
Bola.net - Lini pertahanan Juventus menjadi sorotan tajam setelah dibobol 5 kali oleh Galatasaray di leg pertama playoff Liga Champions, Rabu (18/2/2026) dini hari WIB. Rapuhnya koordinasi bek membuat Luciano Spalletti angkat bicara.
Juventus dikenal sebagai tim dengan disiplin pertahanan yang tinggi. Namun melawan Galatasaray, Spalletti mengakui bahwa timnya selalu memiliki risiko tinggi untuk kebobolan. Hal ini terjadi karena materi pemain yang tidak mendukung.
Selain kekalahan memalukan, Juventus juga mendapat kabar buruk dari ruang medis. Bek andalan mereka harus ditarik keluar karena masalah cedera.
Situasi ini semakin memperumit persiapan Juventus jelang laga leg kedua nanti. Spalletti kini harus memutar otak untuk menambal lubang pertahanan.
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
Resiko Tinggi Lini Belakang

Spalletti menjelaskan bahwa Juventus tidak bisa bermain menunggu dan menumpuk pemain. Cara bermain seperti itu justru akan membunuh mereka pelan-pelan.
Satu-satunya cara bertahan bagi Juventus adalah dengan menguasai bola di depan. Jika standar permainan turun, gawang mereka pasti terancam.
"Jadi saya percaya serangan adalah bentuk pertahanan terbaik, mengambil langkah maju," tegas Spalletti.
"Jika kami turun di bawah standar kualitas kami, maka kami selalu berisiko kebobolan gol," sambung Spalletti.
Dilema Buang Bola

Gol-gol Galatasaray lahir dari kesalahan pemain Juventus saat membangun serangan dari bawah. Mereka kehilangan bola di area vital pertahanan sendiri.
Meski begitu, Spalletti tetap meminta pemainnya berani menguasai bola dalam situasi normal. Sapuan bola hanya boleh dilakukan saat kondisi sangat genting.
"Saya ingin mereka memainkan bola dalam situasi normal, tetapi ketika ada bahaya ekstrem, Anda menendangnya menjauh," jelas Spalletti.
"Saya ingin kami menciptakan sesuatu yang bergerak maju, bukan sekadar memutus permainan," tutur Spalletti.
Runtuh Saat 10 Pemain
Kartu merah yang diterima Juan Cabal membuat skema permainan Juventus berantakan total. Mereka kesulitan menahan gempuran lawan dengan jumlah pemain kurang.
Kesalahan individu dan kepanikan pemain pengganti memperparah situasi di lapangan. Tim seolah kehilangan arah setelah insiden pengusiran tersebut.
"Saat bermain dengan 10 orang, itu situasi yang sulit, kami melakukan pergantian pemain untuk melepaskan tekanan dari satu pemain dan penggantinya menerima dua kartu kuning dalam 20 menit, itu membuat segalanya lebih sulit," keluh Spalletti.
"Terlepas dari kartu, seluruh tim mengambil beberapa langkah mundur dalam berbagai cara hari ini," imbuh Spalletti.
Kondisi Gleison Bremer
Penderitaan Juventus semakin lengkap dengan cederanya bek tengah Gleison Bremer. Pemain Brasil itu tidak bisa melanjutkan pertandingan di babak kedua.
Tim medis Juventus akan segera melakukan pemeriksaan mendalam setibanya di Turin. Kehilangan Bremer akan menjadi pukulan telak bagi tim.
"Kami harus mengevaluasi Bremer, karena dia mungkin memiliki beberapa masalah," ungkap Spalletti.
"Mulai sekarang, percuma saja banyak bicara jika kita tidak mendukungnya dengan tindakan," pungkas Spalletti.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Pengakuan Dosa Pasca Derby d'Italia: Bos Juventus Minta Maaf
Liga Italia 18 Februari 2026, 12:11
-
Kalah 5-2 dari Galatasaray, Juventus Yakin Bakal Comeback di Turin
Liga Champions 18 Februari 2026, 09:57
-
Galatasaray Permalukan Juventus, Okan Buruk: Hari yang Mantap!
Liga Champions 18 Februari 2026, 09:46
-
Sejarah Kelam Juventus Terulang
Liga Champions 18 Februari 2026, 09:35
LATEST UPDATE
-
Arsenal dan Rekam Jejak Mereka Setelah Menjuarai Community Shield
Liga Inggris 18 Agustus 2026, 11:16
-
Rodri Usung Target Juara Liga Champions di Barcelona, tapi Bisakah Ini Diwujudkan?
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 10:09
-
FIFA Pecat COO Kevin Lamour Usai Menentang Gianni Infantino
Piala Dunia 18 Agustus 2026, 09:27
-
Rodri Tiba di Barcelona, Langusng Tegaskan Ambisi Juara Liga Champions
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 08:36
-
Raphinha Diproyeksikan Jadi Kapten Utama Barcelona
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 08:32
-
3 Pemimpin Real Madrid yang Bisa Jadi Tumpuan Utama di Era Mourinho
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 08:18
-
Manchester United, Bruno Fernandes, dan Sebuah Tawaran dari Galatasaray
Liga Inggris 18 Agustus 2026, 07:33
-
Inter Milan Siapkan Tawaran Baru untuk Gelandang Liverpool
Liga Inggris 18 Agustus 2026, 07:27
-
Manchester United dan Para Rival yang Bisa Jegal Arsenal di Premier League 2026-27
Liga Inggris 18 Agustus 2026, 07:19
-
Inter Milan Bangkit Ketika Semua Mengira Mereka Sudah Mati
Liga Italia 18 Agustus 2026, 06:37
-
Juventus Dapat Kiper Tottenham, Luciano Spalletti: Saya Sangat Mengenalnya
Liga Italia 18 Agustus 2026, 06:32
-
Kylian Mbappe dan Refleksi Level yang Ingin Dilihat Real Madrid Sepanjang Musim
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 06:27
-
Rafael Leao Ditawarkan ke Roma, AC Milan Pasang Harga Anyar
Liga Italia 18 Agustus 2026, 05:55
-
RB Leipzig Ingin Pulangkan Nkunku dari AC Milan
Liga Italia 18 Agustus 2026, 05:49
-
Federico Valverde Bukan Toni Kroos, Mourinho Harus Ubah Perannya di Real Madrid
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 05:43
LATEST EDITORIAL
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59

























KOMENTAR