Kata Arteta, Arsenal Diselamatkan The Finisher di Markas Leverkusen

Kata Arteta, Arsenal Diselamatkan The Finisher di Markas Leverkusen
Pelatih Arsenal, Mikel Arteta usai laga melawan Bayer Leverkusen di 16 besar Liga Champions 2025-2026. (c) AP Photo/Martin Meissner

Bola.net - Mikel Arteta memuji peran vital para pemain pengganti atau yang ia sebut sebagai The Finishers saat Arsenal menahan imbang Bayer Leverkusen 1-1. Strategi ini terbukti krusial dalam menyelamatkan Meriam London dari kekalahan di leg pertama babak 16 besar Liga Champions, Kamis (12/3/2026) dini hari WIB.

Arsenal sempat tertinggal akibat gol cepat tuan rumah di awal babak kedua yang membuat mental tim teruji. Namun, masuknya amunisi segar dari bangku cadangan berhasil mengubah alur permainan secara drastis di menit-menit akhir.

Perubahan taktik ini membuahkan hasil saat Noni Madueke memaksa bek lawan melakukan pelanggaran di kotak terlarang. Kai Havertz yang maju sebagai eksekutor sukses menjalankan tugasnya dengan sangat dingin di hadapan mantan pendukungnya.

Hasil imbang ini memberikan keuntungan psikologis bagi Arsenal yang akan melakoni leg kedua 16 besar Liga Champions di Emirates Stadium. Arteta kini menaruh harapan besar pada tuah dukungan suporter sendiri untuk mengamankan tiket perempat final.

Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.

1 dari 3 halaman

Magis Pemain Cadangan Meriam London

Winger Arsenal, Noni Madueke mengontrol bola di laga melawan Bayer Leverkusen pada leg pertama 16 besar Liga Champions, Kamis 12 Maret 2026. (c) AP Photo/Martin Meissner

Winger Arsenal, Noni Madueke mengontrol bola di laga melawan Bayer Leverkusen pada leg pertama 16 besar Liga Champions, Kamis 12 Maret 2026. (c) AP Photo/Martin Meissner

Arsenal mencatatkan statistik mengerikan di Liga Champions musim ini berkat kontribusi besar para pemain dari bangku cadangan. Gol Kai Havertz menjadi gol ketujuh yang lahir dari kaki pemain pengganti Arsenal di kompetisi Eropa.

Arteta merasa intensitas serangan timnya meningkat tajam setelah melakukan pergantian pemain di babak kedua. Keputusan memasukkan Madueke terbukti menjadi Masterclass taktik yang menghancurkan pertahanan rapat Leverkusen.

"Kami membaik dengan kehadiran para finishers," ujar Mikel Arteta.

"Ancaman berbeda mulai tercipta di dalam dan sekitar kotak penalti, dan Noni menciptakan momen untuk mencetak gol," sambungnya.

Manajer asal Spanyol itu juga memberikan kredit khusus kepada Havertz yang tetap tenang dalam situasi penuh tekanan. Baginya, kemampuan mencetak gol dari berbagai lini adalah senjata paling mematikan yang dimiliki Arsenal saat ini.

"Itu adalah kualitas besar dari tim ini, jumlah gol dan assist yang tersebar di seluruh tim. Itu luar biasa, itu adalah kekuatan terbesar kami," tegas Arteta.

2 dari 3 halaman

Blunder Fatal di Awal Babak Kedua

Selebrasi skuad Bayer Leverkusen dalam laga versus Arsenal di leg pertama 16 besar Liga Champions 2025/2026, Kamis (12/3/2026). (c) AP Photo/Martin Meissner

Selebrasi skuad Bayer Leverkusen dalam laga versus Arsenal di leg pertama 16 besar Liga Champions 2025/2026, Kamis (12/3/2026). (c) AP Photo/Martin Meissner

Meski akhirnya meraih hasil imbang, Arteta tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya atas performa lini belakang di awal babak kedua. Arsenal kebobolan dari situasi bola mati hanya 45 detik setelah babak kedua dimulai.

Padahal, tim pelatih sudah memberikan analisis mendalam mengenai skema bola mati Leverkusen sebelum laga dimulai. Kelalaian ini nyaris membuat misi Arsenal di Jerman berakhir dengan bencana besar.

"Kami terjebak oleh rutinitas dari kick-off, padahal kami sudah memperlihatkan tiga kali jenis hal yang mereka lakukan," ungkap Arteta dengan nada kecewa.

"Mereka mencetak gol di aksi berikutnya melalui bola mati, jadi itu sangat, sangat mengecewakan dari sisi kami," lanjutnya.

Arteta memuji kedewasaan para pemainnya yang tidak panik setelah tertinggal satu gol di markas lawan. Menurutnya, mengelola emosi adalah kunci agar mereka tidak membuat keputusan ceroboh yang bisa membuang peluang lolos.

"Setelah itu, kami harus mengelola permainan secara emosional dengan sangat baik, karena Anda bisa mulai membuat keputusan gegabah," jelas sang manajer.

3 dari 3 halaman

Menanti Tuah Emirates Stadium

Hasil 1-1 membuat peluang kedua tim masih terbuka lebar, namun Arsenal memiliki kartu as di leg kedua nanti. Status juara fase liga membuat Meriam London berhak menjamu Leverkusen di Emirates Stadium pada pertemuan penentuan.

Arteta berharap atmosfer stadion akan memberikan energi tambahan bagi pasukannya untuk menumbangkan juara Jerman tersebut. Ia menginginkan malam bersejarah seperti saat mereka menyingkirkan Porto dan Real Madrid terulang kembali.

"Mereka (suporter) luar biasa, jadi kami akan membutuhkan orang-orang kami 100% untuk memberi kami keunggulan kandang," kata Arteta.

"Kami butuh energi itu, keyakinan itu untuk pergi dan memenangkan pertandingan," pungkasnya.


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL