
Bola.net - Ada satu trofi yang terus menghantui perjalanan Diego Simeone bersama Atletico Madrid. Bukan La Liga, bukan pula Europa League, melainkan Liga Champions yang hingga kini belum pernah mereka genggam.
Dalam sebuah dokumenter DAZN pada musim panas 2025 lalu, Simeone secara gamblang menuliskan target itu: “Memenangkan Liga Champions.” Kalimat sederhana, tetapi sarat makna setelah lebih dari satu dekade perjuangan penuh luka.
Kini, dengan semifinal menghadapi Arsenal di depan mata, pertanyaan lama kembali muncul, apakah ini akhirnya momen Atletico memutus kutukan, atau justru tekanan obsesi itu akan menjadi beban?
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
Luka Atletico di Liga Champions

Perjalanan Atletico di kompetisi elite Eropa bukan sekadar cerita gagal, melainkan rangkaian tragedi yang nyaris berulang.
Pada final 1974, mereka hanya berjarak beberapa detik dari gelar juara sebelum Bayern Munchen menyamakan kedudukan dan kemudian menghancurkan mereka di laga ulang. Luka itu menjadi pembuka dari narasi panjang kegagalan.
Era Simeone menghadirkan babak yang lebih dramatis. Final 2014 di Lisbon menjadi salah satu momen paling menyakitkan. Atletico sudah di ambang juara sebelum sundulan menit ke-93 dari Sergio Ramos memaksa perpanjangan waktu, yang akhirnya dimenangkan Real Madrid.
Dua tahun berselang, skenario pahit kembali terulang. Final 2016 berakhir lewat adu penalti, lagi-lagi dimenangkan rival sekota Real Madrid. Simeone tak bisa menyembunyikan rasa kecewanya saat itu.
“Kalah di dua final adalah kegagalan,” katanya. “Tidak bisa memberikan apa yang diinginkan fans adalah hal yang paling menyakitkan.”
Antara Obsesi dan Mimpi Simeone

Di balik kegagalan yang berulang, Simeone tetap bertahan. Ia menolak berbagai tawaran dari klub-klub besar Eropa, termasuk PSG, demi satu tujuan yang belum tercapai.
Sumber internal klub menyebut satu kata untuk menggambarkan dorongannya, obsesi. Namun, Simeone sendiri menolak istilah itu. Saat memperpanjang kontraknya pada 2023, ia memilih kata yang lebih lembut.
“Saya tidak melihatnya sebagai obsesi. Itu jalan yang salah,” ujarnya. “Saya melihatnya sebagai mimpi, dan itu sesuatu yang positif. Kami semua berbagi mimpi itu.”
Investasi Besar dan Tekanan Baru

Perubahan besar terjadi di Atletico dalam beberapa tahun terakhir. Klub kini bukan lagi tim underdog seperti awal era Simeone.
Investasi besar dilakukan, termasuk mendatangkan pemain seperti Julian Alvarez, serta talenta lain seperti Alex Baena dan Johnny Cardoso. Total belanja transfer mencapai ratusan juta euro, dengan beban gaji klub kini menyentuh angka sekitar 300 juta euro.
Tekanan pun meningkat. Atletico bahkan mengalami periode tanpa trofi terpanjang di era Simeone dalam lima tahun terakhir.
Di sisi lain, tidak semua pemain mampu bertahan dalam intensitas tinggi yang dituntut sang pelatih.
Jalan Terjal Menuju Semifinal
Perjalanan Atletico musim ini juga jauh dari kata mulus. Mereka sempat terseok-seok di fase grup, termasuk kalah dari Liverpool dan Arsenal.
Kendati demikian, mereka bangkit di fase gugur. Kemenangan dramatis atas Barcelona di perempat final menjadi titik balik yang menghidupkan kembali harapan.
“Melihat tim ini terus bersaing membuat saya emosional,” kata Simeone. “Kami sudah memulai ulang berkali-kali, dan kini kembali di antara empat terbaik di Eropa.”
Meski demikian, inkonsistensi masih menjadi masalah. Kekalahan di final Copa del Rey dan posisi tertinggal jauh di La Liga menunjukkan bahwa fokus mereka kini sepenuhnya tertuju pada Liga Champions.
Semifinal melawan Arsenal di Metropolitano datang tepat sehari setelah ulang tahun ke-56 Simeone. Bagi sosok yang dikenal percaya pada takdir, momen ini terasa lebih dari sekadar kebetulan.
Jangan sampai ketinggalan infonya
- Diego Simeone Tegaskan Atletico Madrid Tak Tertekan Hadapi Arsenal
- Atletico Madrid vs Arsenal: Bedah Duel Antarlini di Semifinal Panas Liga Champions
- Mikel Arteta Beberkan Kondisi Pemain Arsenal Jelang Duel Krusial di Markas Atletico
- Mikel Arteta Minta Arsenal Tunjukkan Kualitas di Markas Atletico Madrid
- Battle of WAGs Semifinal Liga Champions 2025/2026: Atletico Madrid vs Arsenal
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Beda Sendiri, Legenda Ini Justru Jagokan Arsenal Juara Liga Champions!
Liga Champions 29 April 2026, 21:59
-
Martin Odegaard Angkat Bicara Soal Gosip Hengkang dari Arsenal
Liga Inggris 29 April 2026, 20:15
-
PSG Sanggup Back-to-Back Juara Liga Champions!
Liga Champions 29 April 2026, 19:49
LATEST UPDATE
-
Prediksi BRI Super League: PSIM vs Persita 30 April 2026
Bola Indonesia 29 April 2026, 20:19
-
Martin Odegaard Angkat Bicara Soal Gosip Hengkang dari Arsenal
Liga Inggris 29 April 2026, 20:15
-
Prediksi BRI Super League: Bhayangkara vs Persib 30 April 2026
Bola Indonesia 29 April 2026, 19:52
-
PSG Sanggup Back-to-Back Juara Liga Champions!
Liga Champions 29 April 2026, 19:49
-
Atletico vs Arsenal: Duel Tim 'Penjaga Trofi' Domestik di Pentas Eropa
Liga Champions 29 April 2026, 19:19
-
Jadwal Neraka Manchester City Picu Frustrasi, Main 3 Laga dalam 7 Hari
Liga Inggris 29 April 2026, 18:48
-
Atletico Madrid Akan Mencekik Arsenal
Liga Champions 29 April 2026, 18:18
-
Liga Champions, Antara Mimpi dan Obsesi Diego Simeone
Liga Champions 29 April 2026, 17:47
LATEST EDITORIAL
-
5 Pemain yang Perlu Dijual Real Madrid Musim Panas Ini
Editorial 29 April 2026, 15:20
-
5 Rekor yang Masih Bisa Dipecahkan atau Disamai Bayern Munchen Musim Ini
Editorial 28 April 2026, 14:07























KOMENTAR