5 Laga Tanpa Menang, Ada Apa dengan Juventus?

5 Laga Tanpa Menang, Ada Apa dengan Juventus?
Pemain Juventus Kenan Yildiz (kanan) berebut bola dengan pemain Como Lucas Da Cunha pada laga Serie A/Liga Italia antara Juventus vs Como, Sabtu, 21 Februari 2026 (c) Marco Alpozzi/LaPresse via AP

Bola.net - Situasi sulit tengah melilit Juventus. Kekalahan 0-2 dari Como pada pekan ke-26 Serie A, Sabtu (21/2) malam WIB, memperpanjang tren negatif mereka.

Bianconeri kini tak pernah menang dalam lima laga terakhir di semua ajang. Lebih parah lagi, tiga pertandingan terakhir selalu berakhir dengan kekalahan.

Kondisi ini jelas jauh dari ekspektasi. Apalagi, Juventus sempat stabil di zona Liga Champions pada fase awal musim.

Tekanan kini memuncak. Performa inkonsisten dan pertahanan rapuh membuat musim 2025/2026 berubah menjadi mimpi buruk di Turin.

1 dari 3 halaman

Rentetan Hasil Buruk dan Rapuhnya Lini Belakang

Para pemain Juventus tampak kecewa setelah Como mencetak gol pada laga Serie A/Liga Italia antara Juventus vs Como di Turin, Italia, Sabtu, 21 Februari 2026 (c) Marco Alpozzi/LaPresse via AP

Para pemain Juventus tampak kecewa setelah Como mencetak gol pada laga Serie A/Liga Italia antara Juventus vs Como di Turin, Italia, Sabtu, 21 Februari 2026 (c) Marco Alpozzi/LaPresse via AP

Krisis ini tidak datang tiba-tiba. Sejak awal musim, Juventus sudah berada dalam situasi tidak ideal.

Manajemen bahkan sempat mendepak Igor Tudor dan menunjuk Luciano Spalletti sebagai pelatih baru. Pergantian itu sempat membawa angin segar.

Namun, lima laga terakhir menghancurkan fondasi optimisme tersebut. Juventus kalah 0-2 dari Como, dibantai 2-5 oleh Galatasaray, takluk 2-3 dari Inter, imbang 2-2 kontra Lazio, dan menyerah 0-3 dari Atalanta.

Statistiknya mengkhawatirkan. Mereka kebobolan 15 gol dalam lima laga. Hanya enam gol yang mampu dicetak. Untuk tim sekelas Juventus, angka itu mencerminkan krisis struktural di lini belakang.

2 dari 3 halaman

Tekanan Fans dan Misi Comeback yang Nyaris Mustahil

Pemain Juventus Federico Gatti dan pemain Galatasaray, Victor Osimhen, berebut bola dalam laga leg pertama play-off Liga Champions, Rabu (18/2/2026) dini hari WIB. (c) AP Photo/Khalil Hamra

Pemain Juventus Federico Gatti dan pemain Galatasaray, Victor Osimhen, berebut bola dalam laga leg pertama play-off Liga Champions, Rabu (18/2/2026) dini hari WIB. (c) AP Photo/Khalil Hamra

Kekalahan dari Como di Allianz Stadium memantik reaksi keras suporter. Tribune tidak lagi bersahabat dengan performa Kenan Yildiz dan kolega.

Atmosfer kandang berubah tegang. Kepercayaan publik pada tim menurun drastis dalam dua pekan terakhir.

Ironisnya, tantangan lebih besar sudah menanti. Juventus harus menjamu Galatasaray pada leg kedua play-off Liga Champions tengah pekan nanti.

Mereka dituntut menang dengan selisih minimal tiga gol untuk lolos. Dalam kondisi mental rapuh dan pertahanan bocor, misi itu terasa sangat berat sekaligus menentukan masa depan Spalletti musim ini.


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL