
Bola.net - Tim baru, hasil sama. Barcelona masih bergantung pada Lionel Messi untuk memetik kemenangan di pertandingan krusial. Lagi-lagi Messi, sang penyelamat Barcelona.
Kamis (24/10/2019) dini hari WIB, Messi hanya butuh tiga menit pertama untuk mencetak gol pembuka Barcelona ke gawang Slavia Praha. Gol semata wayang Messi ini terbilang satu-satunya gol Barca.
Ya, Barca memang memetik kemenangan 2-1, tapi salah satu gol mereka lahir dari bunuh diri lawan - tepatnya gol bunuh diri Peter Olayinka. Barca benar-benar menderita sepanjang pertandingan, beruntung bisa menang.
Memiliki pemain seperti Messi sudah cukup jadi pembeda. Barcelona bisa apa tanpa Messi? Mengutip Goal internasional, baca selengkapnya di bawah ini ya, Bolaneters!
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
Barcelona Bisa Apa?
Menurut data yang dihimpun Opta, pencetak gol terbanyak Barcelona di Liga Champions sejak 2017/18 adalah:
- Lionel Messi: 19 gol
- Bunuh diri: 7 gol
- Luis Suarez: 4 gol
- Ousmane Dembele: 4 gol
Data ini sudah cukup menjelaskan betapa besarnya ketergantungan Barca terhadap Messi. Kemenangan atas Slavia ini sudah cukup merangkum situasi Barca.
Tanpa Messi, Barca jelas akan menderita. Bisa jadi mereka justru menelan kekalahan pada laga tersebut, mengingat statistik menjelaskan Slavia bermain lebih baik.
Dua Rekor Messi
Satu gol Messi pada laga ini sudah cukup membuatnya mencetak dua rekor. Sekarang Messi sudah mencetak gol ke gawang 33 klub berbeda di Liga Champions - torehan yang sama dengan Raul Gonzalez dan Cristiano Ronaldo.
Juga, dia merupakan satu-satunya pemain yang bisa mencetak gol dalam 15 musim Liga Champions beruntun. Ya, Messi sudah membantu Barcelona selama 15 tahun di Eropa.
Messi sudah meraih trofi bergengsi ini empat kali, tapi dia belum puas. Semua orang memahami ini, meski Messi tidak banyak berbicara.
Pada pidato awal musimnya di Camp Nou, Messi sekali lagi menegaskan kerinduannya terhadap trofi Liga Champions. Dia ingin membawa pulang Si Kuping Besar.
Sama Saja?
Barca memperkuat skuad musim ini dengan tujuan meraih trofi Liga Champions. Antoine Griezmann dan Frenkie de Jong didatangkan, dua pemain yang diharapkan di Eropa.
Namun, lagi-lagi Messi yang menolong mereka pada laga sepenting ini - bukan Griezmann, apalagi De Jong. Jadi, mengapa musim ini bakal berbeda? Barcelona gagal lagi di Liga Champions?
Sumber: Goal
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Eks Liverpool Ini Kritik Performa Coutinho Bersama Bayern
Bundesliga 24 Oktober 2019, 22:40
-
Inter Milan Lepas Tawaran untuk Ivan Rakitic
Liga Inggris 24 Oktober 2019, 21:30
-
Cinta Barcelona untuk Milan Skriniar Bertepuk Sebelah Tangan
Liga Spanyol 24 Oktober 2019, 20:15
-
Manchester City Ramaikan Perburuan Fabian Ruiz
Liga Inggris 24 Oktober 2019, 19:15
-
Kalahkan Slavia Praha, Barcelona Disebut Dinaungi Dewi Fortuna
Liga Champions 24 Oktober 2019, 18:20
LATEST UPDATE
-
Prediksi Roma vs Sassuolo 11 Januari 2026
Liga Italia 10 Januari 2026, 00:00
-
Prediksi Man City vs Exeter City 10 Januari 2026
Liga Inggris 9 Januari 2026, 22:00
-
Transformasi Sisi Kanan Real Madrid: Valverde dan Rodrygo Menggila!
Liga Spanyol 9 Januari 2026, 21:56
LATEST EDITORIAL
-
8 Mantan Anak Buah Ole Gunnar Solskjaer yang Masih Bertahan di Manchester United
Editorial 9 Januari 2026, 11:22
-
Peringkat 9 Manajer Manchester United Setelah Sir Alex Ferguson, Siapa Terbaik?
Editorial 7 Januari 2026, 13:52
-
4 Mantan Bintang Man United yang Pernah Jadi Pelatih Sementara di Old Trafford
Editorial 7 Januari 2026, 12:55
-
4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester United Musim Depan
Editorial 5 Januari 2026, 15:52




















KOMENTAR