Kutukan Bayern Munchen di Semifinal Liga Champions Berlanjut, Selalu Gagal Bangkit Setelah Tertinggal di Leg Pertama

Bola.net - Langkah Bayern Munchen kembali terhenti di semifinal Liga Champions. Kekalahan agregat dari PSG musim 2025/26 memperpanjang catatan buruk Die Roten setiap kali tertinggal pada leg pertama di fase empat besar kompetisi elite Eropa tersebut.
Bayern sebenarnya datang dengan ambisi besar untuk kembali mengangkat trofi Liga Champions. Namun, hasil akhir berkata lain. Klub raksasa Jerman itu tersingkir dengan agregat 5-6 dari PSG setelah gagal membalikkan keadaan di laga penentuan.
Kalah 4-5 pada laga leg pertama di Paris pekan lalu, Bayern hanya mampu bermain imbang 1-1 pada laga leg kedua di Allianz Arena, Kamis (7/5/2026) dini hari WIB.
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
Kutukan Bayern Munchen

Kegagalan ini sekaligus menambah panjang “kutukan semifinal” Bayern Munchen di Liga Champions. Berdasarkan catatan sejarah, mereka belum pernah sukses melakukan comeback setelah kalah pada leg pertama semifinal.
Rekor buruk itu sudah berlangsung lebih dari dua dekade. Beberapa tim besar Eropa pernah menjadi penyebab kandasnya Bayern di momen krusial tersebut.
Pada musim 1999/00, Bayern kalah agregat 2-3 dari Real Madrid. Empat belas tahun kemudian, mereka kembali dipaksa menyerah oleh Los Blancos dengan skor telak 0-5 pada semifinal musim 2013/14.
Kegagalan Terus Berlanjut

Musim berikutnya, giliran Barcelona yang menghentikan langkah Bayern lewat agregat 5-3. Sementara pada edisi 2015/16, Bayern kembali gagal lolos setelah kalah aturan gol tandang dari Atletico Madrid usai agregat imbang 2-2.
Nasib serupa kembali terjadi pada musim 2017/18. Real Madrid lagi-lagi menjadi batu sandungan dengan kemenangan agregat 4-3 atas wakil Bundesliga tersebut.
Kini, PSG menjadi tim terbaru yang menambah luka Bayern di semifinal. Meski mampu memberikan perlawanan sengit, klub asal Paris itu tetap berhasil mengamankan tiket ke final dengan agregat tipis 6-5.
Mentalitas Bayern Munchen Dipertanyakan

Kegagalan berulang ini memunculkan pertanyaan besar mengenai mentalitas Bayern saat berada dalam tekanan di fase semifinal. Padahal, secara tradisi dan kualitas skuad, mereka tetap termasuk salah satu klub paling sukses di Eropa.
Sorotan juga mengarah kepada lini pertahanan Bayern yang dinilai kurang konsisten dalam laga-laga besar. Di sisi lain, ketajaman lini depan belum cukup untuk menutup kelemahan tersebut ketika menghadapi lawan dengan kualitas setara.
Bagi para pendukung Bayern Munchen, musim ini kembali menjadi kisah yang menyakitkan. Harapan untuk melihat Harry Kane meraih trofi Liga Champions pertamanya pun harus tertunda setelah mimpi mereka kembali kandas di semifinal.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Bukan Wacana, MU Mulai Seriusi Transfer Julian Alvarez
Piala Dunia 28 Juni 2026, 21:15
-
Sat Set, Chelsea Capai Kesepakatan Pribadi dengan Granit Xhaka
Liga Inggris 28 Juni 2026, 20:30
-
Wow! Ruben Amorim Ingin Boyong Pemain MU Ini ke AC Milan?
Liga Italia 28 Juni 2026, 20:16
-
32 Besar Piala Dunia 2026: Siapa Lawan Timnas Belanda?
Piala Dunia 28 Juni 2026, 19:00
-
Siapa Lawan Timnas Prancis di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026?
Piala Dunia 28 Juni 2026, 18:00
-
32 Besar Piala Dunia 2026: Siapa Lawan Timnas Brasil?
Piala Dunia 28 Juni 2026, 17:00
-
Andoni Iraola Depak Pemain Ini dari Skuad Liverpool?
Liga Inggris 28 Juni 2026, 16:30
-
Siapa Lawan Timnas Jerman di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026?
Piala Dunia 28 Juni 2026, 16:00
-
32 Besar Piala Dunia 2026: Siapa Lawan Timnas Spanyol?
Piala Dunia 28 Juni 2026, 15:00
-
Saingi Arsenal, MU Juga Kejar Bruno Guimaraes
Liga Inggris 28 Juni 2026, 14:30
LATEST EDITORIAL
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55
-
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di Piala Dunia 2026
Editorial 12 Juni 2026, 14:41

























KOMENTAR