PSG Jadi Tim Ketiga yang Mampu Pertahankan Gelar Piala Super Eropa

PSG Jadi Tim Ketiga yang Mampu Pertahankan Gelar Piala Super Eropa
Kapten PSG, Marquinhos, mengangkat trofi UEFA Super Cup setelah mengalahkan Aston Villa di Salzburg, Austria, Kamis (13/8/2026). (c) AP Photo/Darko Bandic

Bola.net - Paris Saint-Germain (PSG) mencatat sejarah baru setelah kembali menjadi juara Piala Super Eropa. Les Parisiens mengalahkan Aston Villa 2-1 di Red Bull Arena, Salzburg, Kamis (13/8/2026) dini hari WIB.

Kemenangan tersebut membuat PSG mempertahankan trofi yang mereka raih pada edisi 2025. Aston Villa harus puas menjadi runner-up setelah gagal membalas gol penentu PSG pada babak kedua.

Laga ini mempertemukan dua klub yang datang dengan status juara Eropa. PSG merupakan kampiun Liga Champions, sedangkan Aston Villa membawa trofi Liga Europa.

Khvicha Kvaratskhelia lebih dahulu membawa PSG unggul pada babak pertama. Brian Madjo kemudian menyamakan kedudukan untuk Villa sebelum Desire Doue mencetak gol yang memastikan kemenangan Les Parisiens.

Keberhasilan tersebut menempatkan PSG dalam kelompok eksklusif Piala Super Eropa. Mereka menjadi klub ketiga sepanjang sejarah kompetisi yang mampu mengangkat trofi dalam dua musim secara beruntun setelah AC Milan dan Real Madrid.

Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.

1 dari 3 halaman

1. AC Milan

1989: menang agregat 2-1 atas Barcelona
1990: menang agregat 3-1 atas Sampdoria

AC Milan menjadi klub pertama yang berhasil mempertahankan Piala Super Eropa. Prestasi itu mereka raih setelah sebelumnya menjadi juara Piala Champions dalam dua musim berturut-turut.

Pada edisi 1989, Milan bermain imbang 1-1 saat bertandang ke markas Barcelona. Marco van Basten membawa Rossoneri unggul lewat penalti sebelum Guillermo Amor menyamakan kedudukan untuk tuan rumah.

Milan kemudian menang 1-0 pada leg kedua di San Siro. Gol Alberigo Evani melalui tendangan bebas memastikan kemenangan agregat 2-1 sekaligus trofi pertama mereka.

Setahun kemudian, Milan kembali menghadapi lawan asal Italia, Sampdoria. Setelah bermain 1-1 pada pertemuan pertama, Rossoneri menang 2-0 di leg kedua melalui gol Ruud Gullit dan Frank Rijkaard sehingga unggul 3-1 secara agregat.

2 dari 3 halaman

2. Real Madrid

2016: menang 3-2 setelah perpanjangan waktu atas Sevilla
2017: menang 2-1 atas Manchester United

Real Madrid menjadi klub kedua yang mampu menjuarai Piala Super Eropa secara beruntun. Pencapaian tersebut menjadi bagian dari dominasi Los Blancos di kompetisi Eropa pada pertengahan dekade 2010-an.

Madrid menghadapi Sevilla pada edisi 2016. Marco Asensio lebih dahulu membawa Madrid unggul, tetapi Sevilla berbalik memimpin sebelum Sergio Ramos menyamakan kedudukan pada menit ke-93.

Pertandingan kemudian berlanjut ke babak tambahan. Dani Carvajal mencetak gol penentu menjelang akhir extra time dan membawa Madrid menang 3-2.

Semusim berikutnya, Madrid kembali tampil di Piala Super Eropa dengan menghadapi Manchester United di Makedonia Utara. Casemiro dan Isco mencetak gol untuk Los Blancos, sedangkan Romelu Lukaku hanya mampu memperkecil ketertinggalan dan Madrid akhirnya menang 2-1.

3 dari 3 halaman

3. PSG

Pemain PSG, Khvicha Kvaratskhelia, merayakan gol bersama rekan-rekan setim dalam pertandingan UEFA Super Cup melawan Aston Villa di Salzburg, Austria, Kamis (13/8/2026). (c) AP Photo/Darko Bandic

Pemain PSG, Khvicha Kvaratskhelia, merayakan gol bersama rekan-rekan setim dalam pertandingan UEFA Super Cup melawan Aston Villa di Salzburg, Austria, Kamis (13/8/2026). (c) AP Photo/Darko Bandic

2025: menang 4-3 lewat adu penalti atas Tottenham setelah imbang 2-2
2026: menang 2-1 atas Aston Villa

PSG menjadi klub terbaru yang berhasil mencatat dua gelar Piala Super Eropa secara beruntun. Kesuksesan tersebut diraih setelah mereka sebelumnya mengamankan trofi perdana pada 2025.

Pada edisi 2025, PSG sempat berada dalam posisi sulit ketika Tottenham unggul 2-0 di Udine melalui gol Micky van de Ven dan Cristian Romero. Les Parisiens kemudian bangkit lewat gol Kang-in Lee pada menit ke-85 dan sundulan Goncalo Ramos di masa tambahan waktu.

Pertandingan akhirnya ditentukan melalui adu penalti setelah skor 2-2 bertahan hingga akhir. PSG tetap keluar sebagai pemenang meski Vitinha gagal mengeksekusi penalti pertama, setelah Van de Ven dan Mathys Tel juga gagal menjalankan tugasnya untuk Tottenham.

Setahun kemudian, PSG kembali mengangkat trofi setelah menundukkan Aston Villa 2-1. Kvaratskhelia membuka skor, Brian Madjo menyamakan kedudukan sekaligus menjadi pencetak gol termuda dalam sejarah Piala Super Eropa, sebelum Doue memastikan PSG kembali menjadi juara.

Sumber: UEFA


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL