
Bola.net - Leonardo Bonucci menyorot satu kelemahan Juventus saat melawan Atletico Madrid pada matchday 1 Grup D Liga Champions 2019/20, Kamis (19/9/2019) dini hari WIB. Juve selalu kesulitan mengatasi situasi bola mati.
Meski bermain di kandang lawan, Juve tampak nyaman memberikan permainan terbaik mereka. Bahkan pasukan Maurizio Sarri ini unggul dua gol terlebih dahulu lewat aksi Juan Cuadrado dan Blaise Matuidi.
Namun, level konsentrasi pemain Juve tampaknya menurun. Mereka kebobolan dua gol di menit ke-70 dan ke-90. Uniknya gol yang dicetak Stefan Savic dan Hector Herrera itu tercipta lewat situasi bola mati.
Inilah titik kelemahan Juve yang sudah mengganggu sejak awal musim. Baca selengkapnya di bawah ini ya, Bolaneters!
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
Percaya Diri
Pertama-tama, Bonucci memuji penampilan berani pemain-pemain Juve di markas lawan. Mereka begitu percaya diri memberikan permainan terbaiknya dan hampir saja menutup laga dengan kemenangan.
"Di babak pertama, Atletico terus menekan dan kami sedikit lambat mengalirkan bola, tapi ketika akhirnya kami meningkatkan kecepatan itu, kami bisa menembus kotak penalti mereka," tutur Bonucci kepada Sky Sport Italia.
"Level kepercayaan diri kami tinggi, kami menyebabkan Atletico kesulitan dan sayangnya tembakan Cristiano [Ronaldo] di menit akhir gagal menjebol gawang mereka."
Situasi Bola Mati
Satu hal yang paling disesali Bonucci adalah mudahnya Juve membiarkan lawan mencetak gol. Mereka sudah menghadapi masalah situasi bola mati ini cukup lama dan masih belum menemukan solusinya.
"Sangat disayangkan kami kebobolan dua gol dari situasi bola mati. Kami memberikan performa apik, tapi kami harus bermain lebih fokus, sebab hal ini sudah terlalu sering terjadi," lanjut Bonucci.
"Semua pemain harus lebih berkonsentrasi. Tim seperti kami tidak bisa terus kebobolan banyak gol dari situasi bola mati," tandasnya.
Sumber: Sky Sport Italia
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Kelas! Pemain Juventus Ini Sumbang 156 Juta Rupiah untuk Bantu Korban Bullying
Liga Italia 19 September 2019, 23:30
-
Juan Cuadrado Picu Ketegangan di Balik Layar Juventus?
Liga Champions 19 September 2019, 23:00
-
Moggi Ungkap Rahasia Juventus yang Berkaitan dengan Henry dan Wenger
Liga Italia 19 September 2019, 22:30
-
Cristiano Ronaldo Mencari Edna, Wanita yang Memberinya Burger Sisa Saat Tak Punya Uang
Liga Champions 19 September 2019, 14:15
-
Highlights Liga Champions: Atletico Madrid 2-2 Juventus
Open Play 19 September 2019, 08:15
LATEST UPDATE
-
Man of the Match AC Milan vs Parma: Mariano Troilo
Liga Italia 23 Februari 2026, 02:59
-
Man of the Match Tottenham vs Arsenal: Viktor Gyokeres
Liga Inggris 23 Februari 2026, 02:42
-
Hasil Milan vs Parma: Dipermalukan di Kandang, Rossoneri Semakin Tertinggal dari Inter
Liga Italia 23 Februari 2026, 02:27
-
Hasil Tottenham vs Arsenal: The Gunners Pesta Gol di Kandang Spurs
Liga Inggris 23 Februari 2026, 01:49
-
Hasil Atalanta vs Napoli 2-1: La Dea Bangkit, Partenopei Tersentak di Gewiss
Liga Italia 23 Februari 2026, 01:28
-
Man of the Match Barcelona vs Levante: Joao Cancelo
Liga Spanyol 23 Februari 2026, 00:52
-
Hasil Barcelona vs Levante: Menang 3-0, Blaugrana Kudeta Puncak
Liga Spanyol 23 Februari 2026, 00:24
-
Man of the Match Nottingham vs Liverpool: Alexis Mac Allister
Liga Inggris 22 Februari 2026, 23:47
-
Prediksi BRI Super League: PSIM vs Bali United 23 Februari 2026
Bola Indonesia 22 Februari 2026, 23:35
-
Hasil Dewa United vs Borneo FC: Alex Martins Cetak 2 Gol
Bola Indonesia 22 Februari 2026, 22:26
-
Kylian Mbappe Bermain Hanya dengan Kondisi Fisik 70 Persen
Liga Spanyol 22 Februari 2026, 20:54
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09

























KOMENTAR