
Bola.net - Barcelona harus menerima hasil pahit saat menjamu Atletico Madrid di Spotify Camp Nou, Kamis (9/4/2026) dini hari WIB. Tim asal Catalan itu kalah 0-2 pada leg pertama perempat final Liga Champions.
Kekalahan ini tidak hanya soal skor. Ada rasa kecewa yang cukup terasa dari kubu Barcelona, terutama terkait beberapa keputusan wasit. Salah satu momen yang paling disorot adalah ketika klaim penalti mereka tidak digubris.
Insiden itu terjadi saat pemain Atletico, Marc Pubill, terlihat menyentuh bola di dalam kotak penalti. Para pemain Barcelona langsung bereaksi. Protes muncul saat itu juga, bahkan terlihat cukup emosional.
Namun, wasit Istvan Kovacs bersama tim VAR memutuskan tidak ada penalti. Mereka menilai situasi belum aktif, sehingga sentuhan tersebut tidak dianggap pelanggaran. Keputusan ini jelas membuat Hansi Flick tidak puas.
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
Kekecewaan Bek Barcelona Soal Keputusan VAR

Setelah pertandingan berakhir, kekecewaan pemain Barcelona makin terlihat. Beberapa pemain mulai angkat bicara. Salah satunya Gerard Martin yang cukup tegas menyampaikan pendapatnya.
Menurutnya, bola sebenarnya sudah dalam permainan saat kejadian itu terjadi. Ia merasa VAR seharusnya bisa melihat situasi tersebut dengan lebih jelas.
"Dalam aksi tersebut, penjaga gawang meletakkan bola dan kemudian memainkannya," ujar Gerard Martin.
Ia juga menambahkan bahwa mungkin wasit tidak melihat langsung, tetapi VAR seharusnya membantu mengambil keputusan yang lebih tepat.
"Bola sudah dalam permainan. Jelas, pemain menghentikannya dengan tangannya. Mungkin wasit tidak melihatnya karena kejadiannya agak konyol, tetapi dari VAR tindakan itu harus dilihat. Bola sedang dimainkan dan dia menyentuhnya dengan tangan," tambahnya.
Pembelaan Kiper Atletico Madrid

Di sisi lain, kubu Atletico punya pandangan berbeda. Kiper mereka, Juan Musso, langsung membela rekan setimnya.
Menurut Musso, insiden itu tidak perlu dibesar-besarkan. Ia menilai kejadian tersebut tidak berpengaruh besar terhadap jalannya pertandingan secara keseluruhan.
“Kalau kita mau menilai pertandingan hanya dari insiden itu, rasanya kurang tepat. Lebih baik kita bicara soal permainan secara keseluruhan,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa situasi tersebut masih berada di bawah kendali wasit, termasuk soal apakah bola sudah aktif atau belum.
"Mari berhenti meributkan sebuah permainan di mana tidak terjadi apa-apa. Gerakan Pubill tidak mengubah apa pun. Jika Marc ingin mengambil keuntungan karena dia berada di bawah tekanan, itu bisa ditafsirkan berbeda, tapi tidak seperti itu. Bola belum dalam permainan, wasit yang berkuasa," tegasnya.
Kemarahan Marcus Rashford

Reaksi keras juga datang dari lini depan Barcelona. Marcus Rashford menilai timnya dirugikan oleh keputusan tersebut.
Menurutnya, insiden itu cukup jelas dan seharusnya berujung penalti. Ia bahkan menyebut kejadian serupa biasanya selalu dihukum dengan tendangan dari titik putih.
“Ini jelas penalti. Situasi seperti ini sudah sering terjadi dan biasanya selalu diberikan penalti,” kata Rashford.
Ia juga mengaku pernah mengalami situasi serupa sebelumnya. Karena itu, ia merasa keputusan kali ini cukup sulit dipahami.
"Ini pernah terjadi sebelumnya, dan selalu diberikan sebagai penalti. Sudah menjadi akal sehat bahwa itu seharusnya penalti. Penjaga gawang melakukannya sepanjang pertandingan, dan pada kesempatan itu, Pubill menyentuhnya dengan tangan. Bagi saya, itu penalti," tegasnya.
Barcelona kini tidak punya banyak waktu untuk larut dalam kekecewaan. Mereka harus segera bersiap untuk leg kedua minggu depan. Meski tertinggal dua gol, peluang untuk lolos masih ada, meski jujur saja tidak akan mudah.
TAG TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Mimpi-mimpi Mitchell Baker: Bermain di Piala Dunia dan Premier League
Tim Nasional 31 Oktober 2026, 23:47
-
Kata-kata Michael Carrick Usai Manchester United Dihajar Chelsea
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:39
-
Lisandro Martinez yang Konyol!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:02
-
Halloween untuk MU: Kalah dari Chelsea, Setan Merah Ukir Rekor Terburuk Sejak 1988!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 21:47
-
Ketika Vinicius Junior Justru Dianggap Masalah bagi Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 20:19
-
Statistik Ini Jadi Bukti Nyata Bernardo Silva Ubah Permainan Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 19:45
-
Strategi Cerdas Marc Marquez Sprint Race MotoGP Malaysia 2026: Pantang Memimpin Balapan!
Otomotif 31 Oktober 2026, 19:14
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18



















KOMENTAR