
Bola.net - Kontroversi VAR dalam laga PSG melawan Bayern Munchen di leg pertama semifinal Liga Champions, Rabu (29/4/2026) dini hari menjadi bahan perdebatan. Keputusan wasit memberikan penalti kepada tuan rumah menjelang akhir babak pertama memicu reaksi keras dari berbagai pihak. Banyak yang menilai keputusan tersebut merugikan tim tamu secara signifikan.
Insiden bermula saat Ousmane Dembele melepaskan umpan silang mendatar ke dalam kotak penalti. Bola yang dikirimnya kemudian mengenai lengan Alphonso Davies secara tidak sengaja.
Awalnya, wasit utama Sandro Scharer tidak menganggap kejadian itu sebagai pelanggaran. Ia membiarkan permainan berlanjut tanpa menunjuk titik putih. Namun, komunikasi dari ruang VAR akhirnya mengubah arah keputusan tersebut.
Petugas VAR, Carlos del Cerro Grande, meminta Scharer untuk meninjau ulang insiden melalui monitor. Setelah melihat tayangan ulang, wasit pun mengubah keputusannya dan memberikan penalti kepada PSG.
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
Alasan VAR Berikan Penalti

Proses pengambilan keputusan ini melalui analisis yang cukup detail. VAR menilai lengan kiri Davies bergerak menjauh dari posisi alami tubuhnya.
Gerakan tersebut dianggap memperbesar bidang tubuh secara tidak wajar. Padahal, bola sempat mengenai bagian tubuh Davies lebih dulu sebelum menyentuh lengannya. Pantulan itu membuat arah bola berubah cepat dalam jarak yang sangat dekat.
Meski ada pantulan awal, wasit dan VAR tetap sepakat bahwa pelanggaran handball terjadi. Posisi tangan yang dinilai tidak natural menjadi alasan utama di balik keputusan tersebut.
Keputusan ini langsung memicu berbagai analisis dari para pakar. Mantan wasit Premier League, Andy Davies, turut memberikan pandangannya berdasarkan aturan yang berlaku saat ini.
"Keputusan ini akan dipandang sebagai hukuman yang sangat memberatkan bagi Bayern Munchen mengingat pendeknya jarak tembak bola dan pantulannya menuju lengan pemain," ujar mantan wasit Premier League, Andy Davies.
"Saya memiliki simpati yang sangat besar untuk mereka dalam insiden kontroversial kali ini," tambahnya.
Keputusan yang Dinilai Sangat Merugikan

Banyak pihak menilai penalti tersebut sebagai keputusan yang terlalu keras. Jarak bola yang sangat dekat membuat pemain bertahan hampir tidak memiliki waktu untuk bereaksi.
Arah bola juga berubah secara tiba-tiba setelah mengenai bagian tubuh Davies. Situasi ini membuatnya berada dalam posisi yang sulit untuk menghindari kontak dengan bola. Tak heran jika simpati mengalir kepada Bayern Munchen.
Di sisi lain, aturan handball saat ini memang masih membuka ruang interpretasi. Hal ini terutama berlaku ketika bola lebih dulu memantul sebelum mengenai tangan pemain.
Wasit biasanya harus mempertimbangkan posisi tangan dalam kaitannya dengan gerakan tubuh. Dalam kasus seperti ini, perubahan arah bola seharusnya menjadi faktor penting dalam penilaian. Namun, hal tersebut tidak cukup untuk mengubah keputusan di lapangan.
"Perasaan saya adalah UEFA tidak akan terlalu senang dengan pemberian penalti ini, terlepas dari batas rendah yang diterapkan untuk pelanggaran tangan di kompetisi mereka," kata Andy Davies.
Beda Standar UEFA dan Liga Inggris
Sentuhan bola pada bagian tubuh lain sebelum mengenai tangan tidak selalu menghapus kemungkinan pelanggaran. Dalam insiden ini, pergerakan lengan Davies tetap dianggap melanggar aturan.
Situasi seperti ini diyakini tidak sepenuhnya sejalan dengan pendekatan UEFA. Organisasi tersebut biasanya lebih berhati-hati dalam memberikan penalti untuk kasus serupa.
Menariknya, kejadian seperti ini kemungkinan besar tidak akan menghasilkan penalti di Premier League. Kompetisi Inggris cenderung lebih toleran terhadap situasi pantulan jarak dekat.
"Patut dicatat bahwa ini adalah situasi yang tidak akan berbuah penalti jika terjadi di Premier League," tegas Andy Davies.
"Dan pada akhirnya kejadian tersebut menjadi sebuah momen kunci dalam menentukan hasil akhir laga ini," tutupnya.
Kritik Tajam untuk VAR
Should it have been a penalty for Alphonso Davies’ handball?
— The Athletic | Football (@TheAthleticFC) April 28, 2026
Analysis from The Athletic’s refereeing expert Graham Scott (@Refsplaining):
“At the end of the first half, Bayern gave away a penalty as Dembele’s cross came off Davies’ thigh and onto his arm.
“There was no… pic.twitter.com/0uU66U3p1Q
Pakar wasit dari media The Athletic yakni Graham Scott turut memberikan analisis tajamnya. Mantan pengadil lapangan ini menilai sang wasit pertandingan telah melakukan kesalahan fatal.
Scott membandingkan standar ketat wasit Inggris dengan ofisial video yang memimpin laga. Gambar diam dari tayangan ulang diduga kuat menjadi biang kerok utama kesalahan interpretasi tersebut. Pendekatan ofisial La Liga ini dianggap sangat merugikan posisi tim tamu.
"Tidak ada pelanggaran handball di sini karena bola ditendang dari jarak dekat, posisi lengan Davies menempel di sisi tubuh, pergerakannya bisa dibenarkan, dan tidak ada bukti tindakan disengaja," tegas Graham Scott.
"Insiden ini pasti ditolak oleh VAR Premier League pada tayangan ulang pertama, tetapi ofisial Spanyol beroperasi dengan interpretasi berbeda layaknya di La Liga. Mereka kemungkinan besar terbujuk oleh gambar statis yang seolah menunjukkan Davies merentangkan lengannya, dan itu keputusan yang sangat buruk," paparnya tajam.
Keputusan kontroversial ini akhirnya menjadi titik penting dalam jalannya pertandingan. Bayern Munchen harus menerima konsekuensi dari interpretasi aturan tersebut. Sementara itu, PSG memanfaatkan peluang dari titik putih dengan baik untuk mengubah jalannya laga.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
PSG Sanggup Back-to-Back Juara Liga Champions!
Liga Champions 29 April 2026, 19:49
-
Luis Diaz dan Sentuhan Ajaib yang Selamatkan Bayern Munchen
Liga Champions 29 April 2026, 17:17
-
PSG vs Bayern 5-4: Luis Enrique Bingung Sendiri, Laga UCL Paling Liar!
Liga Champions 29 April 2026, 16:46
-
PSG Menang Dramatis 5-4 atas Bayern, Marquinhos: Ini Laga yang Indah!
Liga Champions 29 April 2026, 16:28
LATEST UPDATE
-
Legenda Tenis Rafael Nadal Bakal Gabung Dewan Direksi Real Madrid
Liga Spanyol 4 November 2026, 21:33
-
PSG Samai Rekor Threepeat UCL Real Madrid? Kenapa Tidak?
Liga Champions 4 November 2026, 21:00
-
Ketika Shea Lacey Buat Michael Carrick Terpukau
Liga Champions 4 November 2026, 20:40
-
Real Madrid Capai Kesepakatan dengan Wonderkid Manchester United Ini
Liga Spanyol 4 November 2026, 20:20
-
MU Kalahkan AS Roma, Nasib Michael Carrick Belum Aman dari Pemecatan!
Liga Inggris 4 November 2026, 20:04
-
Bradley Barcola Yakin Belum Tunjukkan Performa Terbaiknya Bersama Liverpool
Liga Inggris 4 November 2026, 20:03
-
Mengapa Selebrasi Lepas Baju Dihukum Kartu Kuning? Ini Sejarah dan Alasannya
Liga Champions 4 November 2026, 19:27
-
Matheus Cunha Terancam Dapat Sanksi Tambahan Usai MU Kalahkan Roma
Liga Champions 4 November 2026, 19:23
-
Prediksi Sunderland vs Dinamo Zagreb 6 November 2026
Liga Eropa UEFA 4 November 2026, 19:20
-
Prediksi Sparta Praha vs Bournemouth 6 November 2026
Liga Eropa UEFA 4 November 2026, 19:00
-
Tertinggal Dua Gol, Ini Pesan Michael Carrick saat Jeda yang Bangkitkan MU
Liga Champions 4 November 2026, 18:43
-
Prediksi Crystal Palace vs Hoffenheim 6 November 2026
Liga Champions 4 November 2026, 18:40
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18
























KOMENTAR