
Bola.net - Laga panas tersaji saat PSG menjamu Bayern Munchen pada leg pertama semifinal Liga Champions 2025/2026 di Parc des Princes, Rabu 29 April 2026 dini hari WIB. Pertandingan ini berakhir dengan skor mencolok 5-4 untuk kemenangan tuan rumah dalam duel penuh drama.
Bayern sempat membuka keunggulan lebih dulu lewat penalti Harry Kane pada menit ke-17. Namun, PSG merespons cepat dan bahkan berbalik unggul sebelum akhirnya babak pertama ditutup dengan skor 3-2.
Intensitas pertandingan tak menurun di babak kedua, bahkan semakin liar dengan hujan gol dari kedua tim. PSG sempat unggul jauh sebelum Bayern bangkit dan memperkecil ketertinggalan hingga skor akhir 5-4.
Di balik pesta gol tersebut, muncul satu momen yang menjadi sorotan tajam. Penalti kontroversial untuk PSG tepat sebelum turun minum memicu perdebatan panjang dari berbagai pihak.
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
Eberl Soroti Penalti yang Dinilai tak Layak

Max Eberl tak bisa menyembunyikan kekecewaannya usai laga yang berjalan penuh kontroversi tersebut. Direktur olahraga Bayern Munchen itu menilai keputusan penalti untuk PSG sangat meragukan.
Momen itu terjadi ketika Alphonso Davies dianggap melakukan handball di dalam kotak penalti. Padahal, dalam tayangan ulang terlihat bola lebih dulu mengenai tubuh Davies sebelum mengenai tangannya.
Intervensi VAR yang dipimpin Carlos del Cerro Grande membuat wasit akhirnya menunjuk titik putih. Keputusan ini kemudian dimanfaatkan Ousmane Dembele untuk membawa PSG unggul 3-2 jelang turun minum.
“Ada banyak hal yang perlu dibahas. Bola pertama kali mengenai tubuh, lalu tangan, jadi mungkin seharusnya tidak diberikan. Tapi apa gunanya mempermasalahkan hal ini sekarang? Sayangnya, ia meniup peluit," ucapnya pada Prime usai laga, dikutip dari Goal.
Kritik Tajam Kramer dan Hummels

Tak hanya Eberl, kritik juga datang dari dua mantan pemain internasional Jerman, Christoph Kramer dan Mats Hummels. Keduanya menilai keputusan penalti tersebut terlalu dipaksakan.
Kramer menyoroti penggunaan tayangan ulang gerak lambat yang menurutnya sering menyesatkan persepsi wasit. Ia menilai situasi tersebut terlihat lebih buruk dari kenyataan sebenarnya.
Hummels pun sepakat bahwa insiden itu bukan pelanggaran yang layak dihukum penalti. Ia menegaskan bahwa pantulan bola dari tubuh ke tangan seharusnya tidak dianggap sebagai handball.
“Itu lagi-lagi tayangan gerak lambat; itu hal terburuk dalam sepak bola, itu membuat semuanya terlihat jauh lebih buruk,” keluh Kramer. Hummels menambahkan, “Setelah tembakan, tangan terayun-ayun, yang membuatnya terlihat lebih buruk. Bola memantul dari pinggul; saya selalu berpikir itu seharusnya bukan pelanggaran.”
Klasemen Liga Champions
(Goal)
Baca Juga:
- Rekor Baru Harry Kane di Tengah Drama PSG vs Bayern Munchen, Lampaui Steven Gerrard
- Luis Enrique Pecahkan Rekor Guardiola Usai PSG Taklukkan Bayern Munchen
- Vitinha Sedikit Kecewa Meski PSG Menang Dramatis Lawan Bayern Munchen
- PSG Menang, Ousmane Dembele Janji Tetap Tampil Agresif di Markas Bayern Munchen
- Sederet Statistik Bersejarah dan Rekor Gila Saat Hujan 9 Gol di Laga PSG vs Bayern Munchen
- Harry Kane Nilai Bayern Munchen Seharusnya Bisa Kunci Kemenangan Lawan PSG
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
PSG Sanggup Back-to-Back Juara Liga Champions!
Liga Champions 29 April 2026, 19:49
-
Luis Diaz dan Sentuhan Ajaib yang Selamatkan Bayern Munchen
Liga Champions 29 April 2026, 17:17
-
PSG vs Bayern 5-4: Luis Enrique Bingung Sendiri, Laga UCL Paling Liar!
Liga Champions 29 April 2026, 16:46
-
PSG Menang Dramatis 5-4 atas Bayern, Marquinhos: Ini Laga yang Indah!
Liga Champions 29 April 2026, 16:28
LATEST UPDATE
-
Hadapi Liverpool, Bos Fenerbahce Janji Gak Baper Lawan Mantan!
Liga Champions 4 November 2026, 16:40
-
Jamu Real Madrid, AEK Athens Bersiap untuk Parkir Bus demi Raih Kemenangan!
Liga Champions 4 November 2026, 16:20
-
Rodri Alami Cedera Hamstring, Terancam Absen saat Barcelona Hadapi Atletico Madrid
Liga Champions 4 November 2026, 16:03
-
Bekuk AS Roma, Bukti Manchester United Bukan Tim yang Jelek!
Liga Champions 4 November 2026, 16:00
-
MU Comeback 3-2 Lawan AS Roma, Apa Sih Rahasianya, Wahai Michael Carrick?
Liga Champions 4 November 2026, 15:40
-
Youri Tielemans Dedikasikan Kemenangan MU atas AS Roma untuk Michael Carrick
Liga Champions 4 November 2026, 15:20
-
Arsenal Menang Mudah di Kandang Slavia Praha? Kayaknya Enggak Deh!
Liga Champions 4 November 2026, 15:00
-
Tantang Fenerbahce, Liverpool Nostalgia Malam Magis di Istanbul
Liga Champions 4 November 2026, 14:40
-
Jose Mourinho Peringatkan Real Madrid untuk Tidak Jemawa ketika Hadapi AEK Athens
Liga Champions 4 November 2026, 14:20
-
Tempat Menonton Melbourne Victory vs Persib, 4 November 2026
Bola Indonesia 4 November 2026, 14:15
-
Link Streaming Melbourne Victory vs Persib, 4 November 2026
Bola Indonesia 4 November 2026, 14:09
-
Bocah Ajaib Manchester United itu Bernama Shea Lacey
Liga Champions 4 November 2026, 14:00
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18
























KOMENTAR