
Bola.net - Kekalahan Arsenal di final Liga Champions masih menjadi bahan perbincangan hangat di dunia sepak bola. Setelah gagal mengangkat trofi usai takluk dari PSG lewat adu penalti, The Gunners kini mendapat kritik tajam dari sosok yang sudah lama menjadi rival mereka, Sir Alex Ferguson.
Mantan manajer legendaris Manchester United itu dikabarkan melontarkan komentar pedas mengenai pendekatan permainan Arsenal saat menghadapi PSG di partai puncak kompetisi elite Eropa tersebut.
Menurut laporan media Prancis, L'Equipe, Ferguson mengirim pesan kepada Presiden PSG, Nasser Al-Khelaifi, untuk mengucapkan selamat atas keberhasilan klub asal Paris itu meraih gelar Liga Champions. Namun di balik ucapan selamat tersebut, terselip kritik terhadap performa Arsenal yang dinilai terlalu defensif.
Ferguson disebut menilai PSG sebagai satu-satunya tim yang benar-benar berusaha memainkan sepak bola di final tersebut. Sumber yang dekat dengan Qatar Sports Investments bahkan mengungkap bahwa eks pelatih Setan Merah itu memuji permainan PSG dengan mengatakan, “Kalian adalah tim yang bermain sepak bola.”
L’Equipe sempat menyebut Ferguson menyebut Arsenal sebagai tim yang “membosankan”. Meski demikian, pihak yang dekat dengan pemilik PSG membantah penggunaan kata tersebut dan menegaskan bahwa fokus Ferguson lebih kepada pujian terhadap gaya bermain PSG.
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
Statistik Buruk Arsenal di Final

Kritik Ferguson tidak muncul tanpa alasan. Secara statistik, Arsenal memang tampil jauh di bawah dominasi PSG sepanjang pertandingan.
Pasukan Mikel Arteta hanya menguasai 24,7 persen bola, angka terendah dalam sejarah final Liga Champions sejak data penguasaan bola mulai dicatat secara resmi. Bahkan gol pembuka yang dicetak Kai Havertz menjadi satu-satunya tembakan tepat sasaran Arsenal sepanjang pertandingan.
Selama 120 menit bermain, Arsenal hanya melepaskan tujuh percobaan tembakan. Lima di antaranya berhasil diblok pemain PSG, sementara dua lainnya gagal memberikan ancaman berarti.
Situasi tersebut membuat kiper PSG, Matvey Safonov, praktis menjalani malam yang relatif tenang. Bahkan saat adu penalti, ia tidak perlu melakukan penyelamatan karena dua eksekutor Arsenal, Eberechi Eze dan Gabriel, gagal mengarahkan bola ke gawang.
Joao Neves: Hanya Ada Satu Tim yang Bermain

Pandangan Ferguson ternyata sejalan dengan apa yang dirasakan gelandang PSG, Joao Neves.
Pemain muda Portugal itu menilai timnya tampil jauh lebih dominan dan pantas keluar sebagai juara. Menurutnya, PSG adalah satu-satunya tim yang berusaha mengendalikan permainan sejak awal hingga akhir laga.
“Kami pantas mendapatkan gelar ini. Saya hanya melihat satu tim di lapangan. Kami menciptakan peluang, menguasai bola lebih banyak, dan bermain lebih baik,” ujar Neves.
Komentar tersebut semakin mempertegas narasi bahwa PSG tampil lebih proaktif, sementara Arsenal lebih banyak menunggu dan bertahan.
Arteta Akui Sangat Terpukul

Di sisi lain, Mikel Arteta tidak menutupi rasa kecewanya setelah gagal membawa Arsenal meraih gelar Liga Champions pertama dalam sejarah klub.
Pelatih asal Spanyol itu mengakui timnya merasakan sakit yang luar biasa karena sudah begitu dekat dengan kesempatan meraih gelar Eropa sekaligus melengkapi musim dengan prestasi besar.
Namun, jika melihat sejarah panjang persaingan antara Arsenal dan Manchester United, Arteta tampaknya tidak akan mendapatkan banyak simpati dari Ferguson.
Rivalitas Panjang Ferguson dan Arsenal

Hubungan Ferguson dengan Arsenal memang selalu diwarnai tensi tinggi sejak era akhir 1990-an hingga awal 2000-an. Saat itu, Arsenal yang dilatih Arsene Wenger menjadi pesaing utama Manchester United dalam perebutan gelar Liga Inggris.
Perseteruan keduanya melahirkan banyak momen ikonik. Ferguson pernah menyebut Wenger sebagai “novice” atau pelatih pemula ketika hubungan mereka memanas.
Tak hanya perang kata-kata, rivalitas tersebut juga memunculkan insiden terkenal “Battle of the Buffet” pada 2004. Dalam keributan di lorong stadion setelah Manchester United mengakhiri rekor 49 pertandingan tak terkalahkan Arsenal, Ferguson bahkan terkena lemparan potongan pizza di wajahnya.
Jangan Lewatkan!
- Arsenal Didorong Rekrut Trent Alexander-Arnold, Bisa Jadi Solusi Kreativitas The Gunners
- Statistik Pahit di Balik Kegagalan Arsenal Juara Liga Champions, Rekor Buruk Kembali Menghantui
- Joao Neves Sindir Arsenal Usai PSG Juara Liga Champions: Hanya Kami yang Ingin Bermain
- 7 Pelajaran dari Duel PSG vs Arsenal di Final Liga Champions: The Gunners yang Serba Nyaris
- 3 Duel Kunci yang Menentukan Final Liga Champions: Rice vs Vitinha hingga Malam Kelam Mosquera
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
No Arsenal, No PSG! Marcus Rashford Hanya Mau Barcelona!
Liga Spanyol 1 Juni 2026, 17:18
-
Ditinggal Vlahovic, Juventus Pilih Balikan dengan Striker Ini?
Liga Italia 1 Juni 2026, 16:27
LATEST UPDATE
-
Hasil Man City vs Brighton: The Citizens Tumbang 0-1 di Etihad
Liga Inggris 1 November 2026, 05:33
-
Mimpi-mimpi Mitchell Baker: Bermain di Piala Dunia dan Premier League
Tim Nasional 31 Oktober 2026, 23:47
-
Kata-kata Michael Carrick Usai Manchester United Dihajar Chelsea
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:39
-
Lisandro Martinez yang Konyol!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:02
-
Halloween untuk MU: Kalah dari Chelsea, Setan Merah Ukir Rekor Terburuk Sejak 1988!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 21:47
-
Ketika Vinicius Junior Justru Dianggap Masalah bagi Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 20:19
-
Statistik Ini Jadi Bukti Nyata Bernardo Silva Ubah Permainan Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 19:45
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18



















KOMENTAR