
Bola.net - Federico Dimarco berdiri di persimpangan dua ambisi besar. Di satu sisi, ia merasa berkewajiban membawa Inter Milan bangkit di Liga Champions; di sisi lain, hatinya bergetar untuk mengantar Italia kembali ke Piala Dunia.
Situasinya tak sederhana. Inter Milan akan menjamu Bodo/Glimt di Giuseppe Meazza pada leg kedua play-off fase gugur Liga Champions, Rabu (25/2/2026) dini hari WIB.
Nerazzurri berada dalam tekanan nyata. Kekalahan 1-3 di Norwegia pekan lalu memaksa mereka mengejar defisit dua gol.
Dan di tengah tekanan itu, Dimarco angkat bicara.
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
Misi Comeback di San Siro

Bek sayap kiri andalan Inter itu tak menutup-nutupi pendekatan timnya. Ia menegaskan bahwa Inter akan tampil ofensif sejak awal laga.
“Jelas, kami akan bermain cukup menyerang,” ujar Dimarco dalam konferensi pers prapertandingan.
“Kami tertinggal dua gol. Kami harus memperhatikan serangan balik mereka karena mereka sangat mematikan di pertandingan Liga Champions lain musim ini,” tegasnya.
Inter tak punya banyak pilihan. Fokus pertama adalah mencetak gol, lalu membaca bagaimana laga berkembang.
“Pertama-tama kami harus berpikir untuk mencetak gol, lalu kita lihat bagaimana pertandingan berjalan. Pikiran pertama adalah melakukan comeback secepat mungkin,” sambung Dimarco.
Musim ini, kontribusinya tak bisa dianggap remeh. Ia sudah terlibat dalam 21 gol di semua kompetisi—enam gol dan 15 assist—angka yang menegaskan betapa vital perannya dari sisi kiri.
Di balik performanya, ada sosok pelatih yang ia hargai.
“Ia memberi saya banyak nasihat sejak awal tahun,” puji Dimarco tentang pelatih Inter, Cristian Chivu.
Antara Nerazzurri dan Azzurri

Bagi Dimarco, tanggung jawab itu tak berhenti di level klub. Ia juga menyinggung beban yang dirasakan bersama tim nasional.
“Kami harus mencoba, kami adalah Inter. Kami harus memainkan pertandingan ini seperti laga-laga Liga Champions lain yang kami jalani dalam beberapa tahun terakhir,” katanya.
“Hal yang sama berlaku untuk tim nasional. Kami melewatkan dua Piala Dunia terakhir, dan kami berkewajiban untuk mencoba,” imbuhnya.
Italia memang absen di dua edisi terakhir Piala Dunia. Luka itu masih terasa.
Dalam wawancara terpisah bersama Sky Sport Italia, Dimarco mendapat pertanyaan yang lebih personal: memilih Scudetto atau Liga Champions bersama Inter, atau lolos ke Piala Dunia bersama Azzurri?
“Tolong, biarkan saya memilih dua: Scudetto dan lolos ke Piala Dunia,” jawab Dimarco ringan.
Jawaban itu mungkin terdengar diplomatis. Namun di baliknya, terselip gambaran jelas tentang prioritas: kejayaan domestik bersama Inter dan kebangkitan Italia di panggung dunia.
Kini, yang terdekat adalah San Siro. Dua gol harus dikejar. Dan Dimarco tahu, mimpi besar selalu dimulai dari satu pertandingan yang dimenangkan.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Live Streaming Leverkusen vs Olympiacos - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 24 Februari 2026, 20:00
-
Live Streaming Newcastle vs Qarabag FK - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 24 Februari 2026, 20:00
-
Live Streaming Inter vs Bodo/Glimt - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 24 Februari 2026, 20:00
-
Jadwal Liga Champions Minggu Ini: Misi Berat Juventus dan Inter
Liga Champions 24 Februari 2026, 19:19
-
Tak Diduga-duga, Anthony Gordon Bersaing dengan Mbappe di Top Skor UCL!
Liga Champions 24 Februari 2026, 17:47
LATEST UPDATE
-
Prediksi BRI Super League: PSIM vs Borneo FC 1 November 2026
Bola Indonesia 1 November 2026, 06:21
-
Hasil Barcelona vs Alaves: Blaugrana Pesta Gol 6-1
Liga Spanyol 1 November 2026, 06:19
-
Hasil Bayern vs Dortmund: Kane Gagal Penalti, Der Klassiker Berakhir Imbang 2-2
Bundesliga 1 November 2026, 05:57
-
Hasil Udinese vs Roma: Mengamuk di Babak Pertama, Giallorossi Menang Telak 5-2
Liga Italia 1 November 2026, 05:43
-
Hasil Man City vs Brighton: The Citizens Tumbang 0-1 di Etihad
Liga Inggris 1 November 2026, 05:33
-
Mimpi-mimpi Mitchell Baker: Bermain di Piala Dunia dan Premier League
Tim Nasional 31 Oktober 2026, 23:47
-
Kata-kata Michael Carrick Usai Manchester United Dihajar Chelsea
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:39
-
Lisandro Martinez yang Konyol!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:02
-
Halloween untuk MU: Kalah dari Chelsea, Setan Merah Ukir Rekor Terburuk Sejak 1988!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 21:47
-
Ketika Vinicius Junior Justru Dianggap Masalah bagi Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 20:19
-
Statistik Ini Jadi Bukti Nyata Bernardo Silva Ubah Permainan Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 19:45
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18























KOMENTAR