4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manchester City

4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manchester City
Pelatih Manchester City, Pep Guardiola merayakan kemenangan timnya di final Carabao Cup, 23 Maret 2026 lalu melawan Arsenal. (c) AP Photo/Richard Pelham

Bola.net - Isu kepergian Pep Guardiola dari Manchester City semakin menguat menjelang akhir musim. Spekulasi ini muncul setelah berbagai laporan menyebutkan adanya kemungkinan perubahan besar di Etihad.

Musim ini menjadi fase penting dalam perjalanan City di bawah asuhan Guardiola. Meski tetap meraih trofi, performa mereka dianggap mulai memasuki era transisi.

Perubahan gaya bermain juga terlihat jelas dalam beberapa pertandingan terakhir. City kini lebih direct dibandingkan pendekatan berbasis penguasaan bola seperti sebelumnya.

Banyak pihak menilai perubahan tersebut sebagai tanda persiapan menuju era baru. Situasi ini membuat nama calon pengganti Guardiola mulai ramai dibicarakan.

Jika benar Guardiola meninggalkan kursi pelatih, City akan menghadapi tantangan besar. Berikut empat kandidat utama yang dinilai mampu menggantikan posisinya.

1 dari 4 halaman

1. Luis Enrique

Ekspresi Luis Enrique seusai PSG dinyatakan lolos ke Final Liga Champions 2025/2026 (c) AP Photo/Matthias Schrader

Ekspresi Luis Enrique seusai PSG dinyatakan lolos ke Final Liga Champions 2025/2026 (c) AP Photo/Matthias Schrader

Luis Enrique disebut sebagai salah satu kandidat kuat untuk posisi di Manchester City. Kedekatannya dengan gaya bermain dan filosofi Pep Guardiola membuatnya masuk dalam daftar kandidat potensial.

Enrique pernah bermain bersama Guardiola di Barcelona dan memahami sistem permainan mereka dengan sangat baik. Ia juga pernah melanjutkan estafet kepelatihan di Barcelona B pada 2008.

Dalam satu dekade terakhir, Enrique berkembang menjadi salah satu pelatih paling dihormati di dunia. Kesuksesannya bersama Barcelona, tim nasional Spanyol, dan Paris Saint-Germain semakin menguatkan reputasinya.

Pencapaian terbesar datang saat ia membawa PSG menjuarai Liga Champions. Dengan performa tersebut, ia kini dianggap sebagai salah satu pelatih terbaik dalam beberapa tahun terakhir.

2 dari 4 halaman

2. Cesc Fabregas

Pelatih Como, Cesc Fabregas (c) AP Photo/Luca Bruno

Pelatih Como, Cesc Fabregas (c) AP Photo/Luca Bruno

Cesc Fabregas tumbuh dengan mengidolakan Pep Guardiola sejak masih menjadi pemain. Hal itu juga menjelaskan mengapa ia memilih nomor punggung 4 sepanjang kariernya.

Kekagumannya pada Guardiola turut memengaruhi keputusan besar dalam kariernya di masa lalu. Ia bahkan sangat ingin kembali ke Barcelona saat Guardiola masih melatih di Camp Nou.

Sebagai pelatih, Fabregas mulai menunjukkan identitas taktiknya sendiri. Como berkembang dengan gaya permainan berbasis penguasaan bola dan pressing agresif.

Pendekatan tersebut membawa hasil positif bagi Como di Serie A. Klub ini bahkan bersaing untuk tiket Liga Champions dan melaju jauh di Coppa Italia.

3 dari 4 halaman

3. Vincent Kompany

Pelatih Bayern Munchen, Vincent Kompany dalam sesi latihan tim, 15 April 2026 jelang lawan Real Madrid di leg 2 perempat final Liga Champions. (c) AP Photo/Matthias Schrader

Pelatih Bayern Munchen, Vincent Kompany dalam sesi latihan tim, 15 April 2026 jelang lawan Real Madrid di leg 2 perempat final Liga Champions. (c) AP Photo/Matthias Schrader

Vincent Kompany dikenal sebagai salah satu sosok yang paling memahami struktur dan budaya Manchester City. Ia menghabiskan lebih dari satu dekade sebagai kapten dan meraih empat gelar Premier League di klub tersebut.

Dua dari gelar itu datang pada era kepelatihan Pep Guardiola. Hal ini membuatnya dianggap memiliki kedekatan kuat dengan filosofi permainan City modern.

Setelah berkarier sebagai pelatih, Kompany menunjukkan perkembangan signifikan. Ia berhasil membangun reputasi lewat pekerjaannya di Bayern Munich.

Gaya bermain yang ia terapkan dikenal agresif dan menyerang. Performa Bayern di bawahnya membuatnya masuk jajaran kandidat pelatih elite Eropa.

4 dari 4 halaman

4. Enzo Maresca

Enzo Maresca saat berdiri di pinggir lapangan di laga Chelsea melawan Bournemouth di Liga Inggris, 31 Desember 2025 lalu. (c) AP Photo/Kin Cheung

Enzo Maresca saat berdiri di pinggir lapangan di laga Chelsea melawan Bournemouth di Liga Inggris, 31 Desember 2025 lalu. (c) AP Photo/Kin Cheung

Enzo Maresca disebut menjadi salah satu figur yang masuk radar masa depan Manchester City. Hubungannya dengan sistem dan filosofi Pep Guardiola membuatnya tetap dihargai di Etihad Stadium.

Maresca pernah bekerja di akademi City dan kemudian menjadi bagian staf pelatih Guardiola. Pengalaman itu membentuk pendekatan taktiknya yang berbasis penguasaan bola.

Ia dikenal sebagai pelatih yang mengutamakan kontrol permainan melalui dominasi penguasaan bola. Gaya tersebut membuatnya dianggap sebagai salah satu penerus alami filosofi Guardiola.

Meski sempat meninggalkan Chelsea, reputasinya tetap terjaga di level tinggi. Pengalaman di Premier League dan kesuksesan awal kariernya membuatnya kembali dilirik untuk posisi besar.

Sumber: Sports Illustrated


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL