Inter vs Arsenal 1-3: Proses Pendewasaan Nerazzurri

Inter vs Arsenal 1-3: Proses Pendewasaan Nerazzurri
Starting XI Inter Milan saat melawan Arsenal di Liga Champions. (c) AP Photo/luca

Bola.net - Tren negatif Inter Milan di panggung Eropa terus berlanjut pekan ini. Nerazzurri dipaksa menyerah oleh Arsenal yang tampil superior di Giuseppe Meazza, Rabu (21/1/2026) dini hari WIB.

Ini menjadi kekalahan ketiga beruntun bagi Inter di Liga Champions. Sebelumnya, mereka juga tumbang di tangan Atletico Madrid dan Liverpool.

Chivu menegaskan bahwa kekalahan dari Arsenal bukanlah penyesalan utamanya. Ia sadar betul kualitas lawan yang dihadapi kali ini sangat tangguh.

Penyesalan terbesarnya justru tertuju pada dua laga sebelumnya. Menurutnya, Inter seharusnya bisa meraih poin lebih saat melawan Atletico dan Liverpool.

"Penyesalannya adalah dalam tiga pertandingan ini kami bisa saja mendapatkan lebih," ucap Cristian Chivu.

"Mungkin bukan malam ini, tetapi saat melawan Atletico dan Liverpool, sedikit lebih banyak kedewasaan dan konsentrasi bisa membuat perbedaan," lanjut Chivu.

Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.

1 dari 2 halaman

Proses Pendewasaan Skuad

Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu memberikan arahan kepada Petar Sucic saat melawan Arsenal di Liga Champions. (c) AP Photo/Luca Bruno

Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu memberikan arahan kepada Petar Sucic saat melawan Arsenal di Liga Champions. (c) AP Photo/Luca Bruno

Kekalahan beruntun ini dianggap sebagai bagian dari proses belajar. Pengalaman pahit di laga-laga besar mulai membentuk karakter pemain.

Chivu yakin jika timnya bermain dengan sikap seperti malam ini sebulan lalu, hasilnya akan beda. Mentalitas pantang menyerah mulai terlihat meski hasil belum memihak.

"Saya pikir sebulan dari pertandingan-pertandingan itu, jika kami memiliki sikap yang sama seperti malam ini, maka hasilnya akan berbeda," tegas Chivu.

"Meskipun ada kesulitan, skuad ini terus berjalan dengan sikap yang benar, siap bermain sepak bola terbuka mengetahui mungkin ada masalah melawan pemain seperti Saka dan Trossard," imbuhnya.

2 dari 2 halaman

Keterbatasan Opsi di Lini Depan

Inter juga harus berjuang dengan keterbatasan stok pemain akibat cedera. Absennya Denzel Dumfries membuat opsi strategi Chivu menjadi sangat terbatas.

Di babak kedua, Chivu bahkan kesulitan melakukan perubahan taktik yang signifikan. Ia kekurangan daya gedor untuk mengejar ketertinggalan skor.

"Kami memang memasukkan Andy Diouf di akhir, saya juga sempat berpikir untuk mengubah formasi menjadi 4-3-3, tetapi saya kekurangan kekuatan menyerang," ungkap Chivu.

"Benar bahwa kami kekurangan sedikit kreativitas serangan dan umpan silang di sisi kanan, tetapi Luis Henrique bermain bagus, semua pemain berusaha keras malam ini dari awal hingga akhir," tutupnya.


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL