Dari Senegal ke Nigeria, Cocoklogi Chelsea Juara Liga Champions 2025/2026 Mulai Terlihat

Dari Senegal ke Nigeria, Cocoklogi Chelsea Juara Liga Champions 2025/2026 Mulai Terlihat
Pemain Chelsea memberikan penghormatan untuk mendiang Eddie McCreadie sebelum kickoff semifinal Piala Liga Inggris melawan Arsenal, 15 Januari 2026. (c) AP Photo/Alastair Grant

Bola.net - Perjalanan Chelsea di Liga Champions 2025/2026 belum sepenuhnya mulus. The Blues bahkan masih harus berjuang untuk memastikan satu tiket ke babak 16 Besar, sebuah situasi yang menempatkan mereka di bawah sorotan.

Namun, menilai Chelsea hanya dari stabilitas performa fase grup akan terasa menyesatkan. Secara kualitas skuad dan pengalaman, Enzo Fernandez dkk. tetap masuk dalam daftar tim unggulan juara Liga Champions musim ini.

Modal besar Chelsea terlihat jelas ketika mereka tampil impresif di Piala Dunia Antarklub 2025. Gelar juara dari ajang tersebut menegaskan kapasitas The Blues sebagai tim yang terbiasa tampil maksimal di panggung besar.

Di tengah tantangan berat Liga Champions, muncul satu narasi menarik: cocoklogi. Sejumlah situasi yang terjadi musim ini terasa begitu akrab, seolah mengulang kisah Chelsea saat menjuarai Liga Champions 2020/2021.

Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.

1 dari 3 halaman

Jejak Musim 2020/2021 yang Terulang

Selebrasi Liam Delap bersama Malo Gusto di laga Chelsea melawan Fulham, 8 Januari 2026 lalu. (c) AP Photo/Dave Shopland

Selebrasi Liam Delap bersama Malo Gusto di laga Chelsea melawan Fulham, 8 Januari 2026 lalu. (c) AP Photo/Dave Shopland

Chelsea terakhir kali mengangkat trofi Liga Champions pada musim 2020/2021. Kala itu, mereka menundukkan Manchester City 1-0 di final lewat gol Kai Havertz pada menit ke-42.

Menariknya, musim tersebut juga diawali dengan keraguan. Chelsea tampil inkonsisten di fase awal sebelum menemukan ritme permainan yang solid di fase gugur.

Musim 2025/2026 memperlihatkan pola serupa. Chelsea belum stabil, tetapi tetap bertahan dalam persaingan dan menyimpan potensi besar untuk melaju jauh.

Situasi ini menumbuhkan rasa deja vu di kalangan pendukung. Sejarah membuktikan, Chelsea justru sering tampil mematikan saat tidak terlalu difavoritkan.

2 dari 3 halaman

Cocoklogi Afrika dan Efek Pergantian Manajer

Kapten Timnas Senega, Sadio Mane memegang trofi juara Piala Afrika 2025 usai di final mengalahkan Maroko. (c) AP Photo/Mosaab Elshamy

Kapten Timnas Senega, Sadio Mane memegang trofi juara Piala Afrika 2025 usai di final mengalahkan Maroko. (c) AP Photo/Mosaab Elshamy

Cocoklogi pertama datang dari Afrika. Pada Piala Afrika 2021, Senegal keluar sebagai juara. Empat tahun berselang, Senegal kembali mengulang prestasi serupa pada edisi 2025.

Cocoklogi kedua masih dari benua yang sama. Nigeria gagal lolos ke Piala Dunia 2022 pada kualifikasi 2021. Situasi identik kembali terjadi pada 2025, ketika Nigeria gagal mengamankan tiket ke Piala Dunia 2026.

Cocoklogi ketiga menyentuh faktor internal Chelsea. Pada Januari 2021, Frank Lampard digantikan Thomas Tuchel, yang kemudian membawa The Blues juara Liga Champions. Pola itu terulang pada 2026 ketika Enzo Maresca diganti oleh Liam Rosenior.

Lebih jauh, sejarah juga berpihak pada Chelsea. Pada musim 2011/2012, The Blues kembali juara Liga Champions setelah menunjuk manajer pengganti, Roberto Di Matteo. Jika tradisi ini berlanjut, Chelsea 2025/2026 punya alasan kuat untuk kembali bermimpi.

Sumber: LiveScore


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL