
Bola.net - Kekalahan telak dialami Chelsea saat menghadapi Paris Saint-Germain (PSG) pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions 2025-2026. Bertanding di Parc des Princes, tim London itu takluk dengan skor 2-5 setelah kebobolan dua gol pada menit-menit akhir.
Laga sempat berlangsung seimbang hingga memasuki fase akhir pertandingan. Namun, penyelesaian akhir yang efektif membuat sang juara bertahan mampu menjauh dan meninggalkan Chelsea dalam posisi sulit menuju leg kedua.
Gol dari Malo Gusto dan Enzo Fernandez sempat menjaga harapan tim tamu. Akan tetapi performa impresif Khvicha Kvaratskhelia pada menit-menit akhir memastikan keunggulan besar bagi tim tuan rumah.
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
PSG Unggul Cepat Lewat Barcola

PSG membuka keunggulan pada menit ke-10 melalui Bradley Barcola. Serangan cepat dari sisi sayap membuat lini pertahanan Chelsea gagal menutup ruang dengan baik.
Tim tuan rumah menggandakan keunggulan pada menit ke-40 lewat Ousmane Dembele. Skor 2-0 bertahan hingga jeda dan memberi tekanan besar bagi Chelsea yang harus mengejar ketertinggalan.
Chelsea Sempat Bangkit

Chelsea memperkecil ketertinggalan pada menit ke-28 melalui Malo Gusto. Gol itu membuat tempo pertandingan meningkat karena kedua tim bermain lebih terbuka.
Harapan Chelsea kembali muncul ketika Enzo Fernandez mencetak gol penyeimbang pada menit ke-57. Kedudukan 2-2 membuat pertandingan terasa sangat terbuka menuju akhir laga.
Gol Vitinha Mengubah Momentum

PSG kembali memimpin pada menit ke-74 lewat Vitinha. Gelandang Portugal itu menyelesaikan peluang dengan sentuhan chip yang mengecoh kiper Chelsea.
Gol tersebut mengubah arah pertandingan secara drastis. Chelsea berusaha menekan, tetapi ruang di lini belakang justru semakin terbuka.
Kvaratskhelia Jadi Pembeda

Kvaratskhelia yang masuk sebagai pemain pengganti tampil menentukan bagi PSG. Ia mencetak dua gol pada menit ke-86 dan 90+4 untuk menutup kemenangan 5-2.
UEFA Technical Observer Group menilai performanya sangat menentukan jalannya pertandingan. “Dia masuk saat skor 2-2 dan membuat perbedaan dengan penampilan yang sangat menentukan,” tulis laporan pengamat teknis UEFA.
Bek Chelsea, Malo Gusto, mengakui timnya kecewa dengan hasil akhir pertandingan tersebut. “Kekecewaan adalah perasaan utama, terutama karena kami menunjukkan banyak hal baik di lapangan,” katanya.
Ia tetap menaruh harapan pada leg kedua. “Apa pun bisa terjadi di Liga Champions, kata utama sekarang adalah keyakinan,” ujarnya.
Hasil ini membuat peluang Chelsea menuju perempat final menjadi jauh lebih berat. Namun, pertandingan kedua masih memberi kesempatan jika mereka mampu membalikkan keadaan di kandang sendiri.
Sumber: UEFA.com
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Petaka Wakil Inggris di Liga Champions: 6 Klub Gagal Menang, 3 Dibantai
Liga Champions 12 Maret 2026, 11:23
LATEST UPDATE
-
Bodo/Glimt Kembali Memakan Korban
Liga Champions 12 Maret 2026, 14:21
-
Lionel Messi Gagal Cetak Gol ke-900, Inter Miami Ditahan Nashville
Bola Dunia Lainnya 12 Maret 2026, 14:04
-
Bisakah Manchester City Comeback Lawan Real Madrid? Bisa Banget!
Liga Champions 12 Maret 2026, 12:46
-
Madueke Mengubah Arah Pertandingan, Havertz Tenang di Titik Penalti
Liga Champions 12 Maret 2026, 12:15
LATEST EDITORIAL
-
Starting XI Gabungan PSG dan Chelsea Sepanjang Masa, Siapa Saja Masuk?
Editorial 11 Maret 2026, 21:05
-
3 Pelatih yang Pernah Menangani PSG dan Chelsea, Ada yang Juara Liga Champions
Editorial 11 Maret 2026, 20:54
-
11 Pemain yang Pernah Membela PSG dan Chelsea, Ada Legenda Liga Champions
Editorial 11 Maret 2026, 20:44
-
5 Pelatih dengan Kartu Merah Terbanyak, Jose Mourinho Jauh di Puncak
Editorial 10 Maret 2026, 20:41























KOMENTAR