurelien Morissard

Khvicha Kvaratskhelia kini tidak hanya identik dengan aksi menyerang. Di bawah arahan Luis Enrique, ia berkembang menjadi winger yang aktif membantu pertahanan.

“Secara teknik, saya sama bagusnya seperti saat di Napoli. Namun, saya berkembang pesat dalam bertahan bersama Luis Enrique,” kata Khvicha Kvaratskhelia.

Data Liga Champions memperlihatkan perubahan besar tersebut. Khvicha Kvaratskhelia menjadi satu dari hanya dua winger yang mencatat lebih dari 800 tekanan intensitas tinggi sejak fase gugur musim lalu.

Pergerakannya di sisi kiri tetap menjadi kekuatan utama PSG. Akan tetapi, ia kini lebih disiplin dalam menjaga keseimbangan permainan dan memberi ruang bagi Achraf Hakimi serta Nuno Mendes untuk naik membantu serangan.

4 dari 4 halaman

Ancaman Besar untuk Arsenal

Pemain PSG Khvicha Kvaratskhelia (tengah) merayakan gol yang dicetaknya pada laga leg pertama perempat final Liga Champions antara PSG vs Liverpool di Paris, Rabu, 8 April 2026 (c) AP Photo/Aurelien Morissard

Pemain PSG Khvicha Kvaratskhelia (tengah) merayakan gol yang dicetaknya pada laga leg pertama perempat final Liga Champions antara PSG vs Liverpool di Paris, Rabu, 8 April 2026 (c) AP Photo/Aurelien Morissard

PSG kini berada di ambang mempertahankan gelar Liga Champions. Jika berhasil mengalahkan Arsenal di final, klub Prancis itu akan menjadi tim kedua di era Liga Champions yang mampu mempertahankan trofi.

Khvicha Kvaratskhelia diperkirakan kembali menjadi kunci permainan PSG. Kecepatan transisi, kemampuan duel satu lawan satu, dan kerja keras tanpa bola membuatnya sangat sulit dihentikan.

Julukan “Kvaradona” yang lahir di Naples kini terasa semakin relevan. Khvicha Kvaratskhelia telah berkembang dari entertainer menjadi salah satu penyerang paling komplet di sepak bola Eropa.

Sumber: Opta Analyst


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL